Rumah Yatim

Artikel Islam: Hukum Menyembelih Hewan Ternak Dengan Tenaga Listrik

Dikoreksi
Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan

Syaikh Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan berkata dalam kitab beliau “Al-I’lam Bi Naqdi Kitab Al-Halal wa Al-Haram” pada pasal koreksi 6: Hukum Menyembelih Hewan Ternak dengan Tenaga Listrik.

Penulis (Yusuf Al-Qardhawi) di dalam pembahasannya yang berjudul Penyembelihan Ahli Kitab hal. 48 menjelaskan sebagai berikut:

“Permasalahan yang kedua: Apakah disyaratkan bahwa penyembelihan kita, yaitu dengan memakai alat yang tajam (seperti pisau) sebagaimana fatwa umumnya para ulama? Adapun menurut golongan penganut mazhab Maliki, alat tajam bukan menjadi syarat. Imam Al-Qadhi Ibnul ‘Arabi di dalam tafsir ayat 3 surat Al-Maidah menerangkan: “Ini adalah dalil yang pasti kebenarannya bahwa buruan dan makanan ahli kitab termasuk perkara thayyibat, dihalalkan oleh Allah, kehalalannya adalah mutlak. Adapun Allah mengulang-ulang pembahasan ini adalah untuk menghilangkan keraguan serta musnahnya anggapan-anggapan yang membawa bahaya kerusakan sehingga memperpanjang permasalahan.” Saya pernah ditanya tentang orang Nasrani yang membekuk leher ayam lalu dimasaknya, apakah dagingnya halal dimakan bersama makanannya atau diambil makanannya saja? Saya jawab: “Dagingnya halal dimakan, karena itu adalah makanannya. Rahib dan ahbarnya sekalipun sembelihannya tidak seperti kita. Sebab Allah menghalalkan makannya untuk kita secara umum tidak ada perkecualian. Dan semua apa yang mereka lihat di dalam diennya halal, maka untuk kitapun halal kecuali apa yang dijelaskan oleh Allah tentang kebohongannya. Ulama kita ada yang berfatwa bahwa mereka pun menyerahkan wanitanya untuk dinikahi, tentunya boleh dikumpuli, lalu mengapa kita enggan makan sembelihannya? Ingat makan itu lebih ringan daripada menyetubuhi dalam kehalalan dan keharaman. Inilah apa yang dijelaskan oleh Ibnul ‘Arabi.” Beliau menambahkan pada maudlu’ (topik) yang ke-2: “Apa yang mereka makan tanpa sesembelihan seperti pencekikan dan pemukulan kepalanya -tanpa niat menyembelih-, maka itu dinamakan bangkai, hukumnya haram.”

Penulis (Yusuf Al-Qardhawi) berkata: “Dua perkataan itu tidak bertentangan, sebab selagi mereka menilainya itu sebagai sesembelihan, maka halal bagi kita untuk memakannya. Sekalipun cara penyembelihannya tidak sama dengan kita. Sebaliknya jika mereka menilai hal itu bukan sesembelihan, maka haram bagi kita memakannya. Oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan bahwa selagi ada tujuan untuk mengeluarkan nyawa hewan, maka dapat dikatakan menyembelih. Inilah pendapat pengikutnya Maliki secara umum.

Karenanya berdasarkan keterangan yang kami paparkan di atas tadi, kita dapat mengetahui hukum daging yang diimpor dari Ahli Kitab, seperti ayam dan daging sapi yang dibungkus. Boleh jadi penyembelihannya dengan alat listrik dan yang semisalnya selagi mereka menilainya halal maka halal pula untuk kita, juga sesuai dengan pemahaman keumuman ayat.”

Selesailah pembicaraan penulis yang intinya beliau berusaha menghalalkan daging impor yang penyembelihannya bertentangan dengan syariat Islam.

Jawaban kami kepadanya ada beberapa segi.

Pertama.
Penulis nampaknya berani mengubah apa yang ia nukil dari perkataan Ibnul ‘Arabi, berani menambah, mengurangi dan merubah kalimatnya. Tentunya perbuatan ini penyelewengan amanat ilmiah dan hilang rasa takutnya kepada Allah. Jika kita mau mengembalikan apa yang ia nukil lalu kita padukan dengan aslinya, maka nampak ketidakjujurannya.

