Rumah Yatim

Artikel Islam: Hukuman Untuk Pezina


Oleh
Ustadz Kholid Syamhudi

Tidak dapat dipungkiri, meninggalkan syari’at islam akan menimbulkan akibat buruk di dunia dan akhirat. Kaum muslimin jauh dari ajaran agama mereka, menyebabkan mereka kehilangan kejayaan dan kemuliaan. Diantara ajaran islam yang ditinggalkan dan dilupakan oleh kaum muslimin adalah hukuman bagi pezina (Hadduz-Zinâ). Sebuah ketetapan yang sangat efektif menghilangkan atau mengurangi masalah perzinahan. Ketika hukuman ini tidak dilaksanakan, maka tentu akan menimbulkan dampak atau implikasi buruk bagi pribadi dan masyarakat.

Realita dewasa ini mestinya sudah cukup menjadi pelajaran bagi kita untuk memahami dampak buruk ini.

Melihat realita ini, maka sangat perlu ada yang mengingatkan kaum muslimin terhadap hukuman ini. Semoga Allah Azza wa Jalla memberikan kesadaran dan menguatkan keyakinan mereka akan kemuliaan dan keindahan syari’at islam.

DEFINISI ZINA.
Istilah zina sudah masuk dalam bahasa Indonesia, namun untuk memahami hukum syari’at tentang masalah ini kita perlu mengembalikannya ke pengertian menurut bahasa Arab dan syari’at supaya pas dan benar.

Dalam bahasa arab, zina diambil dari kata : زَنَى يَزْنِي زِنىً ، وزِنَاءً yang artinya berbuat fajir (nista).[1]

Sedangkan dalam istilah syari’at zina adalah melakukan hubungan seksual (jima’) di kemaluan tanpa pernikahan yang sah, kepemilikan budak dan tidak juga karena syubhat.[2]

Ibnu Rusyd rahimahullah menyatakan: Zina adalah semua hubungan seksual (jima’) diluar pernikahan yang sah dan tidak pada nikah syubhat dan kepemilikan budak. (Definisi ini) secara umum sudah disepakati para ulama islam, walaupun mereka masih berselisih tentang syubhat yang dapat menggagalkan hukuman atau tidak ?[3]

HUKUM ZINA
Perbuatan zina diharamkan dalam syari’at islam, termasuk dosa besar, berdasarkan dalil-dalil berikut ini:

1. Firman Allah Subhanahu wa Ta’alal : “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk”. [al-Isrâ/17:32]

2. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala : “Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina”. [al-Furqân/25: 68-69]

Dalam hadits, Nabi juga mengharamkan zina seperti yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ûd Radhiyallahu ‘anhu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ : أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ ؟، قَالَ: أَنْ تَجْعَلَ للَِّهِ نِداً وَهُوَ خَلَقَكَ ، قُلْتُ:ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ: أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ خَشْيَةَ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ ، قُلْتُ:ثُمَّ أَيُّ ؟ قَالَ: أَنْ تُزَانِيَ حَلِيْلَةَ جَارِكَ

“Aku telah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam : Dosa apakah yang paling besar ? Beliau menjawab : Engkau menjadikan tandingan atau sekutu bagi Allah , padahal Allah Azza wa Jalla telah menciptakanmu. Aku bertanya lagi : “Kemudian apa?” Beliau menjawab: Membunuh anakmu karena takut dia akan makan bersamamu.” Aku bertanya lagi : Kemudian apa ? Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab lagi: Kamu berzina dengan istri tetanggamu”.[4,5]

Sejak dahulu hingga sekarang, kaum muslimin sepakat bahwa perbuatan zina itu haran. Imam Ahmad bin Hambal rahimahullaht berkata : Saya tidak tahu ada dosa yang lebih besar dari zina (selain) pembunuhan.[6]

HUKUMAN PEZINA.
Pelaku zina ada yang berstatus telah menikah (al-Muhshân) dan ada pula yang belum menikah (al-Bikr). Keduanya memiliki hukuman berbeda.

Hukuman pezina diawal Islam berupa kurungan bagi yang telah menikah dan ucapan kasar dan penghinaan kepada pezina yang belum menikah (al-Bikr). Allah Azza wa Jalla berfirman : ” Dan (terhadap) para wanita yang mengerjakan perbuatan keji, hendaklah ada empat orang saksi di antara kamu (yang menyaksikannya). Kemudian apabila mereka telah memberi persaksian, maka kurunglah mereka (wanita-wanita itu) dalam rumah sampai mereka menemui ajalnya, atau sampai Allah memberi jalan yang lain kepadanya. Dan terhadap dua orang yang melakukan perbuatan keji di antara kamu, maka berilah hukuman kepada keduanya, kemudian jika keduanya bertaubat dan memperbaiki diri, maka biarkanlah mereka. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang”. [an-Nisâ`/ 4:15-16]

Kemudian sanksi itu diganti dengan rajam (dilempar batu) bagi yang telah menikah (al-Muhshân) dan dicambuk seratus kali bagi yang belum menikah (al-Bikr) dan ditambah pengasingan setahun.

a. Pezina al-Muhshân
Pezina yang pernah menikah (al-Muhshân) dihukum rajam (dilempar dengan batu) sampai mati. Hukuman ini berdasarkan al-Qur`an, hadits mutawatir dan ijma’ kaum muslimin[7]. Ayat yang menjelaskan tentang hukuman rajam dalam al-Qur`an meski telah dihapus lafadznya namun hukumnya masih tetap diberlakukan. Umar bin Khatthab Radhiyallahu ‘anh menjelaskan dalam khuthbahnya :

