Rumah Yatim

Dakwah Islam: OKI Kecam Pembantaian Warga Afghanistan


Sekjen OKI, Ekmeleddin Ihsanoglu (Reuters)

dakwatuna.com – Jeddah. Sekretaris Jendral Organisasi Konferensi Islam (Sekjen OKI) Ekmeleddin Ihsanoglu mengecam keras aksi pembantaian warga sipil Afghanistan yang dilakukan oleh pasukan Amerika Serikat (AS) di Kandahar, Afghanistan pada akhir pekan lalu.

Ihsanoglu mengakui, dirinya sangat terkejut dengan adanya peristiwa yang menewaskan para warga sipil, di antaranya adalah perempuan dan anak-anak 11 Maret di Provinsi Kandahar, Afghanistan. Demikian seperti dikutip dari rilis OKI yang diterima okezone, Rabu (14/3/2012).

Sekjen OKI juga menyampaikan belasungkawa yang sedalamnya kepada keluarga korban yang tewas akibat insiden mengerikan itu serta Pemerintah Afghanistan. Ihsanoglu juga berharap para korban yang terluka akibat peristiwa penembakan itu agar segera pulih. Selain menyampaikan belasungkawa, dirinya pun mendesak diadakannya penyelidikan yang mendetil agar tersangka dapat dibawa ke pengadilan. Sekjen OKI menilai, penyelidikan harus segera dilakukan guna menghindari terjadinya peristiwa pembantaian yang sama di Afghanistan.

Peristiwa pembantaian warga Afghanistan tampak menuai kecaman dari beberapa negara. Para warga Afghanistan juga kerap memprotes aksi pembantaian itu dengan melakukan demonstrasi di Jalalabad pada Selasa kemarin.

AS sebelumnya berniat untuk mengadili tersangka di pengadilan militer, Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan bahwa tidak menutup kemungkinan, tersangka akan divonis hukuman mati karena perbuatannya yang membunuh 16 warga sipil Afghanistan. (AUL/Aulia Akbar/OZ)

Sumber: http://www.dakwatuna.com | 14/3/2012 | 21 Rabbi al-Thanni 1433 H

RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

Artikel Syariah: Ummu Sulaim, Sambut Islam dengan Segenap Keikhlasan Hatinya

dakwatuna.com - Ummu Sulaim, begitu ia dikenal. Perempuan bernama asli Rumaisha binti Milhan ini menyambut kehadiran Islam dengan segenap keikhlasan hatinya. Ia songsong kehadiran fajar Islam yang baru saja menerobos celah-celah kehidupannya itu. Namun, suaminya Malik bin Nadhar, masih senang dan bertahan dalam selimut kejahiliyahannya.

Hukum Islam pun memberi ketegasan bagi Ummu Sulaim bahwa seorang Muslimah diharamkan memiliki suami yang musyrik, maka pernikahan mereka yang telah berjalan dan mempunyai anak laki-laki bernama Anas bin Malik itu bubar demi keyakinan masing-masing. Buah hati yang masih kecil itu ikut dalam asuhan Rumaisha. Tak ada keraguan yang menghadangnya, bahkan setiap hari perempuan ikhlas itu mengajari Anas bin Malik dengan pola hidup Islami.

Hari demi hari, bulan dan tahun dilalui dengan keikhlasan dalam mendidik Anas bin Malik. Maka menjelmalah Anas bin Malik menjadi seorang anak laki-laki yang saleh dan tangguh. Walaupun sudah beberapa waktu Rumaisha menjanda, namun setiap ada orang yang menanyakan kesendiriannya, Rumaisha selalu berkata, “Tidak terpikir olehku untuk menikah lagi sampai anakku Anas menjadi dewasa dan bergabung dalam majelis Rasulullah.”

Kekuatan sikap ibunya itu, membuat Anas bin Malik merasa berutang budi padanya. Sebagai anak yang saleh, Anas mengungkapkan rasa terima kasihnya itu dengan berdoa, “Semoga Allah membalas kebaikan ibuku yang telah merawatku dengan baik.”

Rumaisha pun menyerahkan putranya kepada Rasulullah SAW agar membantu keperluan beliau di rumahnya sekaligus bisa belajar Islam secara langsung dari beliau. Beberapa hari setelah Anas tinggal di rumah Rasulullah, seorang laki-laki bernama Abu Thalhah berkunjung ke rumah Rumaisha.

Setelah ditanya keperluannya, Abu Thalhah berkata, “Aku ke sini untuk melamarmu. Kuharap engkau mau menjadi istriku, ya Rumaisha.” “Aku percaya bahwa pria seperti dirimu tentu banyak diminati para wanita. Tapi, Muslimah mana yang bersedia dinikahi laki-laki penyembah berhala seperti dirimu, ya Abu Thalhah”.

“Untuk itu, jika engkau rela memeluk Islam sebagai agamamu, niscaya aku tidak akan menolak lamaranmu. Bahkan akan kujadikan keislamanmu itu sebagai mahar bagiku,” jawab Rumaisha kepada Abu Thalhah diplomatis.

Mendengar jawaban singkat dari Rumaisha, Abu Thalhah pun pulang membawa gemuruh panjang dalam dada. Beberapa hari kemudian, setelah yakin bahwa hatinya telah mantap kepada Islam, maka Abu Thalhah segera datang kepada Nabi untuk menyatakan keislamannya. Rumaisha pun tidak ingkar pada janjinya. Ia sambut lamaran Abu Thalhah dengan keikhlasan hatinya.

Rumaisha dan Abu Thalhah pun akhirnya menikah di bawah panji iman, Islam, dengan satu cita-cita besar dalam perjuangan Islam. Setelah aqad nikah selesai dilaksanakan, salah seorang yang ikut hadir berkata, “Sungguh, belum pernah aku menjumpai mahar yang lebih mulia daripada maharnya Rumaisha. Ia rela, Islamnya Abu Thalhah sebagai mahar perkawinannya.”

Dari pernikahannya dengan Abu Thalhah, Rumaisha melahirkan seorang anak yang diberi nama Sulaim. Sejak itulah orang-orang biasa memanggilnya dengan sebutan Ummu Sulaim. Bersama-sama dengan Abu Thalhah, pasangan suami istri itu banyak terlibat dalam perjuangan Islam, baik di masa perang maupun di masa damai.

Teringat dalam sebuah peristiwa di perang Uhud, Ummu Sulaim bersama mujahidah-mujahidah yang lain sangat giat mengangkuti qirbah-qirbah (tempat air dari kulit) berisi air di atas punggung mereka sebagai persediaan minum prajurit yang bertempur di medan perang. Begitu pula yang terjadi saat perang Hunain, ia bertempur mendampingi suaminya dengan membawa sebilah belati yang diselipkan di balik lengan bajunya. Setiap kali ada musuh mendekatinya, ia menikam dengan belatinya tersebut.

Ketika keadaan aman, Ummu Sulaim yang masih keturunan keluarga Adi bin Najjar (pengrajin kayu dari suku Khazraj) itu, tekun berkarya membuat kerajinan tangan. Setiap kali Rasulullah datang ke rumahnya, ia akan memberikan hasil karyanya itu kepada beliau. Bersama anaknya Anas bin Malik, Ummu Sulaim ikut meriwayatkan hadits dari Rasulullah. Tercatat ada sekitar 14 buah hadits yang dia riwayatkan.

Keikhlasan Ummu Sulaim dalam berjuang menegakkan Islam membuat Rasulullah SAW menaruh perhatian khusus padanya. Ini  tergambar dari ucapan beliau mengenai dirinya, “Aku bermimpi masuk surga, ternyata di sana ada Rumaisha istri Abu Thalhah.”

Suatu hari Abu Thalhah sedang ada keperluan ke luar kota. Tiba-tiba anaknya Sulaim sakit keras hingga menemui ajalnya. Dengan tabah dan penuh keikhlasan, Ummu Sulaim merawat jenazah anaknya. Dia berpesan kepada seluruh keluarganya supaya merahasiakan kematian Sulaim bila Abu Thalhah datang. “Biar aku sendiri yang menceritakan padanya,” pinta Ummu Sulaim.

Ketika Abu Thalhah pulang, Ummu Sulaim menyambut kedatangan suaminya dengan mesra dan cinta kasih. Dia berupaya menyenangkan hati Abu Thalhah dengan menghidangkan makanan kesukaannya, serta berdandan secantik mungkin. Melihat sambutan istrinya yang luar biasa itu, tentu saja Abu Thalhah sangat senang dan merasa rindu pada Ummu Sulaim. Apalagi sudah beberapa hari ini dia tidak bertemu istrinya.

