Rumah Yatim

Artikel Syariah: Meletakkan Anak Dalam Pelukan atau Pangkuan


(nuraurora.wordpress.com)

عن عائشة ـ رضي الله عنها ـ ” أن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ وضع صبياً في حجره يُحنكه ، فبال عليه ، فدعا بماء فأتبعه ” رواه البخاري .

dakwatuna.com - Dari Aisyah RA, bahwa Nabi Muhammad SAW meletakkan anak kecil di pelukannya kemudian mentahniknya (menyuapi dengan kurma yang telah dikunyahnya), lalu anak itu kencing di pelukannya, lalu meminta air dan mengguyurnya. (HR. Al Bukhari)

Penjelasan:

عن عائشة ـ  Istri Nabi Muhammad SAW

أن النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ وضع صبياً  Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW meletakkan anak kecil, yaitu Abdullah bin Az Zubair, seperti yang diriwayatkan oleh Ad Daru Quthniy, atau anak itu adalah Al Husain bin Ali seperti dalam riwayat Al Hakim.

حجره  Ha’ dibaca kasrah, ada pula yang membacanya fathah, dan jim dibaca sukun/mati. Keterangan keadaan ketika Nabi يُحنكه mentahniknya, yaitu menyuapinya kurma setelah kurma itu dikunyahnya, untuk mendapatkan berkah ludah Nabi Muhammad saw, yang bercampur dengan rasa kurma yang manis.

فبال عليه  Lalu anak itu mengencingi bajunya, فدعا بماء فأتبعه lalu Nabi mengguyur bekas kencing itu dengan air.

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran, antara lain:

start="1">
  • Menyayangi anak kecil, dan memperhatikannya. Nabi Muhammad saw meletakkan anak itu dalam pelukannya dan mentahniknya
  • Bersabar menghadapi perilakunya, tidak membalasnya, karena belum mukallaf (bertanggung jawab).
  •  

    عن أسامه بن زيد ـ رضي الله عنهما ـ قال : ” كان رسول الله ـ صلى الله عليه وسلم ـ يأخذني فيقعدني على فخذه ، ويقعد الحسن ابن عليّ على فخذه الأخرى ، ثم يضمهما ، ثم يقول : اللهم ارحمهما ، فإني أرحمهما ”  رواه البخاري

    Dari Usamah bin Zaid RA, berkata: Rasulullah saw pernah mengangkatku dan mendudukkan aku di atas pahanya, dan Hasan bin Ali duduk di paha yang lain, kemudian Rasulullah saw memeluk kami berdua, dan bersabda: Ya Allah sayangilah keduanya, karena sesungguhnya aku menyayanginya. (HR. Al Bukhari)

    Penjelasan:

    عن أسامه بن زيد Dari Usamah bin Zaid bin Haritsah, dipanggil pula

    الحِب ابن الحِب      kesayangan putra kesayangan Rasulullah SAW, -lalu Rasulullah mendudukkan aku di atas pahanya dan Al Hasan bin Ali duduk di paha lainnya. Hal ini menunjukkan perhatian dan cinta Rasulullah kepada keduanya.

    Usamah lebih tua dari Al Hasan. Mayoritas pendapat tentang umur Al Hasan adalah ketika Rasulullah saw wafat ia berusia  8 (delapan) tahun, sedangkan Usamah ketika itu berusia 19 (sembilan belas) tahun. Rasulullah saw memeluk keduanya kemudian berdoa: ”Ya Allah sayangilah keduanya, karena sesungguhnya kami menyayanginya dan mengasihinya.

    Hadits ini berisi tentang keutamaan Usamah bin Zaid dan Hasan bin Ali, dengan curahan cinta Rasulullah saw kepada keduanya.

    Dari hadits ini dapat diambil pelajaran, antara lain:

    Bahwa meletakkan anak kecil di pangkuan adalah salah satu bentuk rahmat dan kasih sayang. Hal ini membuktikan rasa cinta.

    (hdn)

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 10/10/2011 | 13 Dhul-Qadah 1432 H

    RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

    Syariah Muslim: Hadits-Hadits yang Terkait dengan Sabar (bagian ke-1)


    (cipto.net)

    dakwatuna.com – Sebelum membahas mengenai hadits-hadits tentang sabar, mari kita simak dahulu firman Allah SWT dalam beberapa ayat Al-Qur’an berikut ini.

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴿٢٠٠﴾

    “Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu…” (QS. Ali Imran: 200)

    وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٥﴾

    “Sungguh, akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan, berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 155)

    قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ ﴿١٠﴾

    “…Sesungguhnya, hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)

    وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ﴿٤٣﴾

    “Tetapi, orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya, (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.” (QS. Asy-Syuura: 43)

    إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ ﴿١٥٣﴾

    “…Sesungguhnya, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)

    وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ

    “Dan sesungguhnya, Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu…” (QS. Muhammad: 31)

    Dan, masih banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang berisi perintah untuk bersabar serta menjelaskan keutamaan sabar. Mari kita mulai bahas mengenai hadits tentang sabar.

    وعن أبي مالك الحارث بن عاصم الأشعري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الطهور شطر الإيمان والحمد لله تملأ الميزان وسبحان الله والحمد لله تملآن أو تملأ ما بين السموات والأرض والصلاة نور والصدقة برهان والصبر ضياء والقرآن حجة لك أو عليك كل الناس يغدو فبائع نفسه فمعتقها أو موبقها رواه مسلم

    Abu Malik Al-Harits bin ‘Ashim Al-Asy’ari RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kesucian itu sebagian dari iman, dan kalimat alhamdulillah memenuhi timbangan. Kalimat subhanallah dan alhamdulillah memenuhi ruang yang ada di antara langit dan bumi. Shalat itu cahaya, sedekah itu bukti, sabar itu cerminan, Al-Qur’an itu hujjah yang akan membela atau menuntutmu. Setiap manusia bekerja. Ada yang menjual dirinya, ada yang membebaskan dirinya, dan ada pula yang menghancurkan dirinya.” (HR. Muslim)

    Pelajaran dari Hadits:

    1. Wudhu memiliki kedudukan yang utama dalam Islam. Ia menjadi syarat sahnya shalat.
    2. Dzikir adalah amal ibadah yang utama.
    3. Hadits di atas mengandung anjuran untuk memperbanyak shalat, karena shalat adalah cahaya yang menerangi kehidupan seorang muslim. Shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar, juga akan membimbing orang yang mendirikannya untuk mengikuti kebenaran dan mencegah kerusakan.
    4. Sabar adalah sifat yang utama.
    5. Al-Qur’an adalah sumber hukum yang pertama dan utama, tempat kembali saat terjadi pertikaian, dan undang-undang bagi umat Islam.
    6. Melalui sabdanya, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk memperbanyak sedekah, karena sedekah adalah bukti kejujuran dan keikhlasan seorang muslim.
    7. Setiap manusia harus bekerja dan mencari rezeki agar tidak tergantung atau meminta-minta pada orang lain.
    8. Setiap muslim harus mengisi usianya dengan berbagai aktivitas ibadah kepada Allah SWT.