إِنَّ اللهَ أَنْزَلَ عَلَى نَبِيِّهِ الْقُرْآنَ وَكَانَ فِيْمَا أُنْزِلَ عَلَيْهِ آيَةُ الرَّجْمِ فَقَرَأْنَاهَا وَوَعَيْنَاهَا وَعَقَلْنَاهَا وَرَجَمَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَرَجَمْنَا بَعْدَهُ وَ أَخْشَى إِنْ طَالَ بِالنَّاسِ زَمَانٌ أَنْ يَقُوْلُوْا : لاَ نَجِدُ الرَّجْمَ فِيْ كِتَابِ الله فَيَضِلُّوْا بِتَرْكِ فَرِيْضَةٍ أَنْزَلَهَا اللهُ وَ ِإِنَّ الرَّجْمَ حَقٌّ ثَابِتٌ فِيْ كِتَابِ اللهِ عَلَى مَنْ زَنَا إِذَا أَحْصَنَ إِذَا قَامَتِ الْبَيِّنَةُ أَوْ كَانَ الْحَبَل أَوْ الإِعْتِرَاف.

“Sesungguhnya Allah telah menurunkan al-Qur`an kepada NabiNya dan diantara yang diturunkan kepada beliau adalah ayat Rajam. Kami telah membaca, memahami dan mengetahui ayat itu. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaksanakan hukuman rajam dan kamipun telah melaksanakannya setelah beliau. Aku khawatir apabila zaman telah berlalu lama, akan ada orang-orang yang mengatakan: “Kami tidak mendapatkan hukuman rajam dalam kitab Allah!” sehingga mereka sesat lantaran meninggalkan kewajiban yang Allah Azza wa Jalla telah turunkan. Sungguh (hukuman) rajam adalah benar dan ada dalam kitab Allah untuk orang yang berzina apabila telah pernah menikah (al-Muhshân), bila telah terbukti dengan pesaksian atau kehamilan atau pengakuan sendiri”. [8]

Ini adalah persaksian khalifah Umar bin al-Khatthâb Radhiyallahu ‘anhu diatas mimbar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dihadiri para sahabat sementara itu tidak ada seorangpun yang mengingkarinya [9]. Sedangkan lafadz ayat rajam tersebut diriwayatkan dalam Sunan Ibnu Mâjah berbuny :

وَالشَّيْخُ وَالشَّيْخَةُ إِذَا زَنَيَا فَارْجُمُوْهُمَا الْبَتَهْ نَكَلاً مِنَ اللهِ وَ اللهُ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Syaikh lelaki dan perempuan apabila keduanya berzina maka rajamlah keduanya sebagai balasan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah maha perkasa lagi maha bijaksana [10].

Sedangkan dasar hukuman rajam yang berasal dari sunnah, maka ada riwayat mutawatir dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam baik perkataan maupun perbuatan yang menerangkan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah merajam pezina yang al-Muhshân (ats-Tsaib al-Zâni)[11]

Ibnu al-Mundzir rahimahullah menyatakan: Para ulama telah berijma’ (sepakat) bahwa orang yang dihukum rajam, terus menerus dilempari batu sampai mati.[12]

Ibnu Qudâmah rahimahullah menyatakan: Kewajiban merajam pezina al-muhshân baik lelaki atau perempuan adalah pendapat seluruh para ulama dari kalangan sahabat, tabi’in dan ulama-ulama setelah mereka diseluruh negeri islam dan kami tidak mengetahui ada khilaf (perbedaan pendapat diantara para ulama) kecuali kaum Khawarij [13].

Meski demikian, hukuman rajam ini masih saja diingkari oleh orang-orang Khawarij dan sebagian cendikiawan modern padahal mereka tidak memiliki hujjah dan hanya mengikuti hawa nafsu serta nekat menyelisihi dalil-dalil syar’i dan ijma’ kaum muslimin. Wallahul musta’an.

Hukuman rajam khusus diperuntukkan bagi pezina al-muhshân (yang sudah menikah dengan sah-red) karena ia telah menikah dan tahu cara menjaga kehormatannya dari kemaluan yang haram dan dia tidak butuh dengan kemaluan yang diharamkan itu. Juga ia sendiri dapat melindungi dirinya dari ancaman hukuman zina. Dengan demikian, udzurnya (alasan yang sesuai syara’) terbantahkan dari semua sisi . dan dia telah mendapatkan kenikmatan sempurna. Orang yang telah mendapatkan kenikmatan sempuna (lalu masih berbuat kriminal) maka kejahatannya (jinayahnya) lebih keji, sehingga ia berhak mendapatkan tambahan siksaan[15].

Syarat al-Muhshân.
Rajam tidak diwajibkan kecuali atas orang yang dihukumi al-Muhshân. Dari keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa seorang dihukumi sebagai al-Muhshaan apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

1. Pernah melakukan jima’ (hubungan seksual) langsung di kemaluan. Dengan demikian, orang yang telah melakukan aqad pernikahan namun belum melakukan jima’ , belum dianggap sebagai al-Muhshân.
2. Hubungan seksual (jima’) tersebut dilakukan berdasarkan pernikahan sah atau kepemilikan budak bukan hubungan diluar nikah
3. Pernikahannya tersebut adalah pernikahan yang sah.
4. Pelaku zina adalah orang yang baligh dan berakal.
5. Pelaku zina merdeka bukan budak belian.

Dengan demikian seorang dikatakan al-Muhshân, apabila kriteria diatas sudah terpenuhi.[16]

b. Pezina Yang Tidak al-Muhshân
Pelaku perbuatan zina yang belum memenuhi kriteria al-muhshân, maka hukumannya adalah dicambuk sebanyak seratus kali. Ini adalah kesepakatan para ulama berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah (cambuklah) tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera (cambuk)”. [An-Nûr/24:2]

Al-Wazîr rahimahullah menyatakan : “Para ulama sepakat bahwa pasangan yang belum al-muhshân dan merdeka (bukan budak-red), apabila mereka berzina maka keduanya dicambuk (dera), masing-masing seratus kali.