Begitulah, Ummu Sulaim mampu menutupi duka hatinya dengan melayani Abu Thalhah dengan baik. Setelah itu, Ummu Sulaim bertanya, “Wahai suamiku, bagaimana pendapatmu bila seseorang minjam uang kepada orang lain lalu digunakannya. Namun, ketika pemiliknya memintanya kembali, orang itu merasa keberatan?”

“Tentu saja peminjam itu tidak benar,” jawab Abu Thalhah. “Jika demikian, dengarlah suamiku. Putramu adalah barang pinjaman dari Allah SWT. Sekarang Allah telah mengambil kembali barang pinjaman itu,” kata Ummu Sulaim. Mendengar perkataan istrinya, Abu Thalhah sangat terkejut. Namun setelah merenung sejenak ia pun berkata dengan tenang dan tabah, “Sesungguhnya semua makhluk adalah kepunyaan Allah, dan akhirnya akan kembali kepada-Nya.”

Pada pagi harinya Abu Thalhah menemui Rasulullah dan menceritakan semua yang sedang dialaminya. Nabi menanggapi keluh kesah sahabatnya itu dengan berkata, “Ya Abu Thalhah, mudah-mudahan Allah SWT memberi barokah kepada kalian berdua”.

Atas karunia-Nya, Ummu Sulaim pun hamil. Menjelang kelahiran anak itu, Abu Thalhah sedang bersiap-siap untuk menemani Rasulullah ke luar kota. Melihat istrinya kesakitan, maka Abu Thalhah pun menunda keberangkatannya seraya berkata, “Ya Allah, betapa inginnya aku menyertai Rasulullah, tapi hal itu tak mungkin kulakukan karena istriku sedang kesakitan.”

Usai Abu Thalhah berkata demikian, Ummu Sulaim tidak lagi merasakan sakit. Ia pun menyarankan suaminya supaya menyusul Rasulullah. Anehnya, begitu Abu Thalhah dan Rasulullah pulang, Ummu Sulaim merasakan sakitnya kambuh lagi.

Dan beberapa saat kemudian ia pun melahirkan bayinya. Anas lalu membawa bayi itu pada Rasulullah dan ia diberi nama Abdullah oleh beliau. Tidak lama setelah kelahiran Abdullah, Ummu Sulaim mengandung dan melahirkan berulang-ulang hingga ia memiliki banyak anak dalam perkawinannya dengan Abu Thalhah. Semoga perjuangan Rumaisha dengan keikhlasan hatinya menjadi penyemangat dalam dakwah Islam bagi para Muslimah generasi penerus.

Sumber: http://www.dakwatuna.com | 18/8/2011 | 19 Ramadhan 1432 H

RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

Dakwah Muslim: Urdun Produksi Nuklir Damai

Sumber: http://www.dakwatuna.com | 5/5/2008 | 29 Rabbi al-Thanni 1429 H

RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

Dakwah Muslim: Enam Perusak Ukhuwah

Sumber: http://www.dakwatuna.com | 9/10/2007 | 28 Ramadhan 1428 H

RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

Dakwah Islam: Doa Umar, Mana yang Kita Pilih?

dakwatuna.com - “Ya Allah, lindungilah kami dari orang-orang bertaqwa yang lemah, dan tidak bertaqwa yang lemah dan tidak berdaya, dan lindungilah kami dari orang-orang jahat yang perkasa dan tangguh.”

Terdapat tiga komponen utama di dalam bait kalimat tersebut. Pertama, perlindungan terhadap orang bertaqwa yang lemah. Kenapa kita harus memohon perlindungan dari orang bertaqwa yang lemah? Bagaimana mungkin orang bertaqwa dibilang sebagai seorang yang lemah? Secara logika, ketika orang disebut sebagai hamba yang bertaqwa maka otomatis kedekatan dirinya dengan Allah adalah hal yang menonjol. Namun ternyata, ia justru disebut sebagai orang yang lemah oleh manusia di sekelilingnya.

Lemah di sini berarti bahwa ia tidak memiliki bargaining position (nilai tawar) di dunia, di kehidupan sosial di mana dia berada. Da’i tidak lagi didengar kata-katanya, tidak lagi dicontoh keteladanannya, apalagi dihargai keberadaannya oleh masyarakat. Hal itu tidak lain adalah lantaran masyarakat tidak lagi merasakan kemanfaatan dengan adanya kita (da’i) di tengah mereka. Da’i, tidak semuanya mampu menunjukkan prestasinya di hadapan publik. Secara kualitas ibadah vertikal (hablumminallah), dia mungkin mendapat grade mendekati sempurna. Akan tetapi, saat dihadapkan dengan masyarakat (hablumminannas), sang da’i pun mendadak ‘melempem’.

Dia kurang dapat srawung (bergabung) dengan tetangga, mungkin dari segi keramahan dinilai kurang oleh masyarakat; kurang rapi dalam manajemen kehidupannya; hingga pada taraf lemahnya intelektualitas dan ekonomi sang da’i. Ya, kita semua menyadari bahwa da’i bukan malaikat. Akan tetapi, hal ini sangat berpengaruh terhadap citra da’i di hadapan publik. Bagaimana bisa da’i dipercaya untuk mengurus urusan umat manakala urusan diri pribadinya pun berantakan.

Kedua, bait kalimat di atas menuntun kita untuk memohon perlindungan dari orang tidak bertaqwa yang lemah dan tidak berdaya. Jika dibandingkan dengan aspek pertama, maka aspek kedua ini jauh lebih parah. Ibarat kata, sudah lemah, tidak berdaya, ditambah lagi tidak ada ketakwaan di dalamnya. Jika diumpamakan dengan kacang, maka kualitas orang ini adalah kacang yang kosong tak berisi, ditambah lagi kulitnya kusam dan tidak menarik. Sedikit pun tidak ada alasan yang mampu membuat orang lain mau untuk melirik ke arah orang tersebut.

Lemah daya dan lemah takwa ini menjadi masalah yang serius jika dihinggapi oleh sebagian besar orang. Tatanan masyarakat yang akan lahir adalah masyarakat yang jauh dari nilai peradaban islami yang didambakan.

Aspek ketiga yakni permohonan perlindungan terhadap orang jahat yang perkasa dan tangguh. Pada masa sekarang ini sangat banyak orang yang memiliki kekuasaan tinggi atas kehidupan dunia. Mereka menguasai sebagian besar perekonomian dunia, memiliki kuasa penuh terhadap lalu lintas media, pertahanan dan keamanan, hingga menjadi aktor utama jalannya hukum di negara. Mereka kuat, sangat kuat. Namun kekuatan yang mereka miliki tiada digunakan untuk kemanfaatan orang banyak. Mereka memperkaya diri dengan memperbudak banyak orang. Mereka memainkan seenaknya hukum dengan uang yang mereka punya, pun mereka mengatur arus media agar sesuai dengan kepentingan mereka.

Sekali lagi, mereka kuat, bahkan sangat kuat. Namun tidak ada bargaining position mereka di hadapan Allah. Ibarat mutiara, mereka baik pada polesan luarnya saja. Di dalam tubuh mereka kosong tak berisi. Mereka menjadi trouble-maker di setiap lingkungan di mana mereka berada.

Orang bertaqwa yang lemah, orang tidak bertaqwa yang lemah, maupun orang jahat yang kuat, ketiganya adalah cerminan ketidakseimbangan dalam kehidupan manusia. Allah telah memberikan garis merah yang jelas bagi kita hamba-Nya tentang bagaimana menjalani kehidupan sebagai seorang insan. Melalui Rasulullah, Allah memberikan sesempurnanya teladan dan pengajaran bagi manusia seluruhnya untuk menjadi manusia seutuhnya. Bagaimana Rasulullah tawazun dalam menjalankan hidupnya. Beliau adalah pemimpin yang terbaik; disegani lawan dicintai kawan, beliau pula seorang suami handal, ayah terbaik, kawan paling setia, dan guru paling mempesona.

Prinsip seorang muslim, bahwa mereka yang terbaik adalah mereka yang bermanfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain, bukan mereka yang memiliki banyak hal pada dirinya sendiri. Bait kalimat di atas merupakan penghayatan dalam dari seorang lelaki tangguh, cerdas nan berbudi, Umar bin Khattab. Nampak jelas tersirat bahwa misi sesungguhnya yang Islam ingin capai adalah melahirkan orang-orang baik yang kuat dan orang-orang kuat yang baik. Dan itu semua mustahil tanpa usaha dari setiap insan sebagai pilar kehidupan.

Mau jadi seperti apa kita

Sumber: http://www.dakwatuna.com | 22/12/2011 | 27 Muharram 1433 H

RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

Artikel Islam: Nataijul Ibadah (Buah Ibadah)


ئشة ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال

: « إن الله عز وجل يحب إذا عمل أحدكم عملا أن يتقنه »

Dari A’isyah ra. bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mencintai bila seorang di antara kamu mengerjakan sesuatu pekerjaan dengan itqon(professional).” (HR.Thabrani).