    – Bersambung

    (hdn)

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 30/4/2012 | 08 Jumada al-Thanni 1433 H

    RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

    Dakwah Muslim: Enam Perusak Ukhuwah

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 9/10/2007 | 28 Ramadhan 1428 H

    RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

    Dakwah Islam: Rintangan Dakwah (bagian ke-1)

    dakwatuna.com - Jalan dakwah adalah jalan yang mulia dan berharga, dan dakwah adalah jalan ke surga yang diridhai Allah. Namun, bersama dengan segala keistimewaannya jalan dakwah dipenuhi dengan segala hal yang dibenci dan dimusuhi oleh hawa nafsu. Ia bukanlah sekedar jalan biasa yang indah dan ditaburi bunga-bunga yang wangi. Karena dilihat dari sisi manapun jalan dakwah akan selalu menemui banyak rintangan yang akan menghalanginya dan menjauhkan orang yang berjalan di atasnya dari jalan mulia tersebut.

    Oleh karena itu, sebagai seorang muslim yang telah melekat keimanannya di dalam diri dan hatinya, maka kita seharusnya sadar dan bertanggung jawab terhadap Islam dan mencari jalan dakwah yang hendak dilaluinya dengan mengetahui manhaj dan beriltizam dengannya. Sehingga kita tidak akan tergelincir dan tersesat serta terjatuh dalam sebuah rintangan-rintangan yang menghalanginya.

    1. Manusia berpaling dari dakwah

    Rintangan pertama di jalan dakwah yang selalu dihadapi oleh para da’i ialah berpalingnya manusia dari mereka dan tidak mempedulikan apa yang didakwahkan kepadanya. Dalam bahasa yang lain disebutkan bahwa objek dakwah kita lari karena keberadaan kita, kenapa itu terjadi dan apa yang seharusnya kita lakukan? Sebelum menjawab pertanyaan itu yang harus kita lakukan sebagai da’i adalah mempersiapkan diri di atas jalan dakwah dengan segala bekal yang ada dan teruslah sabar dan bersabar, karena mungkin saja inilah ujian bagi kita. Ambillah teladan dan qudwah hasanah pada diri Rasulullah saw dalam urusan dakwah ini, karena Ia adalah manusia yang sangat tinggi derajatnya, ideal dan mulia. Dari sirah, ternyata Rasulullah saw terus melancarkan dakwahnya kepada qabilah-qabilah dan suku-suku bangsa Arab walaupun pada akhirnya banyak dari mereka yang menolaknya dan malahan mereka memperolok-olokkannya. Bahkan ketika Rasulullah saw dilempari batu oleh kaum Thaif dan sampai berdarah, malaikat Jibril menawarkan dirinya untuknya untuk menghukum mereka. Namun, Rasulullah saw tidak menyetujuinya, kemudian malaikat Jibril bertanya, “kenapa ya Rasulullah?”, karena saya masih berharap dan berdoa semoga saja akan ada seseorang yang keluar dari tulang sulbi mereka yang menyembah Allah.

    Juga dapat diambil teladan yang baik dari kisah-kisah yang dihidangkan oleh Al-Qur’an tentang bagaimana unggulnya kesabaran nabi Nuh as dalam menyeru kaumnya kepada agama Allah. Dia sanggup bertahan selama 950 tahun, walaupun mereka akhirnya banyak yang menolak dan mengganggunya, bahkan istri dan anaknya pun menolaknya.

    Firman Allah SWT:

    “Nuh berkata: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang. Maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran). Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mengampuni   mereka, mereka memasukkan anak jari mereka ke dalam telinganya dan menutupkan bajunya (kemukanya) dan mereka tetap (mengingkari) dan menyombongkan diri dengan sangat. Kemudian sesungguhnya aku telah menyeru mereka (kepada iman) dengan cara terang-terangan. Kemudian sesungguhnya aku (menyeru) mereka (lagi) dengan terang-terangan dan dengan diam-diam.” (QS. Nuh: 5-9).

    Demikianlah kesabaran nabi Nuh as tatkala menyeru kaumnya kepada Allah siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan tanpa jemu dan putus asa.

    Allah telah mewajibkan kepada para da’i untuk senantiasa menyampaikan dakwah Islam kepada manusia dan mereka (para da’i) tidak berkewajiban akan keberhasilannya dan hanya Allah swt saja yang berkuasa memberi hidayah.

    “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Al Baqarah 256).

    – bersambung…

     

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 2/5/2012 | 11 Jumada al-Thanni 1433 H

    RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

    Dakwah Islam: OKI Kecam Pembantaian Warga Afghanistan


    Sekjen OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu (Reuters)

    dakwatuna.com – Jeddah. Sekretaris Jendral Organisasi Konferensi Islam (Sekjen OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu mengecam keras aksi pembantaian warga sipil Afghanistan yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat (AS) di Kandahar, Afghanistan pada akhir pekan lalu.

    Ihsanoglu mengakui, dirinya sangat terkejut dengan adanya peristiwa yang menewaskan para warga sipil, di antaranya adalah perempuan dan anak-anak 11 Maret di Provinsi Kandahar, Afghanistan. Demikian seperti dikutip dari rilis OKI yang diterima okezone, Rabu (14/3/2012).

    Sekjen OKI juga menyampaikan belasungkawa yang sedalamnya kepada keluarga korban yang tewas akibat insiden mengerikan itu serta Pemerintah Afghanistan. Ihsanoglu juga berharap para korban yang terluka akibat peristiwa penembakan itu agar segera pulih. Selain menyampaikan belasungkawa, dirinya pun mendesak diadakannya penyelidikan yang mendetil agar tersangka dapat dibawa ke pengadilan. Sekjen OKI menilai, penyelidikan harus segera dilakukan guna menghindari terjadinya peristiwa pembantaian yang sama di Afghanistan.

    Peristiwa pembantaian warga Afghanistan tampak menuai kecaman dari beberapa negara. Para warga Afghanistan juga kerap memprotes aksi pembantaian itu dengan melakukan demonstrasi di Jalalabad pada Selasa kemarin.

    AS sebelumnya berniat untuk mengadili tersangka di pengadilan militer, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan, tersangka akan divonis hukuman mati karena perbuatannya yang membunuh 16 warga sipil Afghanistan. (AUL/Aulia Akbar/OZ)

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 14/3/2012 | 21 Rabbi al-Thanni 1433 H

    RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

    Artikel Syariah: Stop Galau!

    dakwatuna.com - Fenomena galau sekarang ini semakin banyak melanda. Bahkan tak hanya kalangan ABG yang galau gara-gara di putus pacarnya, fenomena galau merangsek ke semua kalangan tak pandang bulu dari anak-anak bau kencur hingga kakek nenek. Setiap manusia yang hidup di planet bumi ini pasti punya masalah, namun hanya orang-orang yang cerdaslah yang mampu mengatasi masalah dengan tepat. Bukan malah dari masalah, karena jika kita lulus dari suatu masalah pasti ada hikmah dan melahirkan kedewasaan.

    Sebagai umat muslim tak sepantasnya selalu mengeluh tanpa ada usaha untuk menyelesaikan suatu masalah apapun bentuknya. Apalagi mengadukan permasalahan tidak pada tempatnya, bisa-bisa fatal akibatnya, atau juga memendam masalah begitu saja yang malah menjadikan ‘bom waktu’ yang bisa meledak kapan saja. Maka tak heran jika ada mau bunuh diri gara-gara “gak punya pulsa”? T-T.

    Sungguh Islam datang sebagai solusi atas segala permasalahan, asalkan kita mau belajar dan bersungguh-sungguh mengkajinya dengan benar. Maka berbahagialah orang-orang yang senantiasa dekat dengan ilmu, orang berilmu, atau senantiasa mengkaji dalam halaqah-halaqah ilmu. Karena dengan ilmulah kita bisa menjadi lebih bijak.