Hukuman mati (dengan dirajam-red) diringankan buat mereka menjadi hukuman cambuk karena ada udzur (alasan syar’i-red) sehingga darahnya masih dijaga. Mereka dibuat jera dengan disakiti seluruh tubuhnya dengan cambukan. Kemudian ditambah dengan diasingkan selama setahun menurut pendapat yang rajah, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

خُذُوْا عَنِّيْ ، خُذُوْا عَنِّيْ ، قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لَهُنَّ سَبِيْلاً ، الْبِكْرُ بِالْبِكْرِ جِلْدُ مِائَةٍ وَتَغْرِيْبُ عَامٍ .

“Ambillah dariku! ambillah dariku! Sungguh Allah telah menjadikan bagi mereka jalan, yang belum al-muhshaan dikenakan seratus dera dan diasingkan setahun.” [HR Muslim].

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyatakan : “Apabila tidak muhshân , maka dicambuk seratus kali, berdasarkan al-Qur`an dan diasingkan setahun dengan dasar sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. [17].

KEKHUSUSAN HUKUMAN PEZINA.
Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan tiga karakteristik khusus bagi hukuman zina :
1. Hukuman yang keras, yaitu rajam untuk al-Muhshân dan itu adalah hukuman mati yang paling mengenaskan dan sakitnya menyeluruh keseluruh badan. Juga cambukan bagi yang belum al-muhshân merupakan siksaan terhadap seluruh badan ditambah dengan pengasingan yang merupakan siksaan batin.
2. Manusia dilarang merasa tidak tega dan kasihan terhadap pezina
3. Allah memerintahkan pelaksanaan hukuman ini dihadiri sekelompok kaum mukminin. Ini demi kemaslahatan hukuman dan lebih membuat jera.
Hal ini disampaikan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam firmanNya: “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akherat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman” [an-Nûr/24:2]

SYARAT PENERAPAN HUKUMAN ZINA.
Dalam penerapan hukuman zina diperlukan syarat-syarat sebagai berikut :
1. Pelakunya adalah seorang mukallaf yaitu sudah baligh dan berakal (tidak gila).
2. Pelakunya berbuat tanpa ada paksaan.
3. Pelakunya mengetahui bahwa zina itu haram, walaupun belum tahu hukumannya.[18]
4. Jima’ (hubungan seksual) terjadi pada kemaluan.
5. Tidak adanya syubhat. Hukuman zina tidak wajib dilakukan apabila masih ada syubhat seperti menzinahi wanita yang ia sangka istrinya atau melakukan hubungan seksual karena pernikahan batil yang dianggap sah atau diperkosa dan sebagainya.
Ibnu al-Mundzir rahimahullah menyatakan : “Semua para ulama yang saya hafal ilmu dari mereka telah berijma’ (bersepakat) bahwa had (hukuman) dihilangkan dengan sebab adanya syubhat.” [19]
6. Zina itu benar-benar terbukti dia lakukan. Pembuktian ini dengan dua perkara yang sudah disepakati para ulama yaitu:

6.1. Pengakuan dari pelaku zina yang mukallaf dengan jelas dan tidak mencabut pengakuannya sampai hukuman tersebut akan dilaksanakan.
6.2. Persaksian empat saksi yang melihat langsung kejadian, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu.” [an-Nûr/24:13]

“Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang-orang saksi.….” [An-Nûr/24:4]

Persaksian yang diberikan oleh para saksi ini akan diakui keabsahannya, apabila telah terpenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

a. Mereka bersaksi pada satu majlis
b. Mereka bersaksi untuk satu kejadian perzinahan saja
c. Menceritakan perzinahan itu dengan jelas dan tegas yang dapat menghilangkan kemungkinan lain atau menimbulkan penafsiran lain seperti hanya melakukan hal-hal diluar jima’.
d. Para saksi adalah lelaki yang adil
e. Tidak ada yang menghalangi penglihatan mereka seperti buta atau lainnya.

Apabila syarat-syarat ini tidak sempurna, maka para saksi dihukum dengan hukuman penuduh zina. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Dan orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik (berbuat zina) dan mereka tidak mendatangkan empat orang-orang saksi, maka deralah mereka (yang menuduh itu) delapan puluh kali dera, dan janganlah kamu terima keksaksian mereka buat selama-lamanya. Dan mereka itulah orang-orang yang fasik” [an-Nûr/24:4]

Penetapan terjadinya perbuatan zina dan pemutusan saksi dengan berdasarkan persaksian dan pengakuan si pelaku yang disebutkan diatas, telah disepakati oleh para ulama. Dan para ulama masih berselisih pendapat tentang hamil diluar nikah. Bisakah hal ini dijadikan sebagai dasar untuk menetapkan bahwa telah terjadi perbuatan zina atau orang ini telah melakukan perbuatan zina sehingga berhak mendapatkan sanksi ?

Para ulama berselisih menjadi dua pendapat :
Pertama : Pendapat jumhur yaitu madzhab Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hambaliyah (hanabilah) menyatakan bahwa hukuman pezina tidak ditegakkan atau dilaksanakan kecuali dengan pengakuan dan persaksian saja.

Kedua : Pendapat madzhab Malikiyah menyatakan hukuman pezina dapat ditegakkan dengan indikasi kehamilan.