Misal pertama, Ibnul ‘Arabi berkata: “Mereka (Ahli Kitab) itu menyerahkan anak laki-laki dan wanita mereka untuk dimiliki selama waktu perdamaian”. Tetapi ibarat yang diungkapkan oleh penulis demikian: “Mereka menyerahkan kepada kita wanita-wanitanya agar dinikahi”. Penulis menghapus kalimat “anak-anak laki-laki mereka” dan “selama waktu perdamaian”. Penulis juga merubah “untuk dimilikiI” menjadi “untuk dinikahi”.

Contoh kedua, Ibnul ‘Arabi berkata: “Maka jika apa yang mereka makan itu bukan dalam bentuk penyembelihan seperti dengan cara pencekikan dan pemukulan kepala, maka hal ini hukumnya bangkai. Haram hukumnya menurut nash walaupun mereka memakannya, maka kitapun haram memakannya. Demikian juga babi bagi mereka halal demikian juga makanan mereka yang lain, tetapi hal itu itu haram bagi kita”. Adapun redaksi dari penulis dalam penukilannya adalah sebagai berikut: “Apa yang mereka makan yang bukan disembelih seperti dengan cara pencekikan dan pemukulan kepada tanpa niat disembelih”, lalu beliau menghapus kata-kata “menurut nash” sampai pada kata “demikian juga makanan mereka yang lain”.

Barangkali dia berbuat demikian bertujuan agar fatwa Ibnul ‘Arabi dapat dijadikan dasar untuk dihalalkannya binatang yang dibunuh dengan listrik, sekalipun menyimpang dengan penyembelihan menurut syara’.

Kedua.
Bahwa perkataan Ibnul ‘Arabi ini sangat berlawanan, suatu saat dia mengungkapkan: “Apa yang dimakan oleh ahli Kitab, padahal dia menyembelihnya bukan dengan cara penyembelihan, tentunya hukum makannya haram karena itu bangkai. Demikian juga babi, haram untuk kita.”

Fatwa beliau ini adalah benar karena sejalan dengan syariat Islam, lebih-lebih binatang yang mati karena dicekik lehernya. Demikian juga penafsiran beliau tentang Al-Munkhaniqati (binatang yang tercekik) sebagaimana di dalam ayat, mencakup pula binatang yang dijerat lehernya.

Beliau (Ibnul ‘Arabi) berkata: “Wal Munkhaniqah ialah yang terjerat lehernya dengan tali baik disengaja atau tidak, atau tanpa tali.” Ini menandakan tertolaknya tambahan kalimat “tanpa niat penyembelihan” oleh Yusuf Qardhawi.

Kemudian berlawanan pula perkataannya Ibnul ‘Arabi yang pertama dan kedua, karena beliau mengatakan: “Bahwa dihalalkan bagi kita penyembelihan orang Nasrani dengan cara menjerat lehernya, sebab sudah menjadi makanan para rahib (pendeta) dan ahbar (paderi)-nya, sekalipun cara penyembelihannya tidak sama dengan kita.” Sekarang kita bertanya, mana di antara dua perkataannya tadi yang dapat dijadikan pegangan? Maka tidak diragukan lagi lagi bahwa fatwanya yang pertamalah yang dapat dijadikan pegangan karena sesuai dengan nash syara’. Adapun fatwanya yang kedua keliru, tidak bisa dijadikan pegangan.

Selanjutnya penulis pada awalnya mengatakan: “Saya tidak bisa menerima dengan akal yang waras, bahwa saya ini dituduh taqlid atau bermadzhab tertentu dalam segala permasalahan, baik itu keliru atau benar.” Lalu mengapa dia sendiri di sini menyampingkan akalnya dalam pembahasan ini dan bertaqlid kepada Ibnul ‘Arabi dalam pendapatnya yang keliru lagi bertentangan sehingga dengan fatwanya ditarik kesimpulan boleh makan sembelihan dengan cara penyetruman listrik.

Ketiga.
Penulis mengatakan: “Pemahaman menyembelih ialah bermaksud untuk mengeluarkan nyawa binatang dengan niat untuk dimakan.”

Perkataan ini mempunyai arti kapan saja binatang itu dapat dicabut nyawanya dengan niat untuk dimakan, berarti hukumnya seperti menyembelih menurut syara’, walaupun dengan memakai beberapa cara dan di manapun mengena pada badannya. Jelas pendapat ini adalah keliru, sebab penyembelihan menurut syara’ mempunyai sifat yang khas dan alat yang khas serta di tempat bagian badannya yang khas pula sebagaimana penjelasan para ulama.