    Berikut ini Rasulullah mengajarkan kepada kita obat anti galau yang terangkum dalam kisah menarik: “Abu sa’id al-Khudri RA berkata, “Pada suatu hari Rasulullah SAW masuk masjid, tiba-tiba beliau berjumpa dengan seorang Anshar bernama Abu Umamah. Rasulullah bertanya, “Wahai Abu Umamah, mengapa kamu duduk-duduk di Masjid di luar waktu shalat?”, Abu Umamah menjawab,” karena kegalauan yang melanda hatiku dan utang-utangku, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda, “maukah aku ajarkan kepadamu beberapa bacaan, yang bila kamu baca, niscaya Allah akan menghilangkan rasa galau dari dirimu dan utang-utangmu?”. Abu Umamah berkata “Tentu mau, wahai Rasulullah.” Rasulullah bersabda “Pada waktu pagi dan sore ucapkanlah Allahumma inni a’udzubika minalhammi wal hazani wa a’udzubika minal ‘ajzi wal kasali wa a’udzubika minal jubni walbukhli wa a’u dzubika min ghalabatiddaini wa qahrirrijaali* (3X). Kemudian aku melakukan anjuran Nabi SAW, maka Allah menghilangkan rasa galau dari diriku dan melunasi utang-utangku.” Dikeluarkan oleh abu Dawud (Shahihul Jami’ 1300)

    Nah ternyata benar Islam itu sempurna bahkan peristiwa “galau” itu telah melegenda lebih dari 1400 tahun yang lalu. Maka aneh jika sekarang banyak ikut-ikutan galau padahal mengaku dirinya muslim tapi tak mencari tau ilmu penangkalnya. Bagaimana masih ingin terus-terusan dalam galau?

    Doa tersebut adalah salah satu dari doa Ma’tsur yang kita sebaiknya kita panjatkan di kala pagi dan petang. Masih banyak doa-doa lain yang terangkum di dalamnya yang Insya Allah banyak fadhillahnya (keutamaannya).

    “Suatu kaum yang duduk-duduk bersama dan berdzikir bersama niscaya para malaikat akan mengelilingi mereka, rahmat melimpah kepada mereka, turun ketenangan terhadap mereka dan Allah menyebut mereka kepada yang berada di sisiNya” (HR Muslim)

    Wallahu a’lam Bishawwab.

    Catatan Kaki:

    *Artinya: “Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa susah dan sedih, dan aku berlindung kepada-Mu dari rasa lelah dan malas, dan aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari lilitan utang dan tekanan orang lain”.

    Maraji’ : Al Ma’tsurat Kubra

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 25/5/2012 | 05 Rajab 1433 H

    RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

    Dakwah Muslim: Urdun Produksi Nuklir Damai

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 5/5/2008 | 29 Rabbi al-Thanni 1429 H

    RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

    Artikel Syariah: Akhlaq yang Baik (bagian ke-2): Menyayangi Manusia dan Hewan


    age-8866″ title=”kupu-kupu-2″ src=”kupu-kupu-2-250×205.jpg” tppabs=”http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/kupu-kupu-2-250×205.jpg” alt=”” width=”250″ height=”205″ /> class="wp-caption-text"> (myspace/tsigganos)

    Dari Abu Sulaiman Malik bin Al Huwairits RA berkata: Kami menemui Nabi Muhammad saw, ketika itu kami masih muda, rata-rata usianya. Kami berada bersama Nabi Muhammad saw selama dua puluh hari, sehingga ia menganggap kami telah rindu kepada keluarga kami, ia menanyakan kepada kami tentang keluarga yang kami tinggalkan. Lalu kami sampaikan kepadanya. Nabi Muhammad adalah orang yang sangat lemah lembut dan penyayang. Lalu bersabda: Pulanglah ke keluarga kamu semua, ajarkan kepada mereka, suruhlah mereka, dan shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat. Dan jika datang waktu shalat hendaklah ada salah seorang di antaramu mengumandangkan adzan, kemudian yang paling tua hendaklah menjadi imam. (HR. Al Bukhari)

    Penjelasan:

    عَنْ أَبِي سُلَيْمَانَ مَالِكِ ابْنِ الْحُوَيْرِثِ ـ رضي الله عنه   Al Laitsiy, tinggal di Bashrah.

    وَنَحْنُ شَبَبَةٌ Bentuk jama’ dari kata  seperti kata شاب pemuda. Seperti kata كتبة وكاتب para penulis. متقاربون  Berdekatan usianya.

    وكان رفيقاً Dengan fa’ lalu qaf, dari kata الرفق lemah lembut. Dalam riwayat lain وكان رقيقاً : dengan dua qaf, dari kata  الرقة :sensitif

    فعلموهم ” أي الشرع “  Ajarkan kepada mereka agama

    ” ومروهم ” أي بالمأمورات التي أمر الله تعالى بها  Suruhlah mereka dengan perintah-perintah Allah, antara lain: shalat, rukun kedua dalam Islam, ajarkan kepada mereka, suruhlah mereka mengerjakannya.

    ” وليؤمكم أكبركم ” سناً Hendaklah yang lebih tua usianya di antara kalian menjadi imam. Hal ini tidak menafikan prioritas yang paling mengerti As Sunnah, paling banyak hafalan Al Qur’an, paling menjaga agamanya. Jika mereka sama dalam hal ini maka diprioritaskan yang paling tua usianya.

    Dari hadits ini dapat diambil pelajaran:

    Keutamaan menyayangi sesama manusia –meneladani Rasulullah saw- dialah orang yang sangat lembut dan penyayang. Dan di antara kelembutan dan kasih sayangnya adalah perhatian kepada Malik bin Al Huwairits dan teman-temannya yang telah rindu kepada keluarganya . sehingga Nabi perintahkan kepada mereka: ” ارجعوا إلى أهليكم ” Pulanglah kepada keluarga kalian semua. Agar berbahagia dengan perjumpaan.

    2 ـ    عن أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضي الله عنه ـ  أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ـ صلى الله عليه وسلم ـ  قَالَ : بَيْنَا رَجُلٌ يَمْشِي اشْتَدَّ عَلَيْهِ الْعَطَشُ فَنَزَلَ بِئْرًا ، فَشَرِبَ مِنْهَا ، ثُمَّ خَرَجَ ، فَإِذَا هُوَ بِكَلْبٍ يَلْهَثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ ، فَقَالَ لَقَدْ بَلَغَ هَذَا الكلب من العطش مِثْلُ الَّذِي بَلَغَ بِي فنزل البئر ، فَمَلأَ خُفَّهُ ثُمَّ أَمْسَكَهُ بِفِيهِ ، فَسَقَى الْكَلْبَ فَشَكَرَ اللَّهُ لَهُ ، فَغَفَرَ لَهُ . قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَإِنَّ لَنَا فِي الْبَهَائِمِ أَجْرًا ؟ قَالَ : فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ ” رواه البخاري .