Yang rajih dari dua pendapat diatas adalah pendapat madzhab Malikiyah sebagaimana dirajihkan syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah. Beliau rahimahulllah menyatakan bahwa seorang wanita dihukum dengan hukuman zina apabila ketahuan hamil dalam keadaan tidak memiliki suami, tidak memiliki tuan (jika ia seorang budak-red) serta tidak mengklain adanya syubhat dalam kehamilannya.[20]

Beliau rahimahullah pun menyatakan : “Inilah yang diriwayatkan dari para khulafâ’ rasyidin dan ia lebih pas dengan pokok kaedah syari’at.[21]

Dalil beliau rahimahullah dan juga madzhab Malikiyah adalah pernyataan Umar bin Khatthab Radhiyallahu ‘anhu dalam khutbahnya :

وَ ِإِنَّ الرَّجْمَ حَقٌّ ثَابِتٌ فِيْ كِتَابِ اللهِ عَلَى مَنْ زَنَا إِذَا أَحْصَنَ إِذَا قَامَتِ الْبَيِّنَةُ أَوْ كَانَ الْحَبَل أَوْ الإِعْتِرَاف.

“Sungguh rajam adalah benar dan ada dalam kitab Allah atas orang yang berzina apabila telah pernah menikah (al-Muhshaan), bila tegak padanya persaksian atau kehamilan atau pengakuan sendiri” [22].

Jelaslah dari pernyataan Umar bin al-Khatthab Radhiyallahu ‘anhu diatas bahwa beliau menjadikan kehamilan sebagai indikasi perzinahan dan tidak ada seorang sahabatpun waktu itu yang mengingkarinya.

al-Hâfidz Ibnu Hajar rahimahullah mengomentari riwayat Umar Radhiyallahu ‘anhu diatas dengan menyatakan: (Dalam pernyataan Umar diatas) ada pernyataan bahwa wanita apabila didapati dalam keadaan hamil tanpa suami dan juga tidak memiliki tuan, maka wajib ditegakkan padanya hukuman zina kecuali bila dipastikan adanya keterangan lain tentang kehamilannya atau akibat diperkosa.[23]

Demikianlah, mudah-mudahan bermanfaat.

Referensi:
1. Hâsyiyah ar-Raudh al-murbi’ syarh Zad al-Mustaqni’, Syaikh Abdurrahman bin Muhammad bin Qâsim, cetakan ke-6 tahun 1417 H tanpa penerbit.
2. al-Mulakhash al-Fiqhiy, Syaikh Shalih bin Fauzân ali Fauzân, cetakan pertama tahun 1422 H, Ri’asah Idaarah al-Buhuts al-‘Ilmiyah wa al-Ifta’.
3. Al-Mughni, Imam Ibnu Qudamah, Tahqiq Abdullah bin Abdulmuhsin at-Turki, cetakan kedua tahun 1413H, penerbit Hajar
4. Tas-hîlul-Ilmâm bi Fiqhi Lil Ahâdits Min Bulûgh al-Marâm, Syaikh Shalih bin Fauzân ali Fauzân, cetakan pertama tahun 1427 H. tanpa penerbit.
5. Syarhu al-Mumti’ ‘Ala Zâd al-Mustaqni’ , Syaikh Muhamad bin shâlih al-Utsaimin, cetakan pertama tahun 1427 H, Dar ibnu al-Jauzi.
6. Taisîr al-Fiqhi al-Jâmi’ Li Ikhtiyârât al-Fiqhiyah Lisyaikh al-Islam Ibnu Taimiyah, DR. Ahmad Muwâfi cetakan pertama tahun 1416 H, Dar Ibnu al-Jauzi.
7. Fathul Bâri dll.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun XII/1430H/2009. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
________
Footnotes
[1]. al Muhîth
[2]. Hâsyiayah ar-Raudh al-murbi’ 7/312
[3]. Bidâyah al-Mujtahid 2/529 dan lihat ar-Raudh al-Murbi’ syarh Zâd al-Mustaqni’ 7/312 dan al-Mulakhash al-Fiqh hal. 528
[4]. HR al-Bukhâri dalam kitab al-Adab, Bab Qatlul-Walad Khasy-yata ayya`kula ma’ahu 10/33 dan Muslim dalam kitab al-Iimân 2/80.
[5]. Lihat lebih lanjut kitab al-Mughni 12/308
[6]. ar-Raudh al-Murbi’ 7/312
[7]. Lihat Tashîlul-Ilmâm Bi Fiqhi Lil Ahâdîts Min Bulûgh al-Marâm, Shalih al-fauzân 5/230
[8]. HR al-Bukhâri dalam kitab al-Hudûd, Bab al-I’tirâf biz-Zinâ 1829 dan Muslim dalam kitab al-Hudûd no. 1691.
[9]. Dari pernyataan Syeikh Ibnu Utsaimin dalam Syarhu al-Mumti’ 14/229.
[10]. HR Ibnu Mâjah kitab al-Hudûd Bab ar-Rajmu dan dishahihkan al-Albâni dalam Shahîh Sunan Ibnu Mâjah 2/81
[11]. Tas-hîlul-Ilmâm bi Fiqhi Lil Ahâdîts Min Bulûgh al-Marâm, Syaikh Shâlih al-Fauzân 5/230.
[12]. Dinukil dari al-Mughni 12/310.
[13]. Al-Mughni 12/309..
[14]. Cuplikan dari ar-Raudh al-Murbi’ 7/312.
[15]. Cuplikan dari al-Mulakhas al-Fiqhi 2/529.
[16]. Lihat penjelasan para ulama tentang hal ini dalam al-Mughni 12/314-318.
[17]. Majmû’ Fatâwâ 28/333 dinukil dari Taisîr al-Fiqhi al-Jâmi’ Li Ikhtiyârât al-Fiqhiyah Lisyaikhil Islâm Ibnu Taimiyah, DR. Ahmad Muwâfi 3/1445.
[18]. Syarhu al-Mumti’ 14/207-210
[19]. al-Mulakhas al-Fiqhiy, 530-531
[20]. Lihat Majmu’ Fatawa 28/334
[21]. ibid
[22]. HR al-Bukhaari dalam kitab al-Hudud, Bab al-I’tiraf biz-Zinaa 1829 dan Muslim dalam kitab al-Hudud no. 1691.
[23]. Fathu al-Baari 12/160