Selanjutnya Ibnul ‘Arabi di dalam menafsirkan ayat 3 surat al Maidah mengatakan bahwa yang dimaksud dengan penyembelihan menurut syara’ ialah mengalirnya darah, terpotongnya urat leher hewan yang disembelih di lehernya. Adapun penyembelihan binatang yang sulit diatasinya -sebagaimana penjelasan yang lalu- dengan disertai niat menyembelihnya dan menyebut nama Allah.

Selanjutnya beliau menjelaskan tentang khilaf ulama di dalam hukum menyembelih dari tengkuknya, lalu beliau menerangkan: Dikembalikan pada asalnya sebagaimana kami telah menjelaskannya kepadamu. Yaitu bahwa penyembelihan sekalipun ada niat untuk mengalirkan darah, tetapi penyembelihan itu termasuk bagian dari ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Suci. Sebab pada zaman jahiliyah penyembelihan itu mereka maksudkan untuk patung-patung dan berhalanya, disembelihnya untuk selain Allah, dan mereka menjadikan sembelihannya itu dalam rangka mendekatkan diri dan beribadah kepada-Nya. Karena itu Allah memerintahkan agar mengembalikan niat dan ibadah kepada-Nya. Dengan demikian berarti penyembelihan itu ada sangkut pautnya dengan niat dan tempat yang khusus. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menyembelih hewan pada tenggorokan di lehernya, sebagaimana beliau telah bersabda:

“Artinya : Bahwasanya penyembelihan itu di tenggorokan dan di lehernya.”

Ini menunjukkan bahwa tempatnya khusus. Bahkan beliau menjelaskan lagi:

“(dengan) Alat yang dapat mengalirkan darah dan disebut nama Allah, maka makanlah.”

Apabila diabaikan hal itu, yakni tidak ada niat, tidak ada persyaratan dan sifat-sifat yang khusus, maka hilanglah makna ibadah. Ibnu Qudamah di dalam kitab Al Mughni menjelaskan tempat penyembelihan sebagai berikut: “Adapun tempatnya adalah tenggorokan dan leher, yaitu wahdah (lekuk/cekung antara pangkal leher dan dada). Maka dilarang menyembelih pada selain tempat ini menurut ijma’.

Keempat.
Bahwa fatwa penulis menghalalkan daging impor yang kadang-kadang penyembelihannya dengan sengatan listrik dan semisalnya adalah fatwa yang batil. Sebab penyembelihan dengan cara ini, tidak halal dagingnya. Lebih-lebih yang menyembelihanya bukan orang Islam, sebab cara itu tidak memenuhi persyaratan penyembelihan. Inilah fatwa yang berdasarkan qaul Ibnul ‘Arabi dan yang lainnya, dan sudah kami jelaskan pertentangan dan kerusakannya.

Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman bin Jasir di dalam kitab Manasik-nya II/219 menukil qaulnya para fuqaha, beliau mengatakan: “Jika penyembelihan itu diwakilkan kepada orang ahli, sekalipun kafir dzimmi Ahli Kitab, maka sah tetapi makruh.”

Kami katakan, “Yang dimaksud oleh fuqaha boleh mewakilkan ahli kitab dzimmi dalam penyembelihan hewan milik orang Islam atau korbannya dengan syarat Ahli Kitab dzimmi itu menyembelih pada tempat yang disyariatkan dan menurut persyaratan yang berlaku. Tetapi jika mereka menyembelihnya dengan menusukkan paku atau kapak di kepalanya dan semisalnya atau dengan listrik sebagaimana yang dilakukan oleh orang Nasrani pada masa sekarang, maka dilarang mewakilkannya dan haram dagingnya. Sebab penyembelihan dengan cara itu tidak dinamakan penyembelihan tetapi bangkai. Hal itu adalah haram sekalipun yang melakukannya orang Islam. Wallahu a’lam.

Adapun perkataan penulis: “Selagi mereka menilai halal dan disembelih, maka kitapun halal memakannya sesuai dengan keumuman ayat.” Kami jawab: “Bukanlah yang dimaksud Allah menghalalkan kepada kita makanan yang mereka halalkan, tetapi makanan mereka yang dihalalkan oleh Allah untuk mereka (maka halal pula untuk kita). Adapun ucapan Ibnul ‘Arabi yang menjadi sandaran oleh pengarang, di sini adalah menjelaskan kebalikan sebagaimana yang beliau katakana tadi, bahkan memperkuat pendapat kami. Mengapa? Sebab kebolehan penyembelihan mereka itu dikaitkan dengan anggapan mereka dalam agamanya dan Allah tidak mendustakan mereka tentang masalah itu, supaya menjadi makanan bagi pendeta dan rahib mereka. Sekarang kami bertanya: “Apakah penyembelihan dengan cara sengatan listrik dan mereka menganggapnya halal menurut agamanya dan sembelihannya dimakan oleh ahbar dan rahib mereka, tidak didustakan oleh Allah? Tentunya penulis harus menelaahnya terlebih dahulu.