    Dari Abu Hurairah RA bahwasanya Rasulullah saw bersabda: Ketika seorang laki-laki berjalan ia mengalami dahaga yang sangat luar biasa. Lalu ia turun ke dalam sumur, minum airnya, lalu naik keluar. Tiba-tiba ia dapati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya karena kehausan. Ia berkata (dalam hati): anjing ini telah kehausan seperti kehausan yang aku alami. Lalu ia kembali turun ke dalam sumur, ia penuhi sepatunya dengan air, ia pegang dengan mulutnya, lalu diberikan minum untuk anjing itu. Allah membalasnya dan mengampuni dosanya. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah apakah kita mendapatkan pahala dari hewan-hewan ternak kita? Jawab Nabi: Dalam setiap hati yang basah terdapat pahala. (HR Al Bukhari)

    Penjelasan:

    ” ثم خرج ” : من البئر . Kemudian keluar dari sumur

    ” يلهث “Dengan tsa’ bertitik tiga, أي يخرج لسانه من العطش . artinya menjulurkan lidahnya karena kehausan   ” يأكل الثرى “dengan tsa’ bertitik tiga Makan tanah أي التراب الندي yang basah/lembab   .

    ” من العطش “  Karena rasa sangat haus yang menimpanya

    ” لقد بلغ هذا الكلب ” Anjing ini telah mengalami  .

    ” بفيه ” بفمهdengan mulutnya. ” فشكر الله له  ذلك “:أي جازاه عليه Allah membalasnya.

    ” فقالوا يا رسول الله وإن لنا في ” سقى ” البهائم أجراً ؟ Lalu para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, apakah kita mendapatkan pahala ketika memberi minum hewan ternak kita?

    Rasulullah saw menjawab: نعم . في كل ذات كبد رطبة ” أي في سقي كل حيوان ” أجر ” Ya dalam setiap memberikan minum hewan terdapat pahala.

    والرطوبة ـ هنا ـ كناية عن الحياة Kata basah adalah kata kinayah/pinjaman/istilah lain untuk kata hidup. Ada yang mengatakan:  Bahwa hati itu ketika haus, ia akan basah. Dengan alasan bahwa hati ketika dilemparkan ke dalam api akan tampak basah. Hal ini disebabkan karena api mengeluarkan bahan basahnya.

    Dari hadits ini dapat diambil pelajaran tentang keutamaan menyayangi hewan.

    – Bersambung

    (hdn)

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 22/9/2010 | 13 Shawwal 1431 H

    RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

    Artikel Islam: Taubat (Bagian ke-3): Yang Menyebabkan Dosa Kecil Menjadi Besar di Sisi Allah SWT

    Yang Menyebabkan Dosa Kecil Menjadi Besar di Sisi Allah SWT

    1. Jika dilakukan terus menerus

    dakwatuna.com - Allah SWT berfirman,

    وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ﴿١٣٥﴾

    align="left">“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.  (QS. Ali Imran: 135)

    Dosa besar yang hanya dilakukan sekali, lebih bisa diharapkan pengampunannya dari pada dosa kecil yang dilakukan terus menerus, jika seorang hamba meremehkannya. Setiap kali seorang hamba menganggap besar sebuah dosa niscaya akan kecil di sisi Allah, dan setiap kali ia menganggap remeh sebuah dosa niscaya akan menjadi besar di sisiNya.

    Abdullah bin Mas’ud RA berkata:

    “Seorang mukmin memandang dosanya bagaikan gunung yang akan runtuh menimpa dirinya, sedangkan seorang pendosa menganggap dosanya seperti seekor lalat yang mencolok di hidungnya, cukup diusir dengan tangannya.” (HR. Bukhari-Muslim).

    Bilal bin Sa’ad rahimahullah berkata:

    “Jangan kamu memandang kecilnya dosa, tapi lihatlah keagungan Zat yang kamu durhakai itu.”

    2. Jika seseorang melakukan dosa tanpa diketahui orang lain lalu ia menceritakannya dengan bangga kepada orang lain

    Jika dilakukan dengan bangga atau minta dipuji, seperti seseorang yang mengatakan: “Lihat, bagaimana hebatnya saya mempermalukan orang itu di depan umum!?” Atau seperti ucapan seorang pedagang: “Lihat, bagaimana saya bisa menipu pembeli itu!?”

    Rasulullah SAW bersabda:

    “Setiap umatku selamat kecuali orang-orang yang terang-terangan berlaku dosa. Dan di antara perbuatan terang-terangan melakukan dosa ialah jika seseorang berdosa di malam hari sementara Allah telah menutupi aibnya, namun di pagi hari ia merobek tirai penutup itu sambil berkata: “Hai Fulan, semalam aku melakukan ini dan itu.” (HR. Bukhari-Muslim).

    3. Jika yang melakukannya seorang alim yang menjadi panutan.

    Karena apa yang ia lakukan dicontoh oleh orang lain. Ketika ia melakukan dosa, maka ia juga mendapatkan dosa orang yang mencontohnya. Rasulullah SAW bersabda:

    “…dan barang siapa memberi contoh keburukan dalam Islam maka baginya dosa perbuatan itu dan juga dosa orang yang mencontohnya setelah itu tanpa dikurangi sedikit pun dosa itu dari pelakunya.” (HR. Muslim).

    – Bersambung

    (hdn)

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 13/2/2012 | 19 Rabbi al-Awwal 1433 H

    RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

    Artikel Muslim: Kesempurnaan Seorang Wanita (Bagian ke-1)


    (Danang Kawantoro)

    dakwatuna.com – Sebuah suara samar mengusik tidur wanita itu. Menerobos halus celah gendang telinga, dan perlahan membawanya dari alam mimpi menuju keterjagaan raga. Namun matanya masih terpejam dalam kantuk yang masih menggelayut dalam. Tak ingin ia hirau akan suara yang masih samar terdengar. Tapi sekian detik kemudian suara itu semakin terang dalam keterjagaan telinganya sekarang.

    “Tsabita.. Tsabita..”

    Tiba-tiba saja matanya mengerjap terjaga dengan begitu cepatnya. Kantuk yang mengikatnya dalam lelapnya mimpi, bertolak kilat meninggalkannya. Salah dengarkah ia? Mimpikah? Sambil mencubit tangannya, dia amati wajah teduh pemilik suara. Perempuan itu tidak bermimpi. Dia dalam keterjagaan yang sempurna.

    “Tsabita…” Nama itu kembali terucap dari lelaki di sampingnya. Begitu lirih. Begitu dalam. Begitu.., ah tak mampu ia menggambarkannya.

    Wanita itu tercekat. Airmata begitu saja menderas dari kedua matanya. Dadanya teramat sesak. Bumi seakan ditindihkan di atasnya. Rasa sakit yang begitu dalam menjajah hatinya. Sakit. Sakit sekali. Sakit yang takkan bisa dilukis dengan sempurna oleh kata. Dia mencoba menguasai dirinya. Tapi ia gagal. Isaknya semakin menjadi. Tubuhnya berguncang menahan keterguguan. Kemudian dengan bersegera ia meninggalkan tempat tidurnya. Khawatir jika lelaki pemilik sumber suara itu terbangun karenanya.

    Kran ia nyalakan. Suara air bergemericik mengalahkan isaknya. Dia terduduk lunglai di sana. Di dalam kamar mandi yang berada di luar kamar tidurnya. Maka menjadilah tangisnya. Yang dengannya, ia ingin mengeluarkan segala bongkah-bongkah pengganjal perasaannya. Ia ingin menjadikan air matanya itu sebagai hujan yang mengurai habis gumpalan mendung kelam yang ada di hatinya.