Sumber: http://www.almanhaj.or.id

RUMAH YATIMrumah-yatim.balitabunda.com

Related Posts

Category: Artikel, Artikel Islam

Tagged: , , , , , ,

Leave a Reply

Artikel

  • Artikel Islam: Hukum Menyiapkan Makanan Pada Tanggal Dua Puluh Tujuh Rajab, Nisyfu Sya’ban Dan Hari Asyura

    Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Kami memiliki banyak kebiasaan yang kami warisi (dari orang tua kami) dalam hal perayaan pada waktu-waktu tertentu, seperti : membuat kue-kue dan biscuit ketika hari raya Idul Fithri, menyiapkan makanan dan buah-buahan pada malam dua puluh tujuh bulan Rajab atau pada
  • Artikel Muslim: Sekjen PBB Sangat Terganggu oleh Rencana Pembakaran Al-Qur’an

    Sekjen PBB, Ban Ki-Moon (Reuters Picture) dakwatuna.com – PBB. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa Ban Ki-moon sangat terganggu dengan rencana sebuah gereja kecil Amerika Serikat untuk membakar Al Quran. Ban yakin tindakan itu tidak dapat ditoleransi oleh agama apapun. “Tindakan seperti itu tidak dapat dimaafkan oleh agama apapun. Tindakan itu menyangkal upaya PBB dan banyak orang
  • Artikel Islam: Bagaimana Cara Orang Yang Berdomisili Di Luar Negeri Mengeluarkan Zakatnya

    Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Seorang lelaki berdomisili di luar negeri. Bagaimana ia cara mengeluarkan zakatnya ? Apakah ia mengirim zakatnya tersebut ke negeri asalnya ? Ataukah cukup membagikannya di negeri ia berdomisili ? Atau bolehkah sebagai wakilnya ia menugasi keluarganya untuk membagi-bagikan zakatnya ? Jawaban
  • Dakwah Muslim: Sebaik-Baiknya Teman Adalah…

    dakwatuna.com – Selama kita hidup di dunia ini, akan selalu berhubungan dengan yang namanya “teman”. Ada teman yang baik, ada pula teman yang buruk. Tapi kadang kita sulit membedakan, mana sih teman yang baik itu, dan mana teman yang buruk itu. Sebagaimana halnya kita sering sulit membedakan mana yang haq dan mana yang bathil. Saudaraku,
  • Dakwah Islam: Keluar Darah Membatalkan Wudhu?

    Iman Pertanyaan: Assalamu'alaikum Wr. Wb. Ustadz yang semoga selalu dilimpahkan berkah dan keselamatan dan kesehatan dalam membimbing kami org2 awam ini. 1. Stadz saya pernah dengar bahwa apabila seseorang berdarah karena luka maka wudhunya (puasa) batal? Tolong di luruskan bila salah 2. Bila hal itu benar, dua hari ini setiap kali ber wudhu gusi saya
  • Dakwah Muslim: Inspirasi Umar Bin Khattab

    dakwatuna.com Umar bin Khattab, Rindu ku melihat wajahmu Ketokohanmu menyejarah Kepahlawananmu menghadirkan decak kagum Keperkasaanmu menjungkalkan kemusyrikan Keadilanmu meleburkan masalah Kepedulianmu menghadirkan kebahagiaan Luka-luka menganga kehidupan terobati Jahitan kebenaranmu telah menyatukan serpihan-serpihan kesalahan Umar, Dari dulu hingga kini namamu membumi Sampai kapan pun namamu akan selalu dikenang Kepahlawananmu menjayakan Islam Gaya pemerintahanmu mengindahkan kehidupan Umar,
  • Artikel Islam: Syarat-Syarat Sahnya Shalat

    Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Agar shalat menjadi sah, disyaratkan hal-hal berikut: A. Mengetahui Masuknya Waktu Berdasarkan firman Allah: إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا “… Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” . Tidak sah shalat yang dikerjakan sebelum masuknya waktu ataupun setelah keluarnya waktu
  • Syariah Muslim: Libya Akan Tetapkan Islam Sebagai Sumber Utama Undang-Undang

    Ketua Dewan Transisi Nasional (NTC) Mustafa Abdul Jalil (tengah) pada saat kedatangannya untuk menghadiri perayaan bersama rakyat Libya di Martyrs' square di Tripoli, 12 September 2011. (Reuters Picture) dakwatuna.com – Tripoli. Islam akan menjadi sumber utama undang-undang di Libia pasca-Khadafi. Itu dikatakan ketua dewan pimpinan Dewan Transisi Nasional (NTC) dalam pidato pertamanya di hadapan publik di
  • Artikel Islam: Koreksi Terhadap Penyimpangan Umat Dalam Bulan Rajab

    Oleh Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam, yang menurunkan Al Qur’an yang mulia sebagai petunjuk dan peringatan bagi seluruh makhluk dari kalangan jin dan manusia. Semoga shalawat dan salam tetap tercurah kepada Muhammad sebagai utusan Allah dan manusia sempurna rohani dan akalnya, tinggi kedudukannya serta mulia budi pekerti dan
  • Artikel Islam: Siapakah Wanita Pilihan? Siapakah Lelaki Pilihan? Khitbah (Meminang)

    Oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi Nikah termasuk salah satu di antara Sunnah para Rasul yang paling ditekankan, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً “Dan sesungguhnya kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan.” Dimakruhkan meninggalkan Sunnah
  • Artikel Islam: Pentingnya Tauhid Asma’ Dan Sifat