Kemudian Rasulullah saw. menjelaskannya dengan hadits yang lain,

عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ :َقَالَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ

وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

Dari Syaddad bin Aus ra. berkata, bersabda Rasulullah saw.: Sesunggguhnya Allah mewajibkan ihsan (profesional) dalam semua urusan, jika kamu membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik dan jika kamu menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik, asah pisaunya dan sembelihlan dengan cara yang menyenangkan binatang yang disembelih.” (HR.Muslim)

4. Ikhbat (tunduk), ibadah yang sebenarnya manakala dilakukan karena kesadaaran dan dorongan hati, bukan formalitas dan rutinitas belaka.

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah dirizqikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).”

Tunduk dan patuh baru akan tumbuh apabila didasari pemahaman yang dalam dan keimaanan yang kuat sebagaimana firman Allah:

“Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran Itulah yang hak dari Tuhan-mu, lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah pemberi petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” (al-Hajj 54).

5. Tawakkal. Ibadah yang benar berdampak terhadap kehidupan seseorang ketika ia sedang menghadapi tantangan hidup, terutama tantangan da’wah. Para Nabi ketika menghadapi ponolakan da’wah kaum mereka, mereka menyerahkan semua urusannya kepada Allah, sebagai contoh nabi Hud ‘alaihissalam.

“Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.” (Hud :56).

Nabi Syu’ib ‘alaihissalam,

“Syu’aib berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Hud: 88).

Dan nabi Muhammad saw.

“Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.” (at-Taubah:129).

6. Mahabbah (rasa cinta). Seorang mu’min dengan beribadah dapat merasakan cinta kepada Allah dan Allah mencintainya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ قَالَ مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْحَرْبِ وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ الْمُؤْمِنِ يَكْرَهُ الْمَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ

Dari Abu Hurairah ra. berata, bersabda Rasulullah saw. “Sesungguhnya Allah berfirman: “Barang siapa yang memusuhi wali (kekasih)-Ku ,maka Aku telah mengumumkan perang padanya, dan tidaklah hamba-Ku melakukan pendekatan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang paling Aku cintai selain melakukan apa yang telah Aku wajibkan padanya, dan hamba-Ku terus-menerus melakukan pendekatan diri kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah, sehingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat, dan menjadi tangan dan kakinya yang dengannya ia bertindak. Jika ia meminta sesuatu kepada-Ku, pasti Aku kabulkan permintaanya dan jika ia memohon perlindungan, pasti Aku lindungi dia. Tidak ada sesuatu yang Aku gamang melalukannya selain mencabut nyawa seorang muslim sedangakan ia tidak menyukainya.” (HR.Bukhari).

7. Roja (mengharap rahmat Allah). Seorang mukmin dalam beramal hanya mengharapkan rahmat Allah,

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

8. Taubat. kata-kata yang paling sering diungkapkan oleh orang yang beriman terutama yang aktif berda’wah di jalan Allah adalah memohon ampunan dari dosa dan kesalahan.

“Tidak ada doa mereka selain ucapan: “Ya Tuhan Kami, ampunilah dosa-dosa Kami dan tindakan-tindakan Kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (al-Ali ‘Imran:147).

9. Berdoa. Orang yang beriman ketika beribadah, selalu meminta kepada Allah, tidak meminta kepada selain-Nya,

“Sesungguhnya orang yang benar-benar percaya kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong.

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa-apa rezki yang Kami berikan.” (as-Sajdah:15-16).

10.Khusyu’. Orang yang beriman ketika disebut nama Allah hatinya tunduk dan khusyu’ kepada Allah.

Katakanlah: “Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha suci Tuhan kami, sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (al-isra:107-109).

Imam Hasan Al-Banna di dalam prinsip-prinsip sepuluh menuliskan:

وللإيمان الصادق والعبادة الصحيحة والمجاهدة نور وحلاوة يقذفهما الله في قلب

من يشاء من عباده

“Iman yang sejati, ibadah yang sahih dan mujahadah dalam beribadah dapat memancarkan cahaya dan menghasilkan manisnya beribadah yang dicurahkan oleh Allah ke dalam hati hamba-Nya yang dikehendaki-Nya.” (prinsip ke 3)

Semua uraian di atas adalah kriteria taqwa, sebagaimana dijelaskan di dalam banyak ayat bahwa tujuan dari ibadah adalah untuk membentuk manusia bertaqwa.

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” (al-Baqarah: 21)

Taqwa kepada Allah akan membuka kemudahan-kemudahan dalam segala urusan, memberi keberhasilan dan keberuntungan di dunia dan di akhirat.

“Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (at-Thalaq 4)

Sumber: http://www.dakwatuna.com | 28/8/2008 | 25 Shaban 1429 H

RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

Artikel Islam: Suami Yang Meninggalkan Agama

Ass wr wb
Suami saya adalah seorang mualaf, ia masuk Islam sejak kami menikah. Selama 5 tahun kami menikah ia mau belajar banyak tentang Islam dan saya berusaha mendampinginya. Setahun yang lalu kami ada masalah besar, dan membuatnya berubah 180 derajat. Ia jadi meninggalkan sholat, puasa dan kewajiban2 lainnya sebagai seorang muslim. Saya selalu mencoba mengingatkannya tapi ia bilang bahwa ia pernah mencoba baik dan belajar tapi tidak artinya, dan sekarang ia ga tau mau kemana. Saya berkesimpulan bahwa ia masuk islam tidak ikhlas tidak semata mata karena Allah
Sekarang ini ia juga tidak berpuasa sedih rasanya tapi saya selalu berharap ia diberi hidayah oleh Allah karena selalu ingin keluarga saya utuh. Apa yg harus saya lakukan disaat bulan puasa ini melayaninya sebagai istri utk menyiapkan makan disaat puasa atau bagaimana? apakah suami saya bisa kembali menjadi imam buat saya dan anak2nya? apa saya harus mempertahankan pernikahan ini? Terima kasih
Niken
 
Assalamu alaikum wr.wb.
Kami memahami perasaan Anda saat ini. betapa sedih melihat pasangan yang tidak menjalankan perintah Allah. Namun demikian pasti di balik ini terdapat banyak hikmah dan pelajaran bagi Anda dan kita semua.
Menghadapi kasus di atas, hendaknya Anda tetap bersabar dan terus meminta kepada Allah agar suami Anda dan seluruh anggota keluarga dibimbing ke jalan yang lurus. jangan pernah putus asa dalam berdoa dan meminta kepada Allah. Apalagi jika Anda berdoa di bulan Ramadhan ini dengan tulus dan sungguh-sungguh pasti doa Anda dikabulkan dan Anda diberi yang terbaik.
Di samping itu Anda tidak boleh putus asa untuk terus menuntun suami kepada Islam. Tanyakan apa yang membuatnya tidak bisa menerima Islam secara total? Apakah ada sebab eksternal atau internal? Apakah ia masih meragukan ajaran Islam? atau apa? dengan mengetahui sebabnya Anda bisa berkomunikasi atau meminta pihak lain untuk memberikan penjelasan yang memuaskan kepada suami Anda.
Terkait dengan menyiapkan makanan untuk suami pada siang Ramadhan, hal ini dilarang. Menyiapkan dan memberikan makanan di siang Ramadhan hanya boleh untuk mereka yang tidak wajib berpuasa.
Dengan terus berusaha menuntunnya, memberikan pengertian secara bijak, dan berdoa kepada Allah, mudah-mudahan suami Anda mendapatkan jalan yang benar.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Wassalamu alaikum wr.wb.

			
			
				
					 
				
				
					
				
				
					 
				
			
			


Sumber: http://www.syariahonline.com

RUMAH YATIM - rumah-yatim.balitabunda.com

Artikel Muslim: Kesempurnaan Seorang Wanita (Bagian ke-1)


(Danang Kawantoro)

dakwatuna.com – Sebuah suara samar mengusik tidur wanita itu. Menerobos halus celah gendang telinga, dan perlahan membawanya dari alam mimpi menuju keterjagaan raga. Namun matanya masih terpejam dalam kantuk yang masih menggelayut dalam. Tak ingin ia hirau akan suara yang masih samar terdengar. Tapi sekian detik kemudian suara itu semakin terang dalam keterjagaan telinganya sekarang.

“Tsabita.. Tsabita..”

Tiba-tiba saja matanya mengerjap terjaga dengan begitu cepatnya. Kantuk yang mengikatnya dalam lelapnya mimpi, bertolak kilat meninggalkannya. Salah dengarkah ia? Mimpikah? Sambil mencubit tangannya, dia amati wajah teduh pemilik suara. Perempuan itu tidak bermimpi. Dia dalam keterjagaan yang sempurna.