[Disalin dari dari buku Al-I'lam Bi Naqdi Kitab Al-Halal wa Al-Haram, edisi Indoensia Kritik terhadap buku: Halal dan Haram dalam Islam, oleh Syaikh Shalih bin Fauzah bin Abdullah Al-Fauzan, Penerbit Pustaka Istiqamah Solo]

Sumber: http://www.almanhaj.or.id

RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

Related Posts

Category: Artikel, Artikel Islam

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Artikel

  • Artikel Syariah: Ramadhan Hadir, Tiba Saatnya Berkaca Diri

    irm(‘http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2012/06/kaligrafi-ramadhan-hijau.jpg \n\nThis file was not retrieved by Teleport VLX, because it did not meet the project\’s file type specifications. \n\nDo you want to open it from the server?’))window.location=’http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2012/06/kaligrafi-ramadhan-hijau.jpg’” tppabs=”http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2012/06/kaligrafi-ramadhan-hijau.jpg” rel=”shadowbox;player=img;” title=”kaligrafi-ramadhan-hijau”> . dakwatuna.com - Jika Ramadhan diibaratkan tamu agung, maka Ramadhan adalah tamu agung yang kerap kita kecewakan. Kehadirannya kita rindukan tapi saat dia datang di
  • Artikel Islam: Jual Beli Gharar

    Oleh Ustadz Abu Asma Kholid Syamhudi DEFINISI GHARAR Menurut bahasa Arab, makna al-gharar adalah, al-khathr (pertaruhan) . Sehingga Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan, al-gharar adalah yang tidak jelas hasilnya (majhul al-‘aqibah) . Sedangkan menurut Syaikh As-Sa’di, al-gharar adalah al-mukhatharah (pertaruhan) dan al-jahalah (ketidak jelasan). Perihal ini masuk dalam kategori perjudian . Sehingga , dari penjelasan
  • Artikel Islam: Hukum Bom Bunuh Diri

    Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Syaikh rahimahullah berkata tatkala menerangkan hadist tentang kisah “Ashabul Ukhdud” (orang-orang yang membuat parit), ketika menyebutkan faidah-faidah yang terdapat dalam kisah tersebut, ‘bahwasanya seseorang dibenaran mengorbankan dirinya untuk kepentingan otang banyak, karena pemuda ini memberitahukan kepada raja cara membunuhnya yaitu dengan mengambil anak panah milik pemuda itu” Syaikhul
  • Artikel Islam: Lima Rukun Islam

    Oleh Abu Isma’il Muslim al Atsari Agama Islam ibarat sebuah bangunan kokoh yang menaungi pemeluknya dan menjaganya dari bahaya dan keburukan. Bangunan Islam ini memiliki lima tiang penegak, sebagaimana disebutkan di dalam hadits-hadits yang shahih. Maka alangkah pentingnya kita memahami masalah ini dengan keterangan ulama Islam. Berikut ini adalah hadits-hadits tersebut. Hadits Pertama عَنْ ابْنِ
  • Dakwah Islam: Kematian (Ternyata) Tak Datang Tiba-Tiba

    ing. Menganggap kematian itu masih jauh dariku. Kematian adalah milik orang lain. Aku? Entah lah..Yang jelas aku yakin ia masih jauh dariku. Lihat saja tubuhku yang bugar,lenganku yang kokoh,pandangan mataku yang tajam,langkah kakiku yang tegap, tak ada satu pun yang menunjukkan bahwa aku pantas dijemput maut. Aku senantiasa menjaga kebugaran tubuhku. Olahraga dan suplemen vitamin
  • Dakwah Islam: Mensos: Masih Banyak Potensi untuk Galang Dana Selain dari Judi

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 7/7/2010 | 26 Rajab 1431 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com Related PostsArtikel Islam: Kuis Lewat SMS M. Irsyad Pertanyaan: Ustadz yang dirahmati Allah SWT. Bagaimana hukumnya mengikuti kuis yang disenggarakan lewat sms? Seperti kuis-kuis di pro xl. Terimakasih. Jawaban: Assalamualaikum Wr. W...Dakwah Islam: Bunuh Diri Militer Israel Meningkat Sumber: http://www.dakwatuna.com | 7/7/2010
  • Artikel Islam: Talak Hanya Diketahui Suami Sendiri, Mewakilkan Dalam Mentalak Isteri

    Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Seorang suami pergi meninggalkan isterinya dalam waktu cukup lama, dan ia telah menjatuhkan talak tanpa memberitahukan kepada isterinya, apakah talak tersebut dianggap jatuh ? Jawaban Talak bisa dianggap jatuh setelah diucapkan oleh suami walaupun tidak disampaikan kepada isterinya. Barangsiapa yang mengatakan
  • Artikel Islam: Pengertian Al-Wasath Dalam Agama

    Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah yang dimaksud dengan al-wasath (sikap pertengahan) di dalam agama ? Mohon penjelasan yang rinci dan memuaskan dari yang mulia, semoga Allah membalas jasa anda terhadap Islam dan kaum muslimin dengan sebaik-baik balasan. Jawaban. Pengertian al-wasath dalam agama adalah seseorang tidak
  • Artikel Islam: Mengumpulkan Harta Suami Istri Untuk Keperluan Rumah Tangga

    Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya dan istri sama-sama karyawan, dan semenjak menikah kami selalu mengumpulkan uang agji kami secara bersama-sama. Setelah uang tersebut kami pakai untuk keperluan rumah tangga, sisanya kami persiapkan untuk kerpeluan lain seperti memperbaiki rumah atau membeli kendaraan
  • Dakwah Muslim: Dakwatuna.com Versi 4.0

    Dakwatuna.com versi 4.0 dakwatuna.com – Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, setelah setahun dakwatuna.com tampil dengan versi 3.0, akhirnya pada hari ini, tepat tanggal 25 Mei 2009 / 30 Jumadil Ula 1430, dengan mengucapkan “Bismillahir rahmanir rahim,” dakwatuna.com versi 4.0 kami rilis. Segenap pengelola dakwatuna.com mengucapkan terima kasih kepada para pengunjung setia dakwatuna.com atas segala masukan dan usulannya
  • Artikel Syariah: Bijak Dan Bahagia Meski Menua

    dakwatuna.com - Menjadi tua adalah kepastian, namun tampil awet muda adalah pilihan dan bisa diusahakan. Benarkah?…, begitulah tuntutan kehidupan yang makin modern ini, banyak orang-orang berlomba untuk bisa tampil awet muda, dari usaha yang ‘ecek-ecek’ alias abal-abal bin bau mistis sampai yang menggunakan teknologi super canggih berharga jutaan. Yang perlu di garis bawahi dari proses penuaan
  • Artikel Islam: Realita Kebangkitan Islam

    Oleh Syaikh Abu Usamah Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly Mulailah kaum muslimin sadar setelah melihat kenyataan pahit, negeri yang tercabik dan banyaknya orientalis yang mengajak mereka untuk meninggalkan agama dan sumber kejayaannya. Setiap kelompok dari kaum muslimin selanjutnya mulai memandang kenyataan yang ada dari sisi yang berbeda dari pandangan kelompok yang lain. Oleh karena itu dapat
  • Artikel Islam: Kitab Sumpah & Nadzar

    Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Definisi Sumpah Al-Aimaan -dengan Hamzah difat-hahkan- bentuk jamak dari yamiin. Dan asal makna al-Yamin atau sumpah di dalam bahasa Arab adalah tangan. Hal ini dikarenakan ketika dulu mereka bersumpah, mereka saling memegangi tangan yang lain. Adapun secara syara’ sumpah berarti menguatkan sesuatu dengan menyebut Nama atau sifat Allah.
  • Artikel Islam: Bekerja Sama Dalam Perkara Yang Disepakati Saling Memperingatkan Dalam Perkara Yang Diperselisihkan

    Oleh Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz Bin Abdullah Bin Bazz Berkata Samahatus Syaikh Abdul Aziz bin Bazz –rahimahullahu- di dalam Majmu’ Fatawa III/58-59 mengomentari kaidah ‘saling bekerjasama dalam perkara yang disepakati dan saling memaklumi terhadap perkara yang diperselisihkan sebagai berikut : “Na’am, wajib atas kita saling menolong terhadap perkara-perkara yang kita bersepakat di atasnya dalam rangka
  • Artikel Islam: Perintah Untuk Saling Menolong Dalam Mewujudkan Kebaikan Dan Ketakwaan

    Oleh Ustadz Abu Minhal Allah Azza wa Jalla berfirman: ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya
  • Artikel Islam: Episode Penantian