    Oleh Dr. Muhammad bin Khalifah At Tamimi Sesungguhnya, termasuk yang penting bagi seorang pencari kebenaran, sebelum mempelajari sisi-sisi tauhid yang rinci dan mendetail dari Asma’ dan Sifat, hendaklah ia mengerti pentingnya tauhid ini, kedudukan, peranannya secara khusus dan dalam seluruh sisi agama ini secara umum. Pembentukan pemahaman tentang penting dan agungnya kedudukan tauhid Asma’ wa
  • Artikel Muslim: Muslim Spanyol Kampanyekan Izin Shalat di Bekas Masjid Cordoba

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 18/8/2010 | 09 Ramadhan 1431 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com Related PostsDakwah Muslim: Cinta Itu… dakwatuna.comCinta itu abstrak Bahkan sang pecintapun tak mengerti Apa itu yang bernama cinta Lezatkah ia, nikmatkah ia, menyedihkankah iaSang pecinta hanya paham Bila cinta merasuki dunianya Menja...Syariah Islam: Maluku (nyepsycho.wordpress.com)dakwatuna.com Maluku terhadap agamaku Bila aku menjadikannya hanya
  • Dakwah Islam: Para Wanita Shalihah dan Mujahidah (bagian ke-1): Rabi’ah Adawiyah

    1. Rabi’ah Adawiyah dakwatuna.com – Nama lengkapnya adalah Rabi’ah binti Ismail bin Hasan bin Zaid bin Ali bin Abi Thalib. la senantiasa dimintai sebuah fatwa dari beberapa pembesar-pembesar sufi masanya. Rasa ketakutannya kepada Allah telah menjadikannya sebagai seorang wanita yang senantiasa menangis. Ini tampak sekali di saat ia mendengar seorang laki-laki membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang
  • Dakwah Islam: Kapan hari ke-7 Aqiqah ?

    Pertanyaan Assalamu'alaikum wr wb.Ustadz, yg dimaksud hari ke-7 itu hari ketujuh sejak kelahiran atau setelah kelahiran?Misal, anak lahir pada tgl 1, aqiqah dilakukan pada tgl 7 atau tgl 8 ?terima kasih.Wassalam Jawaban Assalamu alaikum wr.wb. Asshalatu wassalamu ala an-Nabbiy wa ala alihi wa shahbihi ajmain. Amma ba’du: Dari hadis yang berasal dari Samrah ibn Jundab
  • Dakwah Muslim: Kencing yang telah kering

    Pertanyaan: Assalamuaikum wr.wb,ustd sy mu tanya anak saya umur 2thn6 bln biasanya suka biasanya pada saat sy lagi sholat dia suka kencing sendiri kekamar mandi tanpa menyiram air kencing trus kakinya terkena air kencing tapi sudah kering kakinya lalu dia ikutan sholat dan menginjak sajadah yang lg sy pakai ,nah itu gmn pa ust najisnya
  • Artikel Islam: Membongkar Kebohongan Terhadap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (1)

    Oleh Abu Ubaidah Al-Atsariy Siapa tidak mengenal nama lbnu Taimiyyah, seorang tokoh ulama yang telah berjuang untuk Islam dengan lidah dan pedangnya. Keharuman namanya semerbak dikenang generasi selanjutnya. Hampir-hampir sejarah Islam tidak pernah melupakan nama beliau sekaligus karangan-karangannya yang menyebar ke seluruh pelosok dunia. Semua kalangan mengakui keilmuan beliau, baik kawan maupun lawan. Hal itu
  • Artikel Islam: ‘Iddah Talak Dihitung Dengan Haid, Keputusan Bebasnya Rahim Dan Kewajiban Mandi

    Oleh Syaikh Muhammad bin Shaleh Al ‘Utsaimin Bagian Terakhir dari Tiga Tulisan . ‘Iddah Talak Dihitung Dengan Haid Jika seorang suami menceraikan isteri yang telah digauli atau berkumpul dengannya, maka si isteri harus beriddah selama tiga kali haid secara sempurna apabila termasuk wanita yang masih mengalami haid dan tidak hamil. Hal ini didasarkan pada
  • Dakwah Muslim: Apakah Wahabi itu ?

    Pertanyaan Assalamu'alaikum bolehkan secara ringkas para ustaz menggambarkan wahabi; sejarah,pokok-pokok pemikiran, sekaligus gambaran seberapa jauh pemahaman ini mewarnai / mempengaruhi pemikiran-pemikiran islam di tanah air ? terima kasih wassalam Jawaban Assalamu `alaikum Warahmatullahi WabaraktuhAlhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du, Istilah wahabi sebenarnya bukan istilah baku dalam literatur Islam. Dan pengindentifikasian wahabi
  • Artikel Islam: Al-Bathiniyah Kelompok Sesat Dan Menyesatkan

    Firqah al Bathiniyah termasuk kelompok yang rusak, bejat dan jelek. Kejahatan dan permusuhannya kepada Islam terus dinampakkan oleh para pengikutnya. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah telah menyebutkan, betapa para pemimpin mereka memusuhi kaum Muslimin. Beliau rahimahullah menjelaskan, apabila mempunyai kekuatan, merekapun akan menumpahkan darah kaum Muslimin. Bila mereka lemah, maka mereka berusaha membuat siasat dan pertemuan-pertemuan
  • Artikel Islam: Pokok-Pokok Manhaj Salaf : Tidak Mempertentangkan Nash-Nash Wahyu Dengan Akal