“Tsabita…” Nama itu kembali terucap dari lelaki di sampingnya. Begitu lirih. Begitu dalam. Begitu.., ah tak mampu ia menggambarkannya.

Wanita itu tercekat. Airmata begitu saja menderas dari kedua matanya. Dadanya teramat sesak. Bumi seakan ditindihkan di atasnya. Rasa sakit yang begitu dalam menjajah hatinya. Sakit. Sakit sekali. Sakit yang takkan bisa dilukis dengan sempurna oleh kata. Dia mencoba menguasai dirinya. Tapi ia gagal. Isaknya semakin menjadi. Tubuhnya berguncang menahan keterguguan. Kemudian dengan bersegera ia meninggalkan tempat tidurnya. Khawatir jika lelaki pemilik sumber suara itu terbangun karenanya.

Kran ia nyalakan. Suara air bergemericik mengalahkan isaknya. Dia terduduk lunglai di sana. Di dalam kamar mandi yang berada di luar kamar tidurnya. Maka menjadilah tangisnya. Yang dengannya, ia ingin mengeluarkan segala bongkah-bongkah pengganjal perasaannya. Ia ingin menjadikan air matanya itu sebagai hujan yang mengurai habis gumpalan mendung kelam yang ada di hatinya.

Setelah seperempat putaran jam, barulah ia mulai bisa mengendalikan dirinya. Kejernihan hati mulai mengikis masuk dalam kebuntuan akal yang tadi rapat tertutup jerat emosi kewanitaannya. Perlahan ia beranjak mendekati kran. Menangkupkan kedua telapak tangannya dalam dingin dan sejuknya air wudhu di pertengahan malam itu. Khusyu’ ia basuhkan air itu di wajahnya. Ia biarkan dinginnya meresap hingga ke dalam hatinya. Ia ingin membuang segala perasaan marah, sedih, kecewa dalam tetesan air suci yang mengurai dari setiap pori anggota wudhunya.

Dan kini wanita itu tersungkur dalam sujud panjangnya. Isakan itu menjadi lagi.

“Subhaana Rabbiyal a’laa.. Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi.. Maha Suci Engkau Ya Rabb.. Sungguh wanita penuh dosa ini kembali lagi mencari kesempurnaan dalam mata air Kesucian-Mu.. Dan dalam kekerdilan dan kerapuhan diri ini, izinkan hamba berlindung dalam Ketinggian dan Kesempurnaan cinta yang utuh menjadi milik-Mu..”

Setelah salam dilafadzkan. Tertengadah kedua tangannya mengharap kucur Cinta-Nya. Tangan itu bergetar hebat seakan tak mampu menangkup doa yang diucap oleh lisannya dalam keterbataan isak kata.

“Ya Rabbiy, Wahai Dzat Pemilik hati dan jiwa ini.. Hamba berserah pasrah kepadamu. Terhadap urusannya. Terhadap hatinya. Karena hanya Engkau yang berhak mengaruniakan cinta. Walaupun seluruh manusia mengeluarkan perbendaharaan hartanya untuk membantuku menebus cinta lelaki itu,, maka hamba tahu hal itu mustahil tanpa kehendak-Mu..”

“Ya Rahman, sungguh hamba telah menjadikan Engkau sebagai wali dari setiap urusan hamba.. Hamba bermohon dengan segala Kemahabesaran-Mu agar Engkau berkenan melapangkan hati hamba.. Menyamuderakan cinta hamba.. Meluaskan kemaafan dan kesyukuran hamba.. Hingga hamba sanggup menerima segala beban penggelayut jiwa ini dengan segala sikap dan amalan yang Engkau Ridhoi saja.. Tanpa dengan kecemburuan yang membuta..Tanpa dengan kemarahan yang membara.. Tanpa dengan kekecewaan yang mematikan rasa.. Dan dengan tanpa mengurangi bakti dan kecintaan hamba pada suami hamba..

Ridhokan hamba atas apa yang mampu ia berikan pada hamba. Jangan jadikan hamba wanita yang tidak bisa mensyukuri pemberiannya. Berikan hamba kecintaan terhadap apa yang menjadi kecintaannya.. Berikan hamba kecintaan terhadap apa yang menjadi kecintaannya.. Berikan hamba kecintaan terhadap apa yang menjadi kecintaannya.. Tercekat suara wanita itu. Ia biarkan air matanya meneruskan setiap doa yang masih ingin ia panjatkan setelahnya.. Dan tanpa sadar ia pun tertidur dalam kelelahan jiwa raga.

Suara alarm dari kamar tidurnya membangunkan wanita itu untuk kali kedua. Dia pun beranjak dari mushalla kecilnya dan bersegera menuju kamarnya. Lelaki yang telah menjadi suaminya selama hampir empat tahun itu masih pulas tertidur di sana. Terlalu lelah sepertinya, hingga suara alarm tak berhasil membangunkannya seperti sepertiga malam lainnya.

Wanita itu menatap dalam-dalam ke wajah itu. Air mata yang ingin menyeruak, ia tahan sekuatnya. Ia takkan menangis di depan imamnya. Lelaki luar biasa. Lelaki terbaik yang pernah ia kenal dalam hidupnya. Yang dalam tiga tahun masa panjang pernikahannya tak pernah sedikit pun kata-kata kasar meluncur dari bibirnya. Yang selalu menjaganya dengan penjagaan sempurna. Yang selalu menerima segala kekurangannya tanpa menghakimi dan mencari pembandingnya. Yang menumbuhkannya dengan ilmu dan menuntunnya untuk selalu menjadi muslimah yang semakin dewasa keimanannya dan semakin indah akhlaqnya dari waktu ke waktu.

Wanita itu ingin selalu mensyukuri setiap hal yang suaminya telah beri. Ia tahu bahwa suaminya senantiasa mengusahakan yang terbaik untuknya. Apapun segala kebaikan yang bisa diberikan oleh lelaki itu, selama ini telah ia terima dengan sempurna. Namun malam ini wanita itu terantuk pada kenyataan, bahwa hati lelaki itu bukanlah untuknya. Kecintaan lelaki itu bukanlah miliknya. Walaupun sesaat lalu dia masih dalam keyakinan bahwa dialah ratu hati lelaki itu. Yang kemudian baru saja ia tersadar bahwa itu hanyalah fatamorgana semu.

Tsabita..

Perempuan masa lalu itu ternyata masih menempati ruang tertinggi di hati lelaki berwajah teduh ini. Perempuan yang namanya tidak pernah tersebut dalam lisan suaminya di waktu sadarnya  selama masa panjang bilangan tahun pernikahannya. Perempuan yang ia yakini bahwa suaminya telah mengusahakan segala hal yang bisa ia lakukan untuk mengeluarkannya dari hati, agar hanya ia satu-satunya wanita yang menempati singgasana dalam jiwa si lelaki. Dan wanita itu sadar, bukan salah suaminya jika pada akhirnya ia tidak mampu. Bukan salah lelaki itu jika cinta untuk perempuan itu masih melekat dengan erat di palung sukmanya. Sungguh bukan salahnya. Karena hak Dia seutuhnya untuk mengaruniakan cinta kepada apa dan sesiapa yang menjadi Kehendak-Nya.

Yah, rasa sakit itu ada. Kecemburuan yang begitu dalam pun telah sangat menyiksanya. Namun wanita ini segera tersadar, bahwa dulu sebelum ia menerima pinangan si lelaki, ia telah mengetahui resiko ini. Lelaki ini berkata jujur padanya akan semua masa lalunya sejak awal kedatangannya. Dan waktu itu, wanita ini telah menyalakan azzam untuk menerima segala konsekuensi atas pilihannya. Dan kini saatnya ia harus membuktikan semuanya.

Perlahan ia dekati sosok itu. Ia cium keningnya. Takzim. Sebagaimana suaminya selalu melakukannya saat membangunkannya. Lelaki itu membuka matanya. Tersenyum padanya. Perlahan bangkit dari posisi tidur dan berdiri menjajari istrinya.

“Yah, keduluan Ummi deh bangunnya. Afwan ya Sayang..” canda lelaki itu sambil meraih kepala istrinya. Membalas mencium kening wanita itu.

“Ga papa juga dong sekali-kali Ummi yang dapat pahala membangunkan. Masa Abi terus yang memborong pahala..” wanita itu tersenyum manja, menggelayut tangan suaminya.

“Yee, ga mau kalah ni ceritanya? Baiklah, besok-besok Ummi terus aja deh yang bangunin.  Abi sih rela-rela aja setiap pagi dibangunkan oleh kecupan seorang bidadari..” sambil mengelus kepala istrinya.