    (nyepsycho.wordpress.com) dakwatuna.com Tuhan, hati ini hampir terjengkang Jika Kau tak menopang Aku si abu di belantara hitam putih Yang mencari sunyi di kedalaman doaBerbekal secawan keyakinan Kepada Tuhan aku serahkan Biduk kesabaran yang terus terguncang Bisikan ombak terus menerjang Tak boleh tenggelam Ada KAU Sang Penopang Biar mimpi bergelimpangan kini KAU pasti akan mendampingi Ketika
  • Dakwah Islam: Pare Kehidupan

    dakwatuna.com - Seorang anak segera menutup tudung saji meja makan saat tahu bahwa yang terhidang adalah lauk yang tak ia sukai, pare. “Ummi, kenapa harus masak pare sih? Kan pahit Mi…” keluh sang anak. Sang Ummi yang masih menggunakan celemek usai masak mendekat ke arah sang anak yang ngambek. “Sayang, kenapa tidak jadi makan? Kan sudah
  • Artikel Islam: Wanita-Wanita Pengukir Sejarah (bagian ke-5): Zainab binti Khuzaimah

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 14/5/2010 | 01 Jumada al-Thanni 1431 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com Related PostsDakwah Islam: Ibunda Hidayat Nur Wahid Meninggal Dunia Hidayat Nur Wahid dan almarhumah ibunda. (Ferry Ardian)dakwatuna.com – Jakarta. Innalillahi wainnailaihi rajiun. Siti Rahayu, ibunda anggota DPR Hidayat Nur Wahid meninggal dunia pada usia 79...Dakwah Islam: Suara Mereka Menembus Langit Biru
  • Artikel Islam: Hukum Diyat

    Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Lc Pada edisi sebelumnya, telah dibahas tentang Qishâsh sebagai hukuman bagi pelaku jinâyât pada pembunuhan disengaja beserta syarat dan ketentuannya. Ada juga hukuman lain yang berhubungan dengan pelaku jinâyât yang dikenal dengan hukuman diyat. Lalu apakah hukuman diyat itu? berikut penjelasannya. PENGERTIAN DIYAT Kata diyat (دِيَةٌ ) secara etimologi berasal dari
  • Dakwah Islam: Cerita Si Kabayan

    (flickr.com) dakwatuna.com – Di suatu hari, Si Kabayan ditanya oleh Abahnya Iteung, “Kabayan, apa yang kamu suka dalam kehidupan ini?” lalu Kabayan menjawab, “Aya atuh Abah, yang saya suka dalam hidup ini apabila saya menemukan sebuah tanjakan. Itu yang saya suka mah Abah.” Abah pun kembali melanjutkan pertanyaannya, “Kenapa kamu suka tanjakan, Kabayan? bukannya tanjakan
  • Artikel Islam: Mengamalkan Teori Ukhuwah

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 19/12/2008 | 20 Dhul-Hijjah 1429 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com Related PostsDakwah Islam: Sahabat-Sahabat Kecilku (123rf.com / Tjui Tjioe)dakwatuna.com – Tiga anak kecil berlarian mengejar layang-layang mereka yang putus. Mereka terus dan terus berlari mengikuti lambaian sang bayu yang terus membawa per...Dakwah Islam: Lelaki Penggenggam Kairo; Sosok Di Balik Perjuangan Hasan Al-Banna
  • Artikel Islam: Kesabaran Yang Baik

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 25/1/2008 | 16 Muharram 1429 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com Related PostsArtikel Islam: Sahabat (Danang Kawantoro)Sahabat… betapa senangnya hati ini bila dekat denganmu… Candamu mengandung makna tarbiyah Tingkah lakumu memberikan contoh yang baik Tulisan-tulisanmu membeningkan ha...Dakwah Islam: Apakah Anda telah Memikirkan Nasib Bangsa dan Umat Ini? (templates.com)dakwatuna.com - Sering kali kosa kata Al-Qur’an
  • Artikel Muslim: Apa Yang dimaksud Masjid Al-Aqsha?