    Setelah seperempat putaran jam, barulah ia mulai bisa mengendalikan dirinya. Kejernihan hati mulai mengikis masuk dalam kebuntuan akal yang tadi rapat tertutup jerat emosi kewanitaannya. Perlahan ia beranjak mendekati kran. Menangkupkan kedua telapak tangannya dalam dingin dan sejuknya air wudhu di pertengahan malam itu. Khusyu’ ia basuhkan air itu di wajahnya. Ia biarkan dinginnya meresap hingga ke dalam hatinya. Ia ingin membuang segala perasaan marah, sedih, kecewa dalam tetesan air suci yang mengurai dari setiap pori anggota wudhunya.

    Dan kini wanita itu tersungkur dalam sujud panjangnya. Isakan itu menjadi lagi.

    “Subhaana Rabbiyal a’laa.. Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.. Maha Suci Engkau Ya Rabb.. Sungguh wanita penuh dosa ini kembali lagi mencari kesempurnaan dalam mata air Kesucian-Mu.. Dan dalam kekerdilan dan kerapuhan diri ini, izinkan hamba berlindung dalam Ketinggian dan Kesempurnaan cinta yang utuh menjadi milik-Mu..”

    Setelah salam dilafadzkan. Tertengadah kedua tangannya mengharap kucur Cinta-Nya. Tangan itu bergetar hebat seakan tak mampu menangkup doa yang diucap oleh lisannya dalam keterbataan isak kata.

    “Ya Rabbiy, Wahai Dzat Pemilik hati dan jiwa ini.. Hamba berserah pasrah kepadamu. Terhadap urusannya. Terhadap hatinya. Karena hanya Engkau yang berhak mengaruniakan cinta. Walaupun seluruh manusia mengeluarkan perbendaharaan hartanya untuk membantuku menebus cinta lelaki itu,, maka hamba tahu hal itu mustahil tanpa kehendak-Mu..”

    “Ya Rahman, sungguh hamba telah menjadikan Engkau sebagai wali dari setiap urusan hamba.. Hamba bermohon dengan segala Kemahabesaran-Mu agar Engkau berkenan melapangkan hati hamba.. Menyamuderakan cinta hamba.. Meluaskan kemaafan dan kesyukuran hamba.. Hingga hamba sanggup menerima segala beban penggelayut jiwa ini dengan segala sikap dan amalan yang Engkau Ridhoi saja.. Tanpa dengan kecemburuan yang membuta..Tanpa dengan kemarahan yang membara.. Tanpa dengan kekecewaan yang mematikan rasa.. Dan dengan tanpa mengurangi bakti dan kecintaan hamba pada suami hamba..

    Ridhokan hamba atas apa yang mampu ia berikan pada hamba. Jangan jadikan hamba wanita yang tidak bisa mensyukuri pemberiannya. Berikan hamba kecintaan terhadap apa yang menjadi kecintaannya.. Berikan hamba kecintaan terhadap apa yang menjadi kecintaannya.. Berikan hamba kecintaan terhadap apa yang menjadi kecintaannya.. Tercekat suara wanita itu. Ia biarkan air matanya meneruskan setiap doa yang masih ingin ia panjatkan setelahnya.. Dan tanpa sadar ia pun tertidur dalam kelelahan jiwa raga.

    Suara alarm dari kamar tidurnya membangunkan wanita itu untuk kali kedua. Dia pun beranjak dari mushalla kecilnya dan bersegera menuju kamarnya. Lelaki yang telah menjadi suaminya selama hampir empat tahun itu masih pulas tertidur di sana. Terlalu lelah sepertinya, hingga suara alarm tak berhasil membangunkannya seperti sepertiga malam lainnya.

    Wanita itu menatap dalam-dalam ke wajah itu. Air mata yang ingin menyeruak, ia tahan sekuatnya. Ia takkan menangis di depan imamnya. Lelaki luar biasa. Lelaki terbaik yang pernah ia kenal dalam hidupnya. Yang dalam tiga tahun masa panjang pernikahannya tak pernah sedikit pun kata-kata kasar meluncur dari bibirnya. Yang selalu menjaganya dengan penjagaan sempurna. Yang selalu menerima segala kekurangannya tanpa menghakimi dan mencari pembandingnya. Yang menumbuhkannya dengan ilmu dan menuntunnya untuk selalu menjadi muslimah yang semakin dewasa keimanannya dan semakin indah akhlaqnya dari waktu ke waktu.

    Wanita itu ingin selalu mensyukuri setiap hal yang suaminya telah beri. Ia tahu bahwa suaminya senantiasa mengusahakan yang terbaik untuknya. Apapun segala kebaikan yang bisa diberikan oleh lelaki itu, selama ini telah ia terima dengan sempurna. Namun malam ini wanita itu terantuk pada kenyataan, bahwa hati lelaki itu bukanlah untuknya. Kecintaan lelaki itu bukanlah miliknya. Walaupun sesaat lalu dia masih dalam keyakinan bahwa dialah ratu hati lelaki itu. Yang kemudian baru saja ia tersadar bahwa itu hanyalah fatamorgana semu.

    Tsabita..

    Perempuan masa lalu itu ternyata masih menempati ruang tertinggi di hati lelaki berwajah teduh ini. Perempuan yang namanya tidak pernah tersebut dalam lisan suaminya di waktu sadarnya  selama masa panjang bilangan tahun pernikahannya. Perempuan yang ia yakini bahwa suaminya telah mengusahakan segala hal yang bisa ia lakukan untuk mengeluarkannya dari hati, agar hanya ia satu-satunya wanita yang menempati singgasana dalam jiwa si lelaki. Dan wanita itu sadar, bukan salah suaminya jika pada akhirnya ia tidak mampu. Bukan salah lelaki itu jika cinta untuk perempuan itu masih melekat dengan erat di palung sukmanya. Sungguh bukan salahnya. Karena hak Dia seutuhnya untuk mengaruniakan cinta kepada apa dan sesiapa yang menjadi Kehendak-Nya.

    Yah, rasa sakit itu ada. Kecemburuan yang begitu dalam pun telah sangat menyiksanya. Namun wanita ini segera tersadar, bahwa dulu sebelum ia menerima pinangan si lelaki, ia telah mengetahui resiko ini. Lelaki ini berkata jujur padanya akan semua masa lalunya sejak awal kedatangannya. Dan waktu itu, wanita ini telah menyalakan azzam untuk menerima segala konsekuensi atas pilihannya. Dan kini saatnya ia harus membuktikan semuanya.

    Perlahan ia dekati sosok itu. Ia cium keningnya. Takzim. Sebagaimana suaminya selalu melakukannya saat membangunkannya. Lelaki itu membuka matanya. Tersenyum padanya. Perlahan bangkit dari posisi tidur dan berdiri menjajari istrinya.

    “Yah, keduluan Ummi deh bangunnya. Afwan ya Sayang..” canda lelaki itu sambil meraih kepala istrinya. Membalas mencium kening wanita itu.

    “Ga papa juga dong sekali-kali Ummi yang dapat pahala membangunkan. Masa Abi terus yang memborong pahala..” wanita itu tersenyum manja, menggelayut tangan suaminya.

    “Yee, ga mau kalah ni ceritanya? Baiklah, besok-besok Ummi terus aja deh yang bangunin.  Abi sih rela-rela aja setiap pagi dibangunkan oleh kecupan seorang bidadari..” sambil mengelus kepala istrinya.