“Ogah ah. Ntar Abi ngrasa jadi sleeping beauty lagi. Eh sleeping handsome ding.. hehe.. ”

“And the beast.. hehehe..” Mereka tertawa bersama

“Eh Mi, Ummi habis nangis? Matanya kok sembab gitu?” Lelaki itu tiba-tiba menghentikan tawanya.

Wanita itu diam sejenak. Berpikir bagaimana harus menjawabnya. Tapi senyumnya masih ia kembangkan, untuk menutupi segala kebingungan.

“Yah ketahuan ya? Iya Bi, Ummi tadi udah mencuri start shalat malam duluan. Tapi baru 2 rakaat kok. Ummi menangis karena Ummi tiba-tiba tersadar, betapa baiknya Allah sama Ummi. Mengaruniakan seorang lelaki luar biasa.. Lelaki surga.. Ah udah Bi, buruan ambil wudhu gih..”

“Hffh.. Abi yang harus jauh lebih banyak bersyukur kepada Allah Mi.. Karena Allah telah mengizinkan Abi untuk didampingi seorang wanita yang sebaik dan seindah Ummi..” Menatap dalam-dalam ke mata wanita itu. Kemudian sekali lagi mencium keningnya dan segera beranjak mengambil air wudhu.

Di sepertiga malam terakhir itu, wanita tersebut meminta imamnya agar membaca surat Ar-Rahman. Fabiayyi aalaa-I rabbikumaa tukadzdzibaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Seiring berulangnya kalimat itu dilafadzkan, semakin tergugu mereka berdua tenggelam dalam kedalaman maknanya. Semakin mereka merasa begitu kecil di hadapan Rabb-Nya. Hingga sebelum selesai surat itu dibaca pada rakaat pertama, lelaki itu sudah kehilangan suaranya. Tertelan oleh airmata yang mengalir tanpa bisa ditahannya. Membanjir memenuhi tenggorokannya. Dan akhirnya mereka berdiri dalam diam. Hanya isak mereka berdua yang terdengar semakin keras mengguncang.

Ya Rabb, ampuni kesyukuran kami yang hanya setetes saja, padahal Engkau telah memberikan kami nikmat yang luas menyamudera… Maafkan Ya Rahman.. Maafkan..

Sumber: http://www.dakwatuna.com | 12/1/2011 | 06 Safar 1432 H

RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

Dakwah Islam: Bengkok Itulah Kelebihan dan Keistimewaannya

dakwatuna.com - Suatu hari, ia datang dengan muka marah, dada sempit, seakan isinya terpenuhi oleh bara api dan ia hendak menyemburkannya keluar sekaligus.

Aku katakan kepadanya: “Insya Allah Antum baik-baik saja!”

Ia menjawab: “Kalau saja aku tidak pernah menikah!!! Niscaya hari ini hatiku tenang, jiwaku tenteram dan pikiranku santai … !!!”

“Apa yang membuat pernikahanmu menyusahkanmu?” tanyaku kepadanya pura-pura tidak tahu.

“Siapa lagi kalau bukan si dia, perempuan itu!!!” jawabnya masih dengan nada marah.

“Engkau maksudkan istrimu!!” komentarku asal-asalan saja.

“Betul sekali” sergahnya.

“Apa lagi yang engkau keluhkan darinya” komentarku mencoba menyabarkannya.

“Boooanyaaak lah!!!” tanggapannya.

“Maksudmu, yang Antum keluhkan darinya jauh lebih banyak dari yang memuaskan dirimu” tanyaku masih berlagak bodoh terhadap semua yang telah diungkapkannya.

Ia angguk-anggukkan kepalanya berkali-kali tanda setuju terhadap pernyataanku yang terakhir.

“Barangkali engkau mengeluhkan tentang ketidaktundukannya kepadamu?” pancingku kepadanya.

Ia menatapku dengan cepat dan memandangiku secara mendalam: “tepat sekali” katanya.

“Air matanya langsung bercucuran saat engkau mendebat atau membantahnya” pancingku lebih lanjut.

Tampak kekagetan pada raut mukanya seraya berkata: “betul, betul sekali” komentarnya setelah itu.

“Ia juga sering membangkang” selidikku lebih jauh.

Semakin tampak jelas kekagetannya pada bahasa tubuhnya, seraya berkata: “Seakan-akan kamu hidup bersama kami!!!”.

“Perhatiannya kepadamu semakin menurun dan berkurang setelah masa pernikahan berlalu beberapa bulan” selidikku kayak petugas KPK saja.

“Kamu telah mendengar cerita tentang istriku dari orang lain ya” pertanyaannya untuk menyembunyikan keheranan dan kekagetannya lebih lanjut.

“Perhatiannya kepadamu semakin parah setelah kalian mempunyai anak” selidikku lebih lanjut tanpa mempedulikan pertanyaan dia sebelumnya.

“Jadi kamu telah mengetahui segalanya tentang istriku ya!!!” komentarnya keheranan.

“Tenang dan santai saja saudaraku … dan mari dengarkan penjelasanku!!” pintaku kepadanya.

Tampak rasa marah dan nyeseknya berkurang, dan mulai tergantikan oleh rasa ingin tahu dan karenanya tampak jelas keinginannya untuk menjadi pendengar yang baik. Ia pun berkata: “Silakan berbicara, saya siap menjadi pendengar”.

“Pernahkah engkau membeli alat elektronik? HP, Notebook, dan semacamnya? Dan adakah disertakan bersamanya buku manual penggunaannya?”

“Pernah” jawabnya.

“Bagaimana Antum mempergunakan alat itu? Mestikah sesuai dengan buku manual penggunaannya?”

“Pastilah” jawabnya.

“Bagus, anggaplah Antum baru saja membeli alat elektronik itu, di situ dijelaskan bahwa catu listriknya adalah 110 volt, namun, Antum paksakan dia untuk dicolokkan ke kontak listrik dengan kekuatan 220 volt, apa kira-kira yang akan terjadi” penjelasanku memberi kuliah teknik elektro.

“Pastilah langsung terbakar” jawabnya singkat.

“Misalnya lagi engkau ditantang untuk balapan motor, motormu 125 cc dengan tulisan di speedometer maksimal 140 km berjam, sedangkan temanmu membawa motor 250 cc dengan tulisan maksimal 260 km berjam pada speedometernya” ceramahku di hadapannya.

“Dijamin kalah lah aku” sergahnya.

“Seandainya Antum memacu gas motor Antum sehingga mentok, akankah motor bisa melaju melebihi angka 140 km berjam”

“Ya nggak bisa tentunya” jawabnya.

“Kenapa?” tanyaku kepadanya.

“Ya karena dari sononya (pabriknya) memang tidak dimungkinkan untuk melaju di atas 140 km berjam” jawabnya dengan tegas dan lugas.

“Demikianlah ‘pabrikan’-nya perempuan, oleh Allah SWT telah menciptakannya dengan ‘manual’ tertentu yang kita harus ‘menggunakannya’ sesuai dengan ‘manual’ itu” penjelasanku filosofis.

“Maksudmu?” tanyanya.

“Tabiat psikologis perempuan yang engkau keluhkan di awal pembicaraan kita tadi, itulah ‘pabrikan’ perempuan dari sang Penciptanya, kalau saja engkau pahami ‘manual’-nya dengan baik, niscaya engkau tidak akan menuntutnya layaknya dia laki-laki macam kita ini”.

“Manual yang mana yang engkau maksud” tanyanya tampak kebingungan, sebab aku mulai bergaya seorang filosof.

“Bukankah Rasulullah SAW, utusan sang Pencipta telah menjelaskan tentang sebagian dari ‘manual’ itu saat bersabda:

” استوصوا بالنساء خيرا فإن المرأة خلقت من ضلع أعوج وإن أعوج شيء في الضلع أعلاه فإذا ذهبت تقيمُه كسرت ، وإذا تركته لم يزل أعوج ، فاستوصوا بالنساء خيرا ”

Aku wasiatkan kepada kalian agar berbaik-baik kepada kaum perempuan, sebab ia diciptakan dari tulang iga, sedangkan tulang iga yang paling bengkok adalah yang paling atas, oleh karena itu, jika kalian bermaksud membuatnya lurus dan tidak bengkok, niscaya patah lah ia, dan jika engkau membiarkannya begitu saja, niscaya ia akan terus menerus bengkok dan tidak pernah menjadi lurus, oleh karena itu, aku wasiatkan kepada kalian agar berbaik-baik kepada perempuan. (Hadits shahih muttafaqun ‘alaih)

“Bener juga ya!” serunya.

“Jadi, apa yang engkau inginkan dan minta dari istrimu itu mirip dengan engkau meminta motormu untuk melaju dengan kecepatan di atas 140 km berjam, sehingga, walau pun gasnya sudah kamu tarik sekuat-kuatnya, ya tetap saja maksimal motormu melaju pada kecepatan 140 km berjam” kuliahku kepadanya selanjutnya.