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 23/3/2010 | 08 Rabbi al-Thanni 1431 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com Related PostsDakwah Islam: Pelukan Alam (blogspot/lovelytobeamuslimah)dakwatuna.comKu lirik biru langit yang menjadi nuansa Arakan awan pengiring langkah Mentari yang menyapaku dengan teriknya Warna hijau yang memelukku Warna coklat tem...Artikel Islam: Hukum Menikahi Orang Musyrik dan Ahlul Kitab Sumber: http://www.dakwatuna.com | 25/3/2007 |
  • Dakwah Muslim: Menyikapi Musibah

    ;”>Yang diinginkan oleh setiap orang adalah sesuatu yang menyenangkan, menggembirakan, melegakan dan sebagainya. Bagi seorang mukmin, musibah yang terjadi dan menimpa dirinya di pandangnya sebagai ujian hidup. Maka dibalik ujian itulah yang perlu direnungkan, apa hikmah di balik ujian itu? Karena seorang mukmin dengan konsepsi keimanannya akan mampu memandang persoalan dengan sudut pandang yang berbeda
  • Artikel Islam: Hukum Menikahi Orang Musyrik dan Ahlul Kitab

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 25/3/2007 | 08 Rabbi al-Awwal 1428 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com Related PostsDakwah Islam: Pelukan Alam (blogspot/lovelytobeamuslimah)dakwatuna.comKu lirik biru langit yang menjadi nuansa Arakan awan pengiring langkah Mentari yang menyapaku dengan teriknya Warna hijau yang memelukku Warna coklat tem...Artikel Muslim: Apa Yang dimaksud Masjid Al-Aqsha? Sumber: http://www.dakwatuna.com | 23/3/2010 | 08 Rabbi
  • Artikel Islam: Memanggil Nama Lain Selain Allah Dalam Berdo’a

    Oleh Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta Pertanyaan. Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Kami berharap anda memberi fatwa berkenan dengan adanya sekelompok orang yang berkumpul di masjid berdzikir kepada Allah dan berdzikir kepada Rasulullah dengan melafazkan dzikir-dzikir yang bertentangan dengan tauhid. Di antaranya mereka mengatakan secara serentak bersama-sama. “Bimbinglah aku
  • Artikel Islam: Nasehat Untuk Salafiyyin

    Oleh Syaikh Ibrahim bin Amir Ar-Ruhaily Bismillahirrahmanirrahim Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Sholawat dan salam, semoga senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita Nabi Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du Berikut ini adalah untaian nasehat yang ditujukan kepada generasi muda Ahlis Sunnah wal Jama’ah, yang dituliskan dalam rangka andil dalam menunaikan kewajiban menasehati
  • Artikel Islam: Hukum Cadar (Dalil Yang Tidak Mewajibkan)

    Soal. Apakah hukum cadar (menutup wajah) bagi wanita, wajib atau tidak? Pada edisi yang lalu telah kita sampaikan dalil-dalil para ulama yang mewajibkan cadar bagi wanita. Sekarang -insya Allah- akan disampaikan dalil-dalil para ulama yang tidak mewajibkannya. DALIL-DALIL YANG TIDAK MEWAJIBKAN Inilah secara ringkas dalil-dalil para ulama yang tidak mewajibkan cadar bagi wanita. 1. Firman
  • Artikel Islam: Rahasia Rezeki

    (examiner.com) dakwatuna.com - Jika belum rezeki, jangankan baru dihidangkan, nasi yang sudah di tangan pun belum tentu dapat dimakan dan ditelan. Kesadaran ini kembali aku dapatkan dari kisah Ihsan, Firman, Iqbal dan Irwan. Tidak aneh dan tidak pula ada yang heran bila tahun ini Ihsan akan mendapatkan promosi jabatan. Ia salah satu dari beberapa karyawan
  • Artikel Islam: Fidyah

    Assalamualaikum Wr.Wb 1. Apakah fidyah dalam bentuk Beras untuk satu hari puasa 2.5 kg beras,kalo untuk diuangkan apakah seharga beras 2,5 kg tersebut? 2. Apakah kita bisa mengQadha puasa yang 2 tahun lalu belum kita ganti dan tahun ini baru kita menggantikannya dengan membayar fidyah ? 3.Apakah kita bisa fidyah pada panti asuhan atau pada
  • Artikel Islam: Fenomena Transgender dan Hukum Operasi Kelamin

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 12/8/2009 | 20 Shaban 1430 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com Related PostsDakwah Islam: Sahabat-Sahabat Kecilku (123rf.com / Tjui Tjioe)dakwatuna.com – Tiga anak kecil berlarian mengejar layang-layang mereka yang putus. Mereka terus dan terus berlari mengikuti lambaian sang bayu yang terus membawa per...Artikel Muslim: Catatan 20 Tahun Berjilbab: Antara Jilbab, Kajian Islam, dan
  • Artikel Islam: Hukum Menyambut Dan Ikut Merayakan Hari Raya Atau Pesta-Pesta Orang-Orang Kafir