    “Ogah ah. Ntar Abi ngrasa jadi sleeping beauty lagi. Eh sleeping handsome ding.. hehe.. ”

    “And the beast.. hehehe..” Mereka tertawa bersama

    “Eh Mi, Ummi habis nangis? Matanya kok sembab gitu?” Lelaki itu tiba-tiba menghentikan tawanya.

    Wanita itu diam sejenak. Berpikir bagaimana harus menjawabnya. Tapi senyumnya masih ia kembangkan, untuk menutupi segala kebingungan.

    “Yah ketahuan ya? Iya Bi, Ummi tadi udah mencuri start shalat malam duluan. Tapi baru 2 rakaat kok. Ummi menangis karena Ummi tiba-tiba tersadar, betapa baiknya Allah sama Ummi. Mengaruniakan seorang lelaki luar biasa.. Lelaki surga.. Ah udah Bi, buruan ambil wudhu gih..”

    “Hffh.. Abi yang harus jauh lebih banyak bersyukur kepada Allah Mi.. Karena Allah telah mengizinkan Abi untuk didampingi seorang wanita yang sebaik dan seindah Ummi..” Menatap dalam-dalam ke mata wanita itu. Kemudian sekali lagi mencium keningnya dan segera beranjak mengambil air wudhu.

    Di sepertiga malam terakhir itu, wanita tersebut meminta imamnya agar membaca surat Ar-Rahman. Fabiayyi aalaa-I rabbikumaa tukadzdzibaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

    Seiring berulangnya kalimat itu dilafadzkan, semakin tergugu mereka berdua tenggelam dalam kedalaman maknanya. Semakin mereka merasa begitu kecil di hadapan Rabb-Nya. Hingga sebelum selesai surat itu dibaca pada rakaat pertama, lelaki itu sudah kehilangan suaranya. Tertelan oleh airmata yang mengalir tanpa bisa ditahannya. Membanjir memenuhi tenggorokannya. Dan akhirnya mereka berdiri dalam diam. Hanya isak mereka berdua yang terdengar semakin keras mengguncang.

    Ya Rabb, ampuni kesyukuran kami yang hanya setetes saja, padahal Engkau telah memberikan kami nikmat yang luas menyamudera… Maafkan Ya Rahman.. Maafkan..

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 12/1/2011 | 06 Safar 1432 H

    RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

    Artikel

    • Syariah Islam: Mari Bahagia

      . dakwatuna.com – Sahabat, berbahagialah menikmati setiap tarikan napas yang kau hirup pagi ini. Karena banyak orang pada saat yang sama justru kesulitan bernafas dan mengandalkan tabung oksigen. Berbahagialah menikmati hidangan hangat di meja makan pagi ini. Karena pada saat yang sama banyak di antara saudara-saudara kita yang justru kebingungan hari ini apa yang akan
    • Dakwah Islam: Pidato Netanyahu di Depan PBB Penuh Kebohongan

      Sumber: http://www.dakwatuna.com | 25/9/2009 | 05 Shawwal 1430 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com
    • Dakwah Islam: 13 Sifat Bisnisman Yang Tidak Disukai Mitra

      nicode-bidi: embed;” dir=”ltr”>Sikap bohong bukan ciri seorang beriman. Rasulullah saw. ketika ditanya apakah ada seorang yang beriman berbohong, kata Nabi tidak ada. Ini menunjukkan bahwa tindakan berbohong adalah bertentangan dengan keimanan. Dengan kata lain tidak terbayang seorang yang mengaku beriman kepada Allah dan yakin bahwa Allah mengetahui segala perbuatannya, ia berbohong. Dengan demikian ketika seseorang
    • Artikel Islam: Memilihkan Kisah Yang Mendidik

      Oleh Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nurhuda Kisah, keterkaiatannya dengan pendidikan anak, memiliki peran yang sangat penting, lantaran kisah juga merupakan salah satu metode pengajaran. Dalam Al-Qur`an, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengajarkan berbagai kisah dari umat-umat terdahulu. Sehingga secara langsung bisa dipahami, bahwa Islam memberikan perhatian yang besar terhadap masalah ini, yaitu dengan menyebutkan kisah-kisah
    • Artikel Syariah: Kebahagiaan Hidup: Umur Yang Barokah

      (nubogalalakon.wordpress.com) dakwatuna.com – Bulan April adalah bulan kelahiranku. Bulan ini beberapa kali aku mendapat kiriman email otomatis dari “Causes”, salah satu application di Facebook yang kuikuti. Walaupun hanya sekali saja ikut dalam diskusinya waktu itu, tetapi mereka secara otomatis me-link tanggal lahirku dalam aplikasinya. “April 19 is coming up. Happy (Almost) Birthday! With a Birthday Wish your friends
    • Artikel Islam: Orang-Orang Yang Disyariatkan Untuk Berkurban Dan Kapan Waktu Penyembelihan Kurban ?

      Oleh Dr Abdullah bin Muhammad Ath-Thayyar Waktu penyembelihan kurban mulai dari setelah ‘Id di hari raya kurban sampai terbenam matahari pada hari terakhir Tasyriq yaitu tanggal 13 Dzulhijjah. Sehingga hari penyembelihan adalah empat hari : satu hari di hari raya kurban setelah shalat ‘Id dan tiga hari setelahnya. Barangsiapa menyembelih kurbannya sebelum selesai shalat ‘Id
    • Artikel Islam: Hukum Thiyarah (Tathayyur, Menganggap Sial Karena Sesuatu)

      Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas Ahlus Sunnah tidak percaya kepada thiyarah atau tathayyur. Tathayyur atau thiyarah yaitu merasa bernasib sial karena sesuatu. Diambil dari kalimat: زَجَرَ الطَّيْرَ (menerbangkan burung). Ibnul Qayyim (wafat th. 751 H) rahimahullah berkata: “Dahulu, mereka suka menerbangkan atau melepas burung, jika burung itu terbang ke kanan, maka mereka menamakannya
    • Artikel Islam: Sepenggal Kisah di Taman Surga

      Sisa TPQ Raudhatul 'Amal Cadek Permai pasca tsunami. 04.50 Pagi, dakwatuna.com - Aku bangun dari tidur di atas meja kantor setelah setengah jam yang lalu baru saja kerja lembur menyusun APBD Tahun Anggaran 2005, beberapa hari kami diperintahkan untuk kerja siang malam karena deadline yang harus dipenuhi. Setelah cuci muka, aku minta izin atasan dan
    • Artikel Islam: Pembagian Harta Waris Yang Tertunda

      Redaksi Yth Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh Kami tujuh bersaudara, 3 wanita 4 pria. Abang keempat baru meninggal dunia dan meninggalkan seorang anak dan istri. Sudah hampir sepuluh tahun kedua orang tua kami wafat, dengan mewariskan harta berupa rumah dan kebun. Yang saya tanyakan, bagaimana menurut pandangan Islam apabila kedua orang tua sudah meninggal dunia, tetapi
    • Dakwah Islam: Peran dan Tanggung Jawab Wanita Muslimah (bagian ke-1)

      Sumber: http://www.dakwatuna.com | 15/5/2010 | 02 Jumada al-Thanni 1431 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com
    • Artikel Islam: Qiyamul Lail (Shalat Malam)

      Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Shalat malam termasuk sunnah yang sangat dianjurkan. Ia termasuk ciri-ciri orang-orang yang bertaqwa. Allah berfirman: إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍآخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada
    • Artikel Islam: Kurma Sering Digunakan Sebagai Simbol Kebaikan Dalam Islam