“Oooo” gumamnya dan sepertinya dia mulai mengerti isyarat yang saya maksud.

“Dan mari kita dalami lebih lanjut sabda Rasulullah SAW di atas” pintaku kepadanya.

“Dalam hadits tadi Rasulullah SAW menjelaskan bahwa jika tulang iga yang bengkok itu kita paksakan harus lurus, maka patahlah dia, hal ini mirip dengan alat elektronik 110 volt kita colokkan pada listrik dengan kekuatan 220 volt, kebakarlah dia” demikian bunyi lanjutan wejanganku kepadanya.

Ia berkata: “Tetapi, bukankah penjelasanmu ini mengindikasikan pengecilan dan pengurangan kadar perempuan!!!”

“Kekurangan di satu sisi dan kelebihan di sisi lain” jawabku singkat.

“Sama dengan lelaki, ia mempunyai kekurangan di satu sisi dan mempunyai kelebihan di sisi yang lainnya” lanjutku menerangkan.

“Menariknya, apa yang kurang pada perempuan itu berbanding lurus dengan kelebihan pada lelaki dan apa yang lebih pada perempuan berbanding lurus dengan kekurangan pada lelaki” aku melanjutkan kuliah “filsafat”-ku kepadanya.

“Mohon maaf, terlalu filosofis penjelasanmu, tolong beri aku ulasan yang mudah” pintanya kepadaku.

“Dalam hadits Rasulullah SAW tadi disinggung tentang sesuatu yang ‘bengkok’ atau tidak tegak lurus. Betul tidak?!” tanyaku meminta penegasan dari dia.

“Tidakkah saat menyusui, posisi seorang ibu dalam keadaan ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus?! Begitu pula saat ia mengenakan pakaian pada anaknya, tidakkah ia dalam posisi ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus?!! Dan tidakkah saat ia mendekap anaknya, seorang ibu dalam keadaan ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus?!!” demikian retorikaku kepadanya.

“Betul, betul sekali, saya tidak melihat seorang perempuan yang melakukan pekerjaan-pekerjaan seperti tadi kecuali dalam keadaan ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus” jawabnya meng-iya-kan.

“Coba kamu renungkan, tidak ada satu pun kondisi atau posisi seorang ibu saat mengekspresikan rasa rindunya, atau kasih sayangnya, atau belas kasihnya, atau cintanya kepada anaknya kecuali ia dalam keadaan ‘bengkok’ dan tidak tegak lurus!!” pernyataanku mendikte.

“Menariknya lagi, semua kosa kata yang menggambarkan demikian, dalam bahasa Arab, bahasa yang dipakai Rasulullah SAW, semua mempunyai hubungan erat dengan kata ‘bengkok’”.

“Misalnya kata ‘athifah yang berarti simpati, empati, emosi dan kasih sayang. Ia mempunyai hubungan erat dengan makna bengkok, bukankah jalanan yang menikung dalam bahasa Arab disebut thariqun mun’athifun!!

Dan bukankah kecenderungan atau ketertarikan seseorang kepada sesuatu dalam bahasa Arab disebut mail, sebagaimana firman Allah SWT: fala tamilu kullal mail fatadzaruha kal-mu’allaqah (Q.S. An-Nisa’: 129), dan bukankah mail dalam bahasa Arab artinya adalah miring atau condong, atau bengkok!!

Dan masih ada beberapa kosa kata lagi yang mempunyai makna bengkok dan sekaligus mempunyai makna sayang atau simpati atau empati dan semacamnya.

Inilah kelebihan perempuan, dengan ‘bengkok’ inilah ia mampu mengekspresikan berbagai rasa sayang, sesuatu yang tidak dapat dilakukan oleh lelaki secara sempurna”.

(Dialog antara DR. Muhammad Rasyid Al-‘Uwaid dengan salah seorang lelaki yang mengeluhkan tentang istrinya).

Sumber: http://www.dakwatuna.com | 20/10/2011 | 23 Dhul-Qadah 1432 H

RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

Dakwah Muslim: Sekjen PBB Minta Israel Mundur dari Wilayah Pendudukannya di Palestina


Sekjen PBB Ban Ki-Moon di Lebanon, 15 Januari 2012 (Getty Images)

dakwatuna.com – Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-Moon meminta Israel untuk mundur dari wilayah pendudukannya di Palestina. Ki-Moon menyatakan, pendudukan Israel di wilayah Palestina menghambat berdirinya negara Palestina yang independen.

Sekjen PBB asal Korea Selatan itu menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya di acara “Konferensi Internasional Reformasi dan Transisi Menuju Demokrasi” yang digelar di ibukota Lebanon, Beirut pada Minggu (15/1).

Situs media penyiaran berbahasa Ibrani Richet Beit mengutip pernyataan Ki-Moon yang mengatakan bahwa penjajahan Israel menjadi penghalang bagi berdrinya negara Palestina. Ki-Moon menyerukan rezim zionis Israel untuk menggusur semua pemukiman Yahudi yang ada di wilayah pendudukan Israel di Tepi Barat. Ia menyebut semua pemukiman Israel, baik yang lama maupun yang baru dibangun, adalah pemukiman ilegal.

Lebih lanjut Ki-Moon mengatakan, solusi dua-negara sudah semakin berlarut-larut dan status quo hanya akan menimbulkan konflik Israel-Palestina yang lebih panjang. “Ini tugas kita untuk keluar dari kemelut yang sekarang terjadi dan segera menciptakan perdamaian,” tukasnya. (aisyah/im/knrp)

Sumber: http://www.dakwatuna.com | 16/1/2012 | 21 Safar 1433 H

RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

Artikel

  • Artikel Islam: Apa Yang Harus Dilakukan Pada Bunga Yang Diambil Dari Bank

    Oleh Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta Pertanyaan. Al-Lajnah Ad-Daa-imah Lil Buhuuts Al-Ilmiyah Wal Ifta ditanya : Ada seorang yang mendapat bunga bank yang jumlahnya cukup besar –mudah-mudahan Allah mensucikan kita dan melindungi kita serta kaum muslimin darinya- apakah dia boleh mengalokasikannya di jalan kebaikan, misalnya membangun sekolah-sekolah syar’iyah dan madrasah Tahfidzul Qur’an khususnya,
  • Artikel Islam: Loyal Terhadap Orang Kafir

    Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apa hukum loyal terhadap orang-orang kafir ? Jawaban. Loyal terhadap orang-orang kafir dengan saling mencintai, saling menolong dan menjadikan mereka sebagai teman kepercayaan hukumnya haram dan di larang, berdasarkan nash Al-Qur’an. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Artinya : Kamu tidak akan
  • Artikel Islam: Apa Yang Harus Diperbuat Oleh Seorang Pemudi Yang Hidup Di Tengah-Tengah Suasana Penuh Kemungkaran

    Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : “Saya adalah seorang pemudi yang tinggal di daerah pedalaman bersama-sama para pelajar puteri. Alhamdulillah, Allah telah memberikan saya petunjuk kepada jalan kebenaran dan saya berpegang teguh kepadanya, tetapi saya sangat sedih sekali karena melihat di sekitar saya
  • Artikel Islam: Istri Tidak Patuh Terhadap Suami

    Ass.Wr.Wb. Pak Ust. saya mo tanya : Saya sudah menikah selama kurang lebih 3 tahun, saya bekerja di daerah Depok Sawangan, istri saya tinggal di Bogor...Inginnya saya istri saya ikut kepada saya, tetapi dia tidak mau, dan saya ingin hidup mandiri, karena kerjaan saya jauh, dan orang tuanya selalu memanjakan dia, agar dia tinggal sama
  • Artikel Islam: Berjuang Demi Allah Dan Rasul-Nya

    (RoL) dakwatuna.com - Untuk yang kesekian kalinya riwayat hidup manusia-manusia super diabadikan oleh tinta sejarah. Banyak hal yang bisa kita rasakan dari mempelajari sejarah hidup mereka. Perubahan ke arah yang lebih baik sudah pasti menjadi tujuan kita untuk mempelajarinya. Banyak orang mengatakan “Jika bercermin dengan cermin yang jernih dan bersih, maka bayangan yang tampak juga akan
  • Dakwah Islam: Niat Puasa Ramadhan Harus Setiap Malam?