    Oleh Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan Hukum Ikut Merayakan Pesta, Walimah (Pesta Pernikahan,-peny), Hari Bahagia Atau Hari Duka Mereka Dengan Hal-Hal Yang Mubah Serta Berta’ziyah Pada Musibah Mereka. Tidak boleh memberi ucapan selamat (tahniah) atau ucapan belangsungkawa ta’ziyah) kepada mereka, karena hal itu berarti memberikan wala’ dan mahabbah kepada mereka. Juga dikarenakan
  • Syariah Muslim: 5 Manajemen Mimpi

    (templates.com) dakwatuna.com - “Kenyataan hari ini adalah mimpi kita kemarin, dan mimpi kita hari ini adalah kenyataan hari esok” (Hasan Al-Banna) “Bermimpilah engkau setinggi langit” (Pepatah) Setiap orang mempunyai area mimpi yang berbeda, karena setiap orang bebas untuk bermimpi, seperti burung yang terbang di angkasa, setiap orang dapat memilih ingin menjadi begini dan begitu, mau ini
  • Artikel Islam: Hak Ibu Lebih Besar Dari Pada Hak Ayah

    Oleh Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas Di dalam surat Al-Ahqaf ayat 15 Allah Subhanahu wa Ta’alaa berfirman : “Artinya : Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada kedua orang tuanya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa
  • Artikel Islam: Wanita-Wanita Pengukir Sejarah (bagian ke-12): Fatimah Az Zahra’

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 4/8/2010 | 24 Shaban 1431 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com Related PostsArtikel Islam: Muslimah Rusia Terkesima dengan Jilbab Klaten Sumber: http://www.dakwatuna.com | 27/5/2011 | 24 Jumada al-Thanni 1432 H RUMAH YATIM - rumah-yatim.balitabunda.comDakwah Islam: Musuh yang Berenang di Air Tenang Sumber: http://www.dakwatuna.com | 29/5/2008 | 24 Jumada al-Ula 1429 H RUMAH YATIM
  • Dakwah Islam: Suami Kembali ke Kristen

    Assalamu'alaikum. Saya mempunyai kesalahan fatal. Saya menikah dengan seorang kristen. Dulu dia masuk islam sesaat sebelum menikah dengan saya. Tp keesokan hari setelah menikah dia kembali ke agamanya sampai sekarang. Sekarang saya sadar & menyesal. Saya ingin pisah/cerai dari dia. Tp dia tidak mau. Di luar itu jg bnyak masalah lain. Sekarang saya bingung harus
  • Artikel Islam: Akan Muncul Da’i-Da’i Yang Menyeru Ke Neraka Jahannam

    Oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali Dari Hudzaifah bin Al-Yaman Radhiyalahu ‘anhu beliau berkata : “Dahulu manusia bertanya kepada Rasulullah tentang hal-hal yang baik tapi aku bertanya kepada beliau tentang hal-hal yang buruk agar jangan sampai menimpaku” Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyah dan kejelekan lalu Allah mendatangkan kebaikan (Islam,-pent)
  • Syariah Islam: Pengobatan Dengan Dzikir

    Effiyanti Pertanyaan: Assalamualaikum  Wr. Wb. Ustadz, teman saya di Amerika tanya tentang orang tuanya yang ikut olah raga latihan pernafasan yang namanya ‘Kalimasada‘, biasanya kalo ada yang sakit mereka menyalurkan tenaga dalamnya sambil membaca do‘a dan tangannya diarahkan ke orang yang sakit, sampai kita yang melihat merinding, bagaimana hukumnya ustadz? Pernah juga orang tuanya menelpon
  • Artikel Islam: Pacaran dan Ramadhan

    . dakwatuna.com - Pacaran sudah menjadi kemaksiatan yang dirasa biasa oleh beberapa orang, bahkan mereka-mereka yang memiliki kualitas ibadah harian yang dapat dikategorikan baik. Banyak alasan yang digunakan adalah bahwa “kemaksiatan yang dianggap biasa” yang dilakukan itu karena hak asasi manusia. Wow! Alasan yang modern dan luar biasa. Lalu pertanyaannya, di mana Hak Asasi Allah terhadapnya?
  • Artikel Islam: Hukum Memberikan Zakat Kepada Para Penuntut Ilmu Atau Pelajar?

    Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah hukumnya memberikan zakat kepada para penuntut ilmu (pelajar) ? Jawaban Penuntut ilmu yang mencurahkan kemampuan dan meluangkan waktunya untuk mencari ilmu syari’at meski dia mampu berusaha (mencari nafkah) tetap boleh diberi zakat, karena menuntut ilmu termasuk salah satu macam jihad
April 2014
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  


http://www.baitulquran.or.id