      Oleh Abu Zubair Zaki Rakhmawan . Kurma Sering Digunakan Sebagai Simbol Kebaikan Dalam Islam Kurma adalah termasuk kebutuhan pangan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat Arab sebagai makanan pokok, oleh karena itu kurma termasuk bahan makanan untuk zakat fitrah. Sebagaimana hadits. “Artinya : (Kategori makanan yang termasuk) zakat itu ada empat macam, tepung gandum, terigu, kismis,
    • Dakwah Muslim: Memilih Karena Sogokan

      ُلٌ بَايَعَ إِمَامًا لَا يُبَايِعُهُ إِلَّا لِدُنْيَاهُ إِنْ أَعْطَاهُ مَا يُرِيدُ وَفَى لَهُ وَإِلَّا لَمْ يَفِ لَهُ
    • Artikel Islam: Jadwal Shalat Subuh Dipermasalahkan

      Oleh Abu Ibrohim Muhammad Ali AM Hafidzahullah MUQODDIMAH Salah satu syarat sahnya shalat adalah masuknya waktu shalat tersebut. Apabila shalat dilakukan sebelum waktunya atau sesudah waktunya berlalu maka tidak sah. Allah Subha ahu wa Ta’ala berfirman. إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا “Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”
    • Artikel Islam: Hukum Zakat Perhiasan Yang Diproyeksikan Untuk Dipakai Dan Belum Dizakati

      Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Pertanyaan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya menjual emas yang beberapa waktu sebelumnya saya pakai dan belum mengeluarkan zakatnya. Saya mohon agar Anda menerangkannya kepada saya bagaimana menzakati harta itu, perlu diketahui bahwa saya menjualnya seharga empat ribu real .? Jawaban Jika Anda
    • Artikel Islam: Terpasung Derita Onani

      Redaksi Yth Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh Saya memiliki persoalan besar. Menyangkut melakukan masturbasi dan onani. Bagaimana hukumnya dalam Islam? Apakah hukumnya sama dengan zina? Apa yang harus saya lakukan, karena saya ingin bertaubat? 08569115xxxx Jawab. Perbuatan onani , sangat jelas merupakan perilaku buruk. Hukumnya haram. Sebab merupakan jalur yang salah dalam pelampiasan hasrat seksual. Allah
    • Artikel Islam: Hukum Memakai Gelang-Gelang Kuningan Untuk Mengatasi Reumatik

      Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz kepada saudara….semoga Allah memberi kesejahteraan dan kasih sayang kepadanya. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Suratmu telah sampai kepadaku –semoga Allah memberikan ridha-Nya kepadamu- dan aku telah melihat lembaran-lembaran yang berisikan penjelasan mengenai spesifikasi gelang-gelang kuningan yang muncul akhir-akhir ini untuk mengatasi reumatik.
    • Artikel Islam: Para Penyeru ke Neraka Jahanam

      Sumber: http://www.dakwatuna.com | 15/11/2007 | 05 Dhul-Qadah 1428 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com
    • Dakwah Muslim: Menegakkan Keadilan

      Sumber: http://www.dakwatuna.com | 6/8/2007 | 23 Rajab 1428 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com
    • Artikel Islam: Ramadhan di Pagi Hari

      dakwatuna.com Hari ini aku bertengkar dengan pagi, Tau kenapa? karena dia mengajakku membuai mimpi lagi, meneruskan mimpi malam yang tak sempurna, “tak usah kau hiraukan mentari yang meninggi” katanya. aku pun diam tak memberi janji Tiba-tiba temanku mengomentari, “kadang aku mengalah pada pagi” Kemudian, aku berusaha menimpali, “jika satu bulan ini, aku selalu mengalah pada
    • Artikel Syariah: Tadabbur Al-Qur’an: Surah Al-’Ashr

      irm(‘http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2010/12/jam-waktu-awan.jpg \n\nThis file was not retrieved by Teleport VLX, because it did not meet the project\’s file type specifications. \n\nDo you want to open it from the server?’))window.location=’http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2010/12/jam-waktu-awan.jpg’” tppabs=”http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2010/12/jam-waktu-awan.jpg” rel=”shadowbox;player=img;” title=”jam-waktu-awan”> dakwatuna.com - Dalam hidup yang singkat ini, banyak orang terlena dengan nikmat usia yang dimilikinya. Padahal, kata pepatah Arab, manusia tak ubahnya dari sekumpulan hari-hari.
    • Artikel Muslim: Hamba Tak Sempurna

      dakwatuna.com bukan mata yang terpejam dalam istirahat panjang bukan mimpi indah yang teratur karena lelah aku lengah dan lupa akan kenyataan tak sempat menyapa dalam sua dingin membisu kalbu yang layu dan lesu hingga tak mendengar seruan kebenaran aku bangkit dari keterpurukan dari lunglai yang membinasakan menjauh dari hati yang lumpuh dalam nyenyeknya fatamorgana dan
    • Dakwah Muslim: Akan Dirilis “Fetih 1453″, Film tentang Pembebasan Konstantinopel

      age-17346″ title=”fetih1453″ src=”fetih1453-250×205.jpg” tppabs=”http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2011/12/fetih1453-250×205.jpg” alt=”” width=”250″ height=”205″ /> Cuplikan film "Fetih 1453" (facebook.com/1453fetihfilm) dakwatuna.com - “Konstantinopel akan dibebaskan di tangan seorang laki-laki. Maka sebaik-baik pemimpin adalah pemimpin yang membebaskan kota itu. Dan sebaik-baik tentara adalah tentaranya.”(HR. Ahmad) Hadits di atas disampaikan dari lisan Rasulullah SAW kepada para sahabat lebih dari 1400 tahun yang lalu. Hadits
    • Artikel Islam: Bolehkah Hadits Dhaif Diamalkan Dan Dipakai Untuk Fadhaailul A’maal [Keutamaan Amal] ?

      Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Bagian Pertama dari Tiga Tulisan 1/3 Para ulama Ahli Hadits berusaha mengumpulkan dan membukukan hadits-hadits lemah dan palsu dengan tujuan agar kaum Muslimin berhati-hati dalam membawakan hadits yang disandarkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan agar tidak menyebarluaskan hadits-hadits itu hingga orang menyangkanya sebagai sesuatu yang shahih
    • Dakwah Muslim: Upacara 40 Hari Orang Yang Telah Meninggal

      YRS Pertanyaan: Assalamu‘alaikum, apakah tahlilan untuk 40 harian/1000 harian orang yang sudah meninggal itu benar atau tidak? Terimakasih atas jawabannya. Jawaban: Assalamu ‘alaikum Wr. Wb. Bila kita meneliti nash-nash syariat tentang dasar hukum untuk mengadakan berbagai ritual pasca kematian seseorang, entah itu tujuh hari, 40 hari, setahun dan tiap ualng tahun kematiannya(haul) atau 1000 hari,
    • Artikel Islam: Kriteria Binatang Yang Haram Di Makan

      Oleh Ustadz Nurul Mukhlisin Asyraf Makanan mempunyai pengaruh yang besar pada diri seseorang. Bukan saja pada badannya, tetapi pada perilaku dan akhlaknya. Bagi seorang muslim, makanan bukan saja sekedar pengisi perut dan penyehat badan, sehingga diusahakan harus sehat dan bergizi sebagaimana yang dikenal dengan nama “Empat sehat lima sempurna”, tetapi selain itu juga harus halal.
    • Dakwah Islam: Ketua PBNU Doakan Hidayat-Didik Jadi Pemimpin Jakarta