    (klinik fotografi Kompas) dakwatuna.com - Niat itu urusan hati, bukan urusan lidah. Jika lidah saya menyebutkan “Sengaja aku shalat Maghrib” dalam versi bahasa arabnya, padahal waktu saya mengucapkannya dalam posisi saya sebagai guru, maka niat saya pada waktu itu mengajarkan kata-kata itu kepada murid, bukan berniat untuk shalat. Jadi niat itu perkara hati, dan niat
  • Dakwah Muslim: Ketika Sepi Semakin Menyepi

    dakwatuna.com Kulihat sepinya sebuah peradaban Ketika sepinya kegiatan dibarengi kesepian semangat Inilah potret para pengemban peradaban Yang ukhuwahnya sudah mulai memudar Kulihat gersangnya semangat pewaris kejayaan Duduk termenung penuh kesenduan Seakan-akan habis ikut muhasabah seharian Lantaran sepinya komitmen kedatangan jundi-jundi pilihan Kulihat generasi pilihan semakin suka menyendiri Seakan-akan surga untuknya sendiri Tak peduli lagi dengan
  • Syariah Islam: Hukum Usaha Omprengan Mobil

    Abu AZA Pertanyaan: Assalamualaikum wr. wb. Ustadz, bagaimana hukum halal/haram atau boleh/tidaknya Jika kita membuka usaha omprengan mobil di Terminal/Stasiun Kereta misalnya? (orang sering menyebutnya taxi gelap, karena bayarnya pake sistem tawar-menawar bukan argo), mengingat hari-hari ini adalah musimnya orang mudik/balik. Terus terang niatnya adalah untuk mencari pengalaman baru sambil mengisi waktu luang, bukan semata-semata
  • Artikel Syariah: pelelangan

    Pertanyaan berapa persen MUI memperbolehkan bunga bank? Jawaban Assalamu alaikum wr.wb. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya kepada kita semua. Saudari Yulianti, MUI tidak pernah memberikan dispensasi besaran bunga bank yang diperbolehkan. Fatwa yang dikeluarkan oleh MUI terkait dengan bunga adalah seperti pendapat jumhur ulama bahwa bunga bank itu haram. berikut kami ketengahkan putusan Fatwa MUI: FATWA
  • Artikel Islam: Tindakan Imam Memulai Shalat Sebelum Barisan Lurus Dan Rapat

    Oleh Wahid bin ‘Abdis Salam Baali Di antara imam ada yang mengatakan: “Istawuu wa’tadiluu (lurus dan rapatkan).” Dan setelah itu langsung takbir dan masuk shalat, padahal barisan masih bengkok bahkan bisa jadi masih terdapat barisan yang kosong (renggang). Lalu di antara para imam itu ada yang mengerjakan shalat dengan barisan yang berantakan dan tidak lurus.
  • Dakwah Muslim: Enam Perusak Ukhuwah

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 9/10/2007 | 28 Ramadhan 1428 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com
  • Artikel Islam: Kiat Mencari Jodoh

    (blogspot.com) dakwatuna.com – Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, supaya muncul suatu ketenangan, kesenangan, ketenteraman, kedamaian dana kebahagiaan. Hal ini tentu saja menyebabkan setiap laki-laki dan perempuan mendambakan pasangan hidup yang memang merupakan fitrah manusia, apalagi pernikahan itu merupakan ketetapan Ilahi dan dalam sunnah Rasul ditegaskan bahwa “Nikah adalah Sunnahnya”. Oleh karena itu Dinul Islam mensyariatkan
  • Artikel Islam: Setiap Bulannya, 450 Yahudi dan 300 Tentara Zionis Nodai Al-Aqsha

    . (knrp) dakwatuna.com - Laporan dari lembaga Al-Aqsha Foundation pada hari Rabu (11/7) kemarin menyebutkan, bahwa sebanyak 450 orang Yahudi dan 300 tentara Zionis setiap bulannya masuk ke areal Masjid Suci Al-Aqsha. Hal ini dilakukan Zionis dalam rangka menjalani agenda Yahudisasi terhadap Al-Aqsha. Oleh karenanya orang-orang Yahudi setiap harinya diwajibkan digilir untuk berada di areal Al-Aqsha.Lembaga
  • Artikel Islam: Menuntut Ilmu Hanya Bersandar Kepada Kaset-Kaset Ceramah Dan Tidak Duduk Di Halaqah-Halaqah Ilmu

    Oleh Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Ali Syaikh Pertanyaan. Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Ali Syaikh ditanya : Semoga Allah Jalla Jalaluhu menjadikan kebaikan bagi Syaikh, sebagian pemuda hanya bersandar pada kaset-kaset dalam menuntut ilmu, dimana mereka menggampangkan dalam duduk di halaqah-halaqah (tempat pengajian) dengan alasan bahwa pelajaran Syaikh ini direkam dan ada kasetnya ?!
  • Artikel Islam: Rabb, Maha Memiliki Rububiyyah

    Oleh Ustadz Ahmas Faiz ‘Asifuddin Salah satu nama Allah yang sangat indah adalah nama Rabb . Artinya, Yang Maha Memiliki sifat Rububiyah. Banyak hadits yang membuktikan bahwa Rabb adalah salah satu nama Allah Di antaranya hadits ‘Amr bin ‘Abasah bahwa ia mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنْ الْعَبْدِ
  • Artikel Islam: bepergian sendiri tanpa mahram

      Pertanyaan saya penah membaca hadist yg mengatakan bahwa seorang wanita tidak halal jika bepergian selama lebih dari 3 hari tidak ditemani oleh mahram.sementara saya telah berada di jakarta selama 6 bulan (sy berasal dr jatim) tanpa ditemani oleh seorangpun.tujuan saya ke jakarta adalah untuk bekerja. saya tidak punya pilihan lain karena dulu saya sekolah
  • Artikel Islam: Pentingnya Keikhlasan Dalam Seluruh Amal Ibadah

    ومَا أُمِرُوْا إِلاَّلِيَعْبُدُاللهَ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ حُنَفَاءَ Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus… Segala Puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala Rabb semesta alam Shalawat dam salam kita sampaikan kepada Nabi Muhammad Shalalllahu ‘alaihi wa sallam Pembawa risalah yang haq ini sebagai rahmat bagi
  • Artikel Islam: Risalah Untuk Saudariku Terkasih, Urgensi Menuntut Ilmu

    Oleh Ashom bin Muhammad Asy-Syarif Wahai ukhti muslimah….. Saya akan kemukakan.nasehat yang utama bagi kalian. Yakni tentang perlunya semangat dalam menuntut ilmu dan tafaqquh fid-din, akan tetapi pada kenyataannya banyak wanita yang tidak sungguh-sungguh dalam belajar, bahkan meninggalkannya (berpaling darinya). Telah menjadi keprihatinan tersendiri dalam benak saya. Oleh karena itu, insya Allah saya akan menjelaskan
  • Dakwah Islam: Garis Finish itu Adalah Kematian

    dakwatuna.com – Salah satu Dosen Fakultas Adab Dan Humaniora UIN Alauddin Makassar sebut saja Quraisy Mathar mendefinisikan bahwa kematian adalah finish, merupakan puncak tertinggi sebuah kehidupan di dunia. Semua orang pasti berlari untuk sampai ke garis finish, jadi tidak perlu takut, tetapi berbanggalah ketika sampai di garis finish tersebut. Kematian, itu adalah rahasia Allah SWT. Kita terkadang
  • Dakwah Islam: “Emak Ingin Naik Haji” Film Religi Ramaikan Musim Haji

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 27/10/2009 | 08 Dhul-Qadah 1430 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com
  • Artikel Islam: MUI Minta Perbedaan Awal Puasa Ramadan jangan Dipersoalkan

    Wakil Sekjen MUI Pusat Zainut Tauhid Saadi. (Islahuddin/merdeka.com) dakwatuna.com – Jakarta. Perbedaan dalam penetapan awal puasa 1 Ramadan 1433 Hijriah hendaknya disikapi secara arif oleh pada pimpinan ormas dan umat Islam. Imbauan itu dikatakan Wakil Sekjen MUI Pusat Zainut Tauhid via telpon, Rabu (18/7). “Kami berharap adanya perbedaan dalam penentuan 1 Ramadan tahun ini di
  • Dakwah Islam: Mengikir Gigi Karena Kebutuhan

    Sebelumnya saya sudah mengetahui bahwa dibolehkan memasang gigi palsu dalam islam, yang tidak dibolehkan adalah mengasah/mengikir gigi. Yang jadi pertanyaan saya adalah apakah hukumnya jika memasang gigi palsu bridge yang mana dalam prosedurnya mengharuskan mengikir/mengasah gigi asli yang ada di sebelah kanan dan kiri gigi yang ompong. Sebagai informasi bahwa gigi palsu itu ada yg
  • Dakwah Islam: Senandung Rindu