    Oleh Khalid bin Abdur Rahman al-’Ik Bagian ketiga dari enam tulisan KAIDAH KEDUA TIDAK MEMPERTENTANGKAN NASH-NASH WAHYU DENGAN AKAL Semua firqah ahli kalam yang suka menakwilkan sifat-sifat Allah, ternyata satu sama lain saling bertentangan, dan secara diametral pendapat-pendapatnya saling berlawanan sama sekali. Untuk membuktikan hal itu, kita tidak perlu pergi terlalu jauh, lihat saja
  • Artikel Islam: Perbedaan Ahlus Sunnah Dengan Rafidhah Dalam Perkara Ushul Dan Furu

    Oleh Abu Isma’il Muslim Al-Atsari Istilah Syi’ah berasal dari kata tasyayyu’, yang berarti: membela, menolong. Sedangkan Syi’ah artinya: para penolong atau para pengikut. Dahulu, istilah Syi’ah digunakan bagi orang-orang yang membela Ali Radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya, tetapi kemudian digunakan sebagai nama pada kelompok Rafidhah (Syi’ah Ja’fariyyah; Itsna ‘Aysariyyah) dan Zaidiyyah. PERKEMBANGAN SYI’AH Syi’ah melewati perkembangan-perkembangan
  • Dakwah Muslim: Erdogan: Olimpade tak Pernah Digelar di Negara Muslim

    PM Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan istri (tengah) menonton pertandingan bola basket di Olimpiade London 2012, Turki vs Angola, pada tanggal 28 Juli 2012 di arena basket di London. Turki menang 72-50. (Getty Images) dakwatuna.com – London. Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan heran, mengapa negara yang berpenduduk mayoritas muslim tidak pernah menjadi tuan
  • Syariah Islam: Alumni Universitas Ramadhan: Calon Ahli Surga

    – Ramadhan dakwatuna.com - Setiap manusia merindukan kebahagiaan. Tidak ada kebahagian kecuali masuk surga. Dan Allah swt. telah memastikan di dalam Al-Qur’an bahwa di akhirat hanya ada dua pilihan: surga arau neraka. Dan sudah maklum bahwa surga adalah tempat kebahagiaan abadi, sebagaimana juga maklum bahwa neraka adalah tempat kesengsaraan abadi. Berdasarkan ini jelas bahwa setiap
  • Artikel Syariah: Adab Terhadap Tetangga

    mereka sebagian makanan 3. Berikan oleh-oleh buat mereka, apabila kita bepergian jauh. 4. Bantulah mereka apabila sedang mengalami musibah ataupun menyelenggarakan hajatan. 5. Berikanlah anak-anak mereka sesuatu yang menyenangkan, berupa makanan ataupun mainan. 6. Sesekali undanglah mereka makan bersama di rumah. 7. Berikanlah hadiah kaset, buku bacaan yang mendorong mereka untuk lebih memahami Islam. 8.
  • Artikel Islam: Cuti ASI Eksklusif 6 Bulan, Perlukah?

    dakwatuna.com - Memang tema ini sudah sangat klasik untuk dibahas, tapi sejauh ini saya belum menemukan solusi aktual untuk memecah permasalahannya. Tentang ASI, di antara kita semua mungkin sudah tahu manfaat besar yang terkandung di dalamnya. Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa ASI memiliki berbagai keunggulan yang tidak bisa digantikan dengan susu manapun, bahkan susu formula
  • Artikel Islam: Amar Ma’ruf Nahi Mungkar Menurut Hukum Islam

    Oleh Ustadz Kholid Syamhudi Amar ma’ruf nahi mungkar merupakan kekhususan dan keistimewaan umat Islam yang akan mempengaruhi kemulian umat Islam. Sehingga Allah kedepankan penyebutannya dari iman dalam firman-Nya, كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَلَوْءَامَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرَهُمُ الْفَاسِقُونَ “Kamu adalah umat yang terbaik
  • Dakwah Islam: Apakah Istri Muslimah Mendapatkan Hak Waris Dari Suami Kafir?

    Hamdiya Pertanyaan: Assalamu`alaikum warahmatullahi wa barakatuhu. Pak Ustadz, suami saya bukan dari keluarga muslim. Al hamdulillah ia masuk Islam atas hidayah Allah swt. Saya ingin bertanya lebih lanjut tentang keterangan yang Bapak Ustadz berikan untuk saudara Zein (24. Maret 2004), yaitu pernyataan nomor  5 (bila seseorang keluar dari Islam). Pak Ustadz bisa memberikan keterangan siapa
  • Syariah Islam: Surat untuk Ummiku Sayang…

    dakwatuna.com Ummiku sayang… Waktu terasa semakin berlalu Namun hingga kini kita masih membisu, terpekur dalam melodi kesunyian Ummiku sayang… Kini… Aku kehilangan sayap Bukan patah tapi hilang entah ke mana sayap yang dulu kau sematkan padaku hingga akhirnya kita bisa terbang bersama suatu saat nanti Ummiku sayang… Aku masih merekam jelas saat pertemuan kita pertama
  • Artikel Islam: FSLDK DIY Bagikan 1.000 Jilbab di Malioboro

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 10/9/2009 | 19 Ramadhan 1430 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com Related PostsArtikel Islam: Buka Bersama 1000 Anak Yatim di Yogyakarta href="javascript:if(confirm('http://www.dakwatuna.com/wp-content/uploads/2012/07/buka-bersama-yatim-yogya-01.jpg \n\nThis file was not retrieved by Teleport VLX, because it did not meet the proje...Syariah Muslim: Jangan Mau seribu Mawar “Mawar” dakwatuna.com - Tulisan ini berhubungan terinspirasi dengan iklan yang lagi
  • Artikel Islam: Kita Wajib Memperbaiki Diri Kita Sendiri Terlebih Dahulu, Wajib Mendakwahi Orang Terdekat

    Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah penafsiran ayat : “Artinya : Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu ; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk” Dan bagaimana pendapat Syaikh tentang ini ? Jawaban. Perkataan kami tentang
  • Dakwah Islam: Pesan Tersirat Seorang Sahabat (Based on True Story)

    dakwatuna.com – Seorang sahabat memang begitu berarti. Terlebih jika Ia juga seorang yang selalu mengingatkan di kala kita salah, meneguhkan di kala kita goyah dan ikut menangis jika kita saat itu menangis sedih. Sahabat yang membersamai kita dalam mencari ridha Allah. Ia jauh lebih berarti dari sekadar setumpuk materi berharga sekalipun di dunia ini. Dan,
  • Artikel Islam: Fenomena Para Supir Dan Pembantu Rumah Tangga

    Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada nabi dan rasul termulia, nabi, imam, pemimpin dan teladan kita, Muhammad, juga semoga senantiasa dilimpahkan kepada keluarga dan para sahabatnya serta mereka yang meniti jalannya hingga hari berbangkit. Amma ba’du. Banyak orang
  • Artikel Muslim: Kita Untuk Siapa?

    dakwatuna.com – Kita sebagai pribadi Muslim, sepatutnya kita bertanya kepada diri kita “untuk apa kita diciptakan?”. Pertanyaan ini mungkin ada sebagian dari kita bisa untuk menjawabnya dan mungkin juga dari sebagian kita tak mampu untuk menjawab pertanyaan ini bahkan tidak terlintas sedikit pun di benak hal seperti ini. Allah menciptakan seluruh makhluknya pasti ada hikmahnya
  • Syariah Muslim: Islam Agama Damai

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 17/7/2009 | 25 Rajab 1430 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com Related PostsArtikel Muslim: Zakat Profesi . dakwatuna.comAssalamu’alaikum Wr. WbPenghasilan saya dan istri jika digabung sekitar Rp 20 juta. Setiap bulan saya sudah mengeluarkan zakat profesi minimal 2,5%. Pengeluaran setiap bulan sebesar ...Dakwah Muslim: Zakat Sebelum Membeli Emas Salamualaikum Ustadz, Selain mendapatkan gaji,
  • Syariah Muslim: Kredit, HALAL atau HARAM

    Pertanyaan Assalamu'alaikum....Pak Uztad, saya baru-baru ini mempelajari Islam, khususnya dalam segi Perekonomiannya. Saat ini saya sedang bingung karena ingin membeli sebuah komputer jinjing (Laptop). Suatu ketika saya mendatangi sebuah pameran komputer. Disana saya melihat ada fasilitas kredit. Apakah haram hukumnya apa bila ada dua harga pd satu brg Misal, harga tunai Rp. 1.000.000,-. Tetapi apabila
  • Artikel Islam: Warisan utk Anak yg Sudah Meninggal

    Assalamu'alaikum | mohon penjelasannya ustadz | ayah saya hendak membagikan harta waris. Beliau mempunyai 5 orang anak laki-laki, termasuk saya. Semuanya sudah menikah..belum lama ini 2 saudara saya telah wafat, sehingga kami tinggal bertiga. Si A wafat meninggalkan istri dan 3 orang anak, si B wafat meninggalkan istri saja, karena tidak memiliki anak. Bagaimana pembagian
  • Syariah Islam: Telimpuh Syair Penghadapan

    (temy-spirit.blogspot.com) dakwatuna.com Ya Rahman… Malam hampir mencapai penghujungnya. Suara derak dedaunan oleh gesekan pengarak pagi berpadu dengan renyai gerimis yang turun perlahan. Syahdu… Lara ini… Aku percaya laa yukallifullah illa wus’ahaa. Tapi mengapa ujianMu demikian pahit terasa? Seperti sungai yang mengering oleh kemarau, seperti daun-daun yang gugur berjatuhan di pangkuan bumi, seperti bunga yang habis
  • Syariah Muslim: Pemilu Amerika dan Komunitas Muslim

    Sumber: http://www.dakwatuna.com | 12/2/2008 | 03 Safar 1429 H RUMAH YATIM – rumah-yatim.balitabunda.com Related PostsArtikel Muslim: Mengais Hikmah dari Indahnya Romantika Kehidupan dakwatuna.com Jika aku……Maka, usah kau mencariku di sudut-sudut senja, ibuSebab, ku telah terlelap di telapak kakimuKan ku temani kau di setiap langkah-langkahmuitulah ciri karib sejati...Dakwah Muslim: Menjaga Cinta Karena-Nya dakwatuna.comKita yang tak pernah menyangka
  • Syariah Islam: Angkot Shalih

    (achmadruyat.multiply.com) dakwatuna.com – “Dalam sebuah kisah di masa tabi’it tabi’in. Ada seorang pemuda yang bernama Ubaidilah bin ‘Umar yang memiliki tekad untuk selalu shalat berjamaah di awal waktu sepanjang umurnya tanpa pernah meninggalkannya sekali pun. Selalu saja ia melakukan hal tersebut terus menerus. Namun suatu kali, pada waktu shalat Isya di masjid yang biasa dia
  • Artikel Islam: Menepis Kekeliruan Pandangan Terhadap Poligami

    Oleh Ustadz Abu Sa’ad Muhammad Nurhuda Di antara petunjuk al Qur`an, yang memberikan petunjuk jalan yang lurus, yaitu dibolehkannya seorang laki-laki melakukan poligami hingga empat isteri. Meski demikian, bila seorang lelaki merasa khawatir tidak mampu berbuat adil, maka diharuskan baginya cukup mempunyai satu isteri saja atau memiliki budak perempuan, sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla
April 2014
M T W T F S S
« Feb    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  


http://www.baitulquran.or.id