      Hidayat Nur Wahid cagub DKI Jakarta bersama pasangannya Didik J Rachbini berbincang dengan ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj ketika mengunjungi kantor PBNU DKI Jakarta, Kamis (26/4). Hidayat-Didik merangkul berbagai ormas dan berbagai elemen masyarakat untuk maju di Pilkada DKI juli mendatang. (KHAIRUDDIN SAFRI) dakwatuna.com – Jakarta. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyatakan terbuka
    • Dakwah Islam: Waktu Pembayaran Zakat Fitrah

      Assalamualaikum wr. wb. Mohon bimbingan dan petunjuknya dari ikhwan2 yang shaleh dan di muliakan oleh Allah. Apakah zakat fitrah bisa di lakukan kapan saja saat bulan ramadhan sebelum shalat i'ed Maksud saya, apa harus di lakukan saat puasa saja sehingga tidak sah saat setelah berbuka selama ramadhan  Dan berapa kali kita harus melakukannya dalam bulan ramadhan Kalo ada hadist yang
    • Artikel Syariah: Rintangan Dakwah (bagian ke-2)

      dakwatuna.com - Allah menjadikan manusia sebagai makhluk yang memiliki banyak keistimewaan dibanding makhluk Allah yang lainnya. Manusia dibekali akal dan pikiran yang membuatnya istimewa. Manusia dituntut untuk berpikir atas segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Dan dari situlah manusia akan menemukan pilihan hidup yang akan dipilihnya. Di sinilah medan jihad dan lapangan perjuangan. Dan di situlah
    • Artikel Islam: Penjualan Kredit Dengan Tambah Harga

      Oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani “Artinya : Barangsiapa menjual dua (harga) penjualan di dalam satu penjualan, maka baginya (harga,-pent) yang paling sedikit atau (kalau tidak mau, maka harga yang lebih tinggi adalah, -pent) riba” Hadits di atas diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah di dalam “Al-Mushannaf (VI/120/502)”, Abu Daud dari Ibnu Abi Syaibah
    • Artikel Islam: Alasan Yang Membolehkan Seseorang Tidak Berpuasa : Musafir, Dalil-Dalil Membolehkan Tidak Berpuasa

      Oleh Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar Pengantar Tentang Beberapa Alasan Yang Membolehkan Seseorang Untuk Tidak Berpuasa Puasa merupakan ibadah yang cukup berat, dalam menjalankannya membutuhkan ketegaran dan kesabaran. Sebagian orang tidak sanggup menjalankannya. Dan untuk menjalankan Sunnah Islam yang berdiri di atas kemudahan dan peniadaan kesulitan dari umat manusia, maka Allah Subhanahu wa
    • Artikel Islam: Muhasabah Hatiku…

      dakwatuna.com - Ikutilah orang-orang yang gembira, dan berlindunglah pada kesabaran niscaya akan bahagia. Yang menggelapkan hari-hari dihujat tanpa alasan yang jelas. KAU baik kepada kami meski tak pernah dibalas terima kasih dan KAU cegah kami dari dosa, tapi kami tak pernah merasa berdosa. Dalam pembuatannya, kebijaksanaan Allah adalah sebuah kemenangan dari keteguhan hati. Dari sempit ke
    • Artikel Muslim: Aku Bergabung dengan Keluarga Terbaik di Dunia

      underline;”>Jangan kau pukul istrimu, tolol! Menurut Yvonne, berdasarkan data statistik dari National Domestic Violence Hotline, empat juta perempuan di Amerika Serikat mengalami serangan serius oleh pasangan mereka dalam rentang waktu 12 bulan dan lebih dari tiga orang perempuan dibunuh oleh para suami atau pacar mereka setiap hari. Sebagian orang mungkin berkata ini adalah tuduhan mengejutkan
    • Artikel Syariah: Qurban atau Membantu Korban Bencana Alam

      Assalamualaikum 1. Apakah hukumnya apabila pada awalnya kita niat berqurban untuk diri sendiri, tapi karena sesuatu hal, saya membatalkannya dan mendonasikan uangnya ke saudara2 kita yang mengalami bencana alam. 2. Bolehkan kita berqurban untuk orang tua sedangkan orang tua masih ada harta yang digadaikan?. Terimakasih sebelumnya. Wassalam.   Assalamu alaikum wr.wb. Penanya menyebutkan dua pilihan
    • Artikel Islam: Apakah Orang Kafir Wajib Memeluk Agama Islam

      Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah orang kafir wajib memeluk agama Islam ? Jawaban. Semua orang kafir wajib memeluk agama Islam, walaupun ia seorang Nasrani atau Yahudi, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitabNya. “Artinya : Katakanlah : Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah
    • Dakwah Muslim: Meraih Kekuatan dari Ketaatan

      (jr-photos.com) dakwatuna.com – “Kesalahan paling fatal adalah bila engkau berusaha mengatur dan menata kehidupan sekitarmu, tapi engkau membiarkan kekacauan di hatimu.” (Mustafa Shadiq ar Rifa’i dalam Wahyul Qalam) Ibnu Qayyim al Jauziah, dalam bukunya Madaarij as Saalikiin berkata, “Sesungguhnya dalam hati terdapat sebuah robekan yang tidak mungkin dapat dijahit kecuali dengan menghadap penuh kepada Allah. Di
    • Artikel Syariah: Pahlawan Kebersihan

      . dakwatuna.com - Apa yang membuat lingkungan sekitar di negeri ini banyak sampahnya? Mungkin ada banyak jawaban. Ada yang mengatakan karena budaya bersih yang sudah luntur di negeri ini, ketidakpedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, pemahaman tentang pentingnya kebersihan, malas bersih-bersih (nyapu, beres-beres, dan lain-lain), dan masih banyak lagi alasan lainnya. Bagi kita yang menikmati keindahan dan
    • Dakwah Muslim: Rasa Manis Sebuah Keimanan

      وَةَ اْلإِيمَانِ, yakni manis iman, bukan manis gula atau madu, tetapi sesuatu yang paling manis di antara yang manis. Rasa manis yang dirasakan manusia pada dadanya, pada hatinya. Suatu kelezatan yang tidak ada bandingnya, ia mendapatkan rasa lega pada hatinya, rasa ingin melakukan kebaikan, rasa suka dan cinta kepada orang-orang baik. Rasa manis yang hanya
    • Dakwah Muslim: 8 Tips Sambut Ramadhan

      an>Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna
    • Dakwah Islam: Zakat Semakin Mudah dengan Z-Mobile

      Rumah Zakat melaunching aplikasi zakat via Blackberry (Z-Mobile). (ist) dakwatuna.com - Perkembagan teknologi informasi semakin memudahkan kita dalam memenuhi berbagai kebutuhan, termasuk dalam membayarkan zakat di bulan Ramadhan ini. Dalam rangka memberikan kemudahan kepada umat Islam dalam membayarkan zakat, Rumah Zakat meluncurkan terobosan baru teknologi zakat yang diberi nama Z-Mobile. Aplikasi yang kini sudah tersedia untuk para
    August 2012
    M T W T F S S
    « Jul   Sep »
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    2728293031  


    http://www.baitulquran.or.id