    Hidayat Nur Wahid dan almarhum ibunda. dakwatuna.com Ibu, dengarkanlah senandung rindu Khusus kupersembahkan hanya untukmu Curhatan penuh cinta dari suara hatiku Ibu, mohon maafkan anakmu Jika mungkin tak terdengar begitu merdu Ibu, banyak kenangan indah tentangmu Engkau mengandungku sembilan bulan lalu Beban berat diriku yang ada di rahimmu Tak dirasa sakit, tak dirasa jemu Tak
  • Artikel Islam: Shalat Taubat, Shalat Antara Adzan Dan Iqamah

    Oleh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul Sudah sepatutnya bagi seorang muslim untuk senantiasa berusaha bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, uga selalu merasa dalam pengawasan-Nya, serta tidak terjerumus ke dalam maksiat. Kalau toh dia berbuat dosa, maka dia akan segera bertaubat dan kembali ke jalan Allah. Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mensyariatkan
  • Artikel Muslim: Dakwah Itu Visioner

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 30/7/2009 | 08 Shaban 1430 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com
  • Artikel Islam: Fadhail (Keutamaan) Dakwah

    Skema: Fadhail (Keutamaan) Dakwah Penjelasan Skema Beberapa Keutamaan Dakwah: Dakwah menjadi utama karena ia adalah muhimmatur rusul (tugas para nabi dan rasul). Dakwah menjadi utama karena ia adalah ahsanul a’mal (sebaik-baik amal). Dakwah menjadi utama karena dengan berdakwah seorang muslim meraih pahala yang teramat besar (al-hushul ‘alal ajri al-azhim). Dakwah menjadi utama karena dapat menyelamatkan
  • Artikel Islam: Cara Berdakwah dengan Non-Muslim

    underline;”>dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An Nahl: 125) Jika tidak bisa (seperti di atas), (nanti) jadi akan mengesankan negatif terhadap Islam itu sendiri. Jika demikian,
  • Artikel Muslim: Mengukur Angan-angan

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 17/12/2007 | 08 Dhul-Hijjah 1428 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com
  • Artikel Islam: Hakikat Mudharabah

    Oleh Ustadz Khalid Syamhudi PENGERTIAN MUDHARABAH Syarikah mudharabah memiliki dua istilah. Yaitu mudharabah dan qiradh sesuai dengan penggunaannya di kalangan kaum Muslimin. Penduduk Iraq menggunakan istilah mudharabah untuk menyebut transaksi syarikah ini. Disebut sebagai mudharabah, karena diambil dari kata dharb di muka bumi. Yang artinya, melakukan perjalanan yang umumnya untuk berniaga dan berperang. Allah berfirman.
  • Artikel Islam: Pendapat Para Ulama Tentang Qunut Shubuh Terus Menerus Dan Penjelasan Pendapat Yang Menyunnahkannya

    Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Bagian Ketiga dari Enam Tulisan 3/6 HADITS-HADITS TENTANG QUNUT SHUBUH DAN PENJELASANNYA HADITS KEDELAPAN عَنْ أَبِيْ مِجْلَزٍ قَالَ: صَلَّيْتُ مَعَ ابْنِ عُمَرَ صَلاَةَ الصُّبْحِ. فَلَمْ يَقْنُتْ، فَقُلْتُ لَهُ: لاَ أَرَاكَ تَقْنُتُ، فَقَالَ: لاَ أَحْفَظُهُ عَنْ أَحَدٍ مِنْ أَصْحَابِنَا. رواه البيهقي (2/213) بإسناد حسن. Dari Abi Mijlaz, ia berkata:
  • Artikel Syariah: Jangan Pernah Takut untuk Menikah

    (Danang Kawantoro) dakwatuna.com - Islam telah menjadikan istri sebagai tempat yang penuh ketenteraman bagi suaminya. Allah SWT berfirman: “Di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya”. (QS Ar Rum: 21). Secara fitrah, dengan menikah akan memberikan ketenangan bagi setiap manusia, jika pernikahan
  • Artikel Islam: Buka Bersama 1000 Anak Yatim di Yogyakarta

    href=”javascript:if(confirm(‘http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2012/07/buka-bersama-yatim-yogya-01.jpg \n\nThis file was not retrieved by Teleport VLX, because it did not meet the project\’s file type specifications. \n\nDo you want to open it from the server?’))window.location=’http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2012/07/buka-bersama-yatim-yogya-01.jpg’” tppabs=”http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2012/07/buka-bersama-yatim-yogya-01.jpg” rel=’shadowbox;player=img;’ title=’buka-bersama-yatim-yogya-01′ title=”buka-bersama-yatim-yogya-01″> (Dok. DPU DT Yogyakarta) (Dok. DPU DT Yogyakarta) (Dok. DPU DT Yogyakarta) (Dok. DPU DT Yogyakarta) (Dok. DPU DT Yogyakarta)
  • Artikel Islam: Khatib Wafat Saat Khutbah Idul Adha

    – Shalat Idul Adha (klatenkita.com) dakwatuna.com – Pangkalankerinci. Datangnya kematian atau maut selalu tidak disangka-sangka dan tidak pilih tempat. Seorang warga Pangkalankerinci bernama Syawir (60) mungkin beruntung karena dia meninggal dunia dalam keadaan sedang beribadah. Pensiunan PNS Pemkab Pelalawan dipanggil menghadap Tuhan pada saat berdiri menjadi khatib shalat Idul Adha 1432, Minggu (6/11) kemarin. Ia
  • Artikel Islam: Pedoman Orang Tua Tentang Puasa Bagi Anak-Anak

    (vtrediting.wordpress.com) Landasan Syar’i dakwatuna.com – Puasa bagi anak-anak pada dasarnya tidak wajib, meski demikian mengajari mereka sejak dini agar berpuasa terbiasa merupakan perbuatan sunnah Nabi dan para salaf shalih as sepanjang mereka mampu menjalankannya. Rasulullah saw bersabda:”
  • Artikel Islam: “Bila Tirai Itu Telah Terbuka”

    dakwatuna.com - Di suatu sore di hari hujan, ada seorang Al-ukh yang sedang bersandar pada dinding putih di sebuah lorong yang memanjang, sebuah mushaf hitam yang sedang ia pegang terbuka sedangkan matanya seakan tak fokus pada mushafnya, sesekali ia menengok ke kanan dan ke kiri, lalu ia menunduk membaca Kitab Al-Qur’an dengan mata yang berkaca-kaca dan
  • Artikel Islam: Wasiat Untuk Dikuburkan Di Tempat Tertentu Dan Kapan Waktu Untuk Mentalqin ?

    Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bagaiamana pendapat anda tentang seseorang yang berwasiat jika nanti mati agar di kubur di tempatnya si fulan, apakah hal ini harus dilaksanakan ? Jawaban. Pertama. Ia harus ditanya mengapa memilih tempat si fulan ? Boleh jadi ia memilih di sisi kuburan
  • Dakwah Islam: Alasan Rakyat Mesir Tolak Mubarak

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 29/1/2011 | 23 Safar 1432 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com
  • Artikel Islam: 56-57. Diutusnya Angin Yang Lembut Mencabut Ruh Orang Beriman. Penghalalan Baitul Haram (Makkah)

    Oleh Dr. Yusuf bin Abdillah bin Yusuf al-Wabil 56. DIUTUSNYA ANGIN YANG LEMBUT UNTUK MENCABUT RUH ORANG-ORANG YANG BERIMAN Dan di antaranya adalah berhembusnya angin yang lembut untuk mencabut ruh orang-orang yang beriman. Maka, tidak ada lagi di muka bumi orang yang berkata, “Allah, Allah”, yang ada hanyalah manusia yang paling durjana dan kepada merekalah
  • Artikel Islam: Rukun-Rukun Shalat

    Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi A. Rukun-Rukun Shalat Shalat memiliki beberapa kewajiban dan rukun yang hakekat shalat itu tersusun darinya. Sehingga, jika satu rukun saja tertinggal, maka shalat tersebut tidak terealisir dan secara hukum tidak di-anggap (batal). Berikut adalah rukun-rukunnya: 1. Takbiratul ihram Dari ‘Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu
  • Artikel Islam: Jama’ah Tabligh Adalah Orang Yang Membuat Bid’ah Serta Pelaku Tarikat

    Disusun oleh. Syaikh Rabiâ bin Hadi Al Madkhali. FATWA SYAIKH ‘ALAAMAH ABDUR RAZZAQ ‘AFIFI Syaikh ditanya tentang khuruj Jamaah Tabligh dalam rangka mengingatkan manusia kepada keagungan Allah. Maka Syaikh berkata : “Pada kenyataannya, sesungguhnya mereka adalah mubtadi’ (orang yang membuat bid’ah) yang memutar balikkan serta pelaku tarikat (ajaran) Qadariyah dan lainnya. Khuruj mereka bukanlah di
August 2012
M T W T F S S
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  


http://www.baitulquran.